![Love Diary Rehan [LDR] Part 2](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/love-diary-rehan--ldr--part-2.webp)
...🕰ΩΩ(20-04-2008)ΩΩ🕰...
Satu minggu kemudian, hari liburku yang kedua, benar benar mebosankan dan tak cocok untuk di ceritakan, aku bermain games sepanjang liburku, tak kenal henti dan tak ada yang mengganggu hidupku, ya seketika aku mencari situasi yang baru, ya aku membuka Facebookku, dan ternyata kata kata Rendi yang super galau itu bisa membuat awal topik pembicaraan, sungguh memalukan diriku, aku lupa kalo postingan itu belum di privat, tertentunya ada yang membaca statusku, tiba-tiba muncul deh gadis alim berhjiap dari surga, eh salah maksudnya dari facebook chat denganku, gadis itu bernama Erlin.
"Terimakasih udah konfirmasi" sapa Erlin kepadaku,
"iya sama sama" jawabku kepada Erlin,
"kenapa kamu buat status galau terus?" tanya Erlin kepadaku,
"ya, aku selalu sedih ajah, hidupku seperti gak ada artinya" jawabku dengan cuek kepadanya,
"boleh, aku temenin?" Tanya Erlin kepadaku,
"aku sedang main games, gak bisa diganggu" jawabku dengan sombong,
"ohh pantes kerjaan kamu cuma main games ajah" jawab Erlin kepadaku dengan sedikit kecewa kepadaku,
"iya kan itu hobbyku, dari pada mainin perempuan?" tanyaku dengan sedikit menyindir Erlin,
"Ya sudah, kamu main games ajah, biar aku cari cowo yang peka!" jawab Erlin dengan Kesal karena aku yang begitu sombong.
Jujur aku gak begitu faham dengan perempuan, aku begitu kaku dan lugu di hadapan perempuan, dalam hatiku ingin sekali bisa mempunyai pacar seperti yang lainya bisa bergandengan tangan, bertemu atau kencan, atau apalah yang di lakukan orang, aku gak bisa apa apa, tapi bocah culun yang bernama Rendi itu bisa mendapatkan perhatian dari wanita sedangkan aku tidak.
Karena hal ini lah aku terpaksa harus berbicara dengan Rendi, Walapun sedikit gengsi dan canggung berbicara padanya, itu semua harus aku lakukan demi masa depanku yang bahagia.
"Tok Tok Tok" suara mengetuk kamar Rendi,
"Siapa ya?" tanya Rendi,
"ini aku Rehan" Jawabku yang ada di depan pintu, dia pun diam sejenak tak berbicara,
"Mmm Ren, maafin aku" kataku dengan nada melas,
"apa? masuk lah, cerita didalam saja" kata Rendi yang mempersalahkan masuk, aku pun masuk kamarnya dan menenangkan hati sejenak,
"kamu mau bicara apa?" kata Rendi dengan nada keras,
"Mmm maafin aku selama ini keras sama kamu" kataku kepada Rendi yang memandangku dengan tajam,
"sebelum kamu minta maaf aku udah maafin kok" jawab Rendi
"tapi tumben kamu bicara kaya gini, ada apa? apa ada masalah?" tanya Rendi,
"ini aku mengembalikan bukumu, yang di ambil temanmu saat di sekolah" kataku dengan tersenyum bebas telah di maafkan kepada Rendi,
"eh kenapa buku itu ada sama kamu?" tanya Rendi kepadaku,
"aku paksa dia buat kasih kepadaku, lagi pula aku kan preman sekolahan" jawabku dengan nada sombong,
"tapi kamu hebat nulis ini, sampe cewe cewe terpikat sama kamu" jawabku yang sedikit ngeledekin Rendi,
"eh, gak juga ya, buku ini terlalu alay tau, gak cocok di baca" jawab Rendi,
"tapi aku yakin sih, kamu akan menjadi penulis buku yang ternama" kataku memuji Rendi,
"haha bisa ajah kamu" jawab Rendi,
"lalu kamu bisa bantu aku gak?" tanyaku kepada Rendi,
"bantu apa? selagi aku bisa ya aku bantu" tanya balik Rendi
"Bantu aku untuk dapetin pacar" jawabku dengan malu malu,
"Hah??. hahahahahhaha" jawab Rendi dengan tertawa terbahak bahak.