Love Diary Rehan [LDR] Part 2

Love Diary Rehan [LDR] Part 2
Plat Nomer



...🕰ΩΩ(01-05-2008)ΩΩ🕰...


Pada ahirnya aku dan Rendi berteman baik, begitu pun dengan Rendi, Rendi menceritakan tentang hubungan Rendi sama Putry aku kagum dengannya, dia bisa menjaga perasaan satu sama lain walaupun dengan jarak jauh, aku jadi mengerti maksud dari kata kata sherly saat bertemu, tentunya aku tidak akan sia-siakan waktuku bersamanya kembali.


aku pun menceritakan hubungan ku dengan sherly kepada Rendi, dia pun mendukungku agar bertemu dengan Sherly kembali, aku tau pertemuan kemarin aku anggap perkenalan untukku, yang aku harap hanya bertemu dengannya kembali.


setelah kejadian itu aku pun mencari akun facebook nya sherly, ahirnya aku pun menemukannya, dimulai dengan basa basi, dan sedikit demi sedikit aku merayu Sherly dan tentu saja, aku mendapatkan cintanya.


kami berpacaran di facebook, dan aku bahagia telah mendapatkan cintanya, tentu sedikit bantuan dari Rendi juga aku menjadi pacarnya Sherly, namun yang membuatku ragu adalah, kita tak pernah bertemu kembali, kita tak pernah telefon, atau bertatap muka, kita hanya chating di facebook, dan tak pernah bertemu kebali walaupun kita sudah berpacaran.


(hmmm kalian tau kan Rasanya bagai mana, jenuhnya bukan main). 🤣


"Re, Kamu sekarang semakin Asik main games nya" tanya Sherly kepadaku,


"tentu kan ada kamu di sana, kalo gak ada kamu gak asik cerita nya" jawabku sambil gombal,


"kenapa sih, cowok itu suka gombal terus?" tanya Sherly,


"biasanya, cowok itu suka gombal untuk mencapai keberhasilan mendapatkan cinta dari cewekya" jawabku


"ya tapi kan gak semua cewek suka di gombalin, sama seperti kamu main games, tampa aku kamu bisa lebih jago kan, Gak seperti aku beban di hatimu" jawab Sherly,


"gak juga sih, terkadang kamu juga gak suka games lainnya kan, seperti tembak tembakan contohnya Point Blank, sama seperti cowok kalo sudah suka sama satu cewek pasti di pertahanan sampai bertemu" jawabku dengan nada menyindir untuk bertemu,


"karena aku suka sama games ini, mungkin bila kamu bermain games lain, kamu bisa mengajari orang lain kan selain aku" kata Sherly dengan nada seperti bosan terhadapku.


"aku gak seperti itu Sherly" jawabku dengan pasrah,


"kamu itu lucu ya, baru pacaran udah mulai baper sama hal beginian, bagaimana kalo ketemu nanti" jawab sherly.


"ya, kalo bertemu paling aku diam!" jawabku,


"kalo aku cium?" tanya Sherly


"aku lebih diam" jawabku sambil meledek,


"Ya, aku cari yang lain lah" jawabku,


"Ihhh.. jahat kamu..." jawab Sherly


"memang!!😝" jawabku.


(harap maklum dialognya banyak belum pernah bertemu sih, maaf mengganggu bacanya silahkan kembali menikmati)


"yank, yuk kita main lagi" kata Sherly,


"hayuk sayang" jawabku, dan melajutkan permainan dengan sherly,


"kamu di belakang ya lindung aku" kataku dan fokus dengan games,


"iya sayang, kayaknya lawan kita satu aliansi dah" jawab Sherly,


"wah, bener ini lawan yang berat yank" kataku dan takakan menyerah melawan musuhnya,


dan keadaan itu 1:0 kita berdua memenangkan gamesnya, hingga ronde kedua muncul notifikasi chat dari musuh,


"menyerah sajalah wahai bucin" jawab jaka,


"Matamu nyerah, seenak jilatmu menyerah" jawabku yang membalas chat dari jaka,


"bocil, kalo kalah Jangan nangis ya" jawab jaka yang chat lagi melalui games,


babak kedua kita kalah menjadi 1:1


"Yah kok kalah sih yank" kata Sherly,


"tenang masih ada babak selanjutnya" jawabku dengan tenang memikirkan strategi.