
Bismillahirrahmaanirrahiim
Suasana persidangan begitu panas dan sengit, namun bukan karena teriknya matahari. Melainkan suara teriakan hakim yang menggema di iringi beberapa ketukan palu putusan.
Sudah di pastikan banyak pemburu berita sedang menanti. Bukan hanya mencari berita, melainkan seseorang yang menjadi salah satu artis terkenal yang telah menjalani sidang perceraian itu.
Satu per satu wartawan lokal berdatangan, mereka mengacungkan tape recorder serta microphon untuk wawancara.
Persidangan itu di liput seluruh stasiun televisi nasional, mereka berlomba menayangkan ke layar kaca. Stasiun terbesar bahkan menayangkan secara langsung jalannya persidangan dari kantor pengadilan.
Seorang laki - laki dengan rahang tegas, rambut tertata rapi ala pomade terlihat angkuh duduk bertumpu kaki di samping artis yang sedang di wawancarai. Hidung mancungnya membuat kaca mata hitam elegannya bertengger nyaman di sana. Memakai kemeja putih di tutup setelan jas warna navy, jam tangannya yang mengkilat sangat terlihat begitu fantastik. Luar biasa mempesona.
Dia adalah Morgan Lee, menjadi seorang pengacara hebat bukan hanya di tuntut seberapa pintar ia menguasai teori dan hukum yang berlaku, akan tetapi juga harus memiliki kemampuan persuasif, negoisasi serta pengendalian emosi dengan baik.
Jessica Wang, bukannya segudang penghargaan yang ia raih, akan tetapi sekandal yang menjadi koleksi dalam setiap persoalan yang menimpanya. Namun anehnya, wanita berambut pirang itu tak pernah surut dari pemberitaan malah menjadikan pamornya semakin menjadi - jadi.
Artis arogan, sebutan yang paling membanggakan dalam dirinya. Cocok jika bekerja sama dengan Morgan Lee yang notabennya sama angkuhnya dengan Jessica.
Banyak pasang mata yang terus mengawasi keberadaan Morgan dan Jessica, entah karena mengagumi atau hanya mencemooh. Yang jelas tak sedikit mata yang menganggap Morgan bak malaikat yang sudah sukses menyelamatkan Jessica dari kasusnya.
Di sisi lain, wartawan meliput bukan hanya mencari pemberitaan atas kasus Jessica. Melainkan mencoba mengorek tentang kehidupan Morgan yang selama ini tak ada satu pun pemburu berita dapat menggalih identitas dan kehidupan pribadi pengacara hebat sepertinya.
Dan memang benar, sia - sia saja jika mereka terus memburu kehidupan Morgan, nyatanya saat wawancara pun Morgan tak pernah menjawab pertanyaan selain seputar kasus yang di menangkannya.
Basa - basi yang menjemukan, sebab Morgan tak suka bertukar kabar dengan siapa pun. Bahkan sekelas seniornya. Dia hanya ingin menunjukkan loyalitas untuk pekerjaan yang di cintainya sepenuh hati.
"Morgan, kau sering memenangkan kasus perceraian. Apakah hal tersebut membuatmu takut untuk memiliki komitmen dengan seseorang? Hingga sampai saat ini kau belum pernah terlihat membawa seseorang untuk kau kenalkan kepada media?"
Mungkin sudah ribuan kali pertanyaan serupa seperti itu di lempar untuk Morgan, hingga menjadikan lelaki itu tidak mudah terkejut.
"Aku rasa, pertanyaanmu itu sudah di luar dari kasus yang aku tangani. Pasti tidak masalah bukan jika aku tak mau menjawab?"
Gaya arogannya tak berkurang sedikit pun, tegas dan kaku.
"Bagi kami itu tidak masalah, namun mungkin menjadi masalah bagi yang ingin mengetahui tentang dirimu lebih banyak".
Jawab wartawan itu membuat suasana yang tegang menjadi mencair sebab semua tertawa, termasuk Morgan dan Jessica.
Hingga akhirnya mereka mengakhiri sesi wawancara tersebut, berlalu memasuki mobil dan meninggalkan tempat itu.
...****************...
William Morgan Lee, seorang keturunan Lee yang terkenal dengan perusahaan pabrik logam terbesar di Busan, Seoul. Tempat kelahirannya, namun menjadi tempat yang paling ia benci. Sikap keras ayahnya - Justin Lee- yang menyuruhnya menikahi wanita yang mengaku di hamili oleh Morgan.
Jelas saja Morgan menolaknya, karena selama ia berhubungan dengan banyak wanita ia tak pernah melupakan memakai pengaman. Justin tak ingin nama baiknya tercemar hanya karena kasus menjijikkan itu, bersikeras menyuruh Morgan bertanggun jawab.
Dan sebagai ganjaran atas penolakan Morgan, laki - laki itu harus siap angkat kaki dari Mansion besar beserta fasilitas mewah milik keluarganya, Lee.
Morgan dan harga dirinya yang sangat tinggi, tetap teguh tak akan mempertanggung jawabkan atas apa yang tak pernah ia lakukan. Bersumpah pada keluarganya, bahwa ia akan baik - baik saja tanpa kemewahan keluarganya, Lee.
Laki - laki angkuh itu memohon ampun pada wanita yang telah melahirkannya -Rosalin Lee- karena tak melakukan permintaan ibunya untuk tetap tinggal di kediaman Lee. Dia merasa harga dirinya jauh lebih tinggi dari pada harus tinggal dengan wanita licik yang sudah memperdaya dan menuduhnya.
Namun percayalah, bukan hanya Rosalin yang merasakan kehancuran saat menerima kenyataan putra sulungnya keluar dari daftar pewaris kekayaan keluar Lee. Morgan sama hancurnya saat melepaskan genggaman erat tangan seorang ibu yang meminta anaknya tetap berada di sisinya.
...****************...
Memulai karir dengan menerima kasus - kasus kecil seperti pemerkosaaan, pencurian bahkan pembunuhan yang sering menimpa masyarakat pada umumnya. Di tangani dengan maksimal dan hasil memuaskan. Usaha tidak akan menghianati hasil, mungkin itu benar adanya.
Hingga namanya pun mulai naik ke permukaan publik ketika ia menangani kasus perceraian seorang selebriti papan atas. Dan dia semakin ahli di bidang pengacara.
Namun hal tersebut tak membuatnya berhenti dan berpuas diri walau dunia sudah mengakui kehebatannya. Ambisi serta arogansinya sudah menguasai jiwa sang pengacara melebihi batasnya.
Membuat jiwanya berganti iblis berkedok malaikat yang meniduri setiap klien wanitanya. Hal itu seakan menjadi obsesi tersendiri bagi Morgan.
Membuat sebuah perjanjian khusus pada setiap klien wanitanya untuk tidur dengannya jika kasusnya berhasil di menangkan. Hingga tak sedikit para artis dan model cantik sengaja membuat kasus perceraian dengan pasangannya hanya ingin merasakan bercinta dengan seorang Morgan Lee.
Namun, ada satu prinsip keras yang di pegang kuat oleh Morgan. Ia tidak ingin bercinta dengan wanita bersuami atau wanita single yang tidak bekerja sebagai *****.
Pengalamannya 2 tahun lalu yang sempat membuatnya mengambil keputusan yang menyesatkan, tidur dengan seorang ****** kemudian menuduhnya sebagai laki - laki yang telah menghamilinya menjadi tamparan keras bagi Morgan. Dan kini bertindak hati - hati dengan hanya meniduri wanita penghibur.
Membuat perjanjian khusus pada setiap klien wanitanya dengan memanfaatkan ketampanan dan kehebatannya untuk meniduri mereka yang siap memanaskan ranjangnya.
"Aku akan mengantarkanmu pulang"
Kata Morgan pada Jessika yang berada di sampingnya setelah selesai sidang perebutan hak asuh anaknya.
"Bukankah masih ada satu perjanjian lagi yang harus aku tepati?"
Sela wanita itu memawarkan diri tanpa ragu.
Morgan menghentikan mobilnya sebab lampu merah telah menyala, lalu memandang Jessika dengan tatapan mematikan. Wanita tak tau malu, itu kesimpulan Morgan.
"Ada apa? Apa aku salah?"
Tanya wanita itu.
" Secara teknis tak ada yang salah dengan ucapanmu, tetapi aku hanya akan melakukan jika kau benar - benar menginginkannya. Aku tak ingin memaksa dengan merusak kehormatan klienku"
Jessika tersenyum sangat manis, keinginannya hampir terpenuhi.
"Jadi bagaimana, kau menginginkannya atau tidak?"
Tanya Morgan
" Siapa yang sanggup menolak tidur dengan laki - laki sepertimu, Morgan?"
Memalukan, wanita yang tak memiliki harga diri. Jangan salahkan jika suaminya pergi meninggalkannya.
Seringai Morgan begitu tanpan, itu kenyataannya. Tak ada satu wanita pun yang sanggup menolak menghangatkan ranjang sang Casanova.
Assalamualaikum...aku hadir lagi...setelah kisah romansa Azam dan Asha...apa kalian masih mau membaca karyaku yang lain...
salam rindu untuk kalian..😘