![Love Diary Rehan [LDR] Part 2](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/love-diary-rehan--ldr--part-2.webp)
Kisah LDR mungkin sering kita dengar, pasti Rendi lebih banyak pengorbanan yang dia lewati bersama Putry, pertemanan atau persahabatan yang sungguh mengharukan, dan sekarang Putry dan Rendi menjadi pacar yang sah, menurutku sendiri juga tidak wajar, bila anak kecil yang masih sekolah dasar berpacaran dengan layaknya orang dewasa, jika aku di posisi Rendi mungkin aku juga tidak akan mengabaikan kesempatan dengan Putry.
Masih terhubung ceritanya dengan si Putry dan Rendi, aku tak pernah tau hubungan mereka berdua, iya karena aku manusia yang tak perduli adanya cinta atau pacaran dan yang lain lain, yang ku tau hanyalah Games dan pelajar yang membosankan,
...🕰ΩΩ(09-01-2008)ΩΩ🕰...
Tiba-tiba munculah sosok manusia yang begitu mirip denganku, dengan gaya Cool dan muka yang sedikit culun, kejadianya di waktu ayahku yang tadinya super sibuk tiba-tiba menyempatkan diri untuk menginap di rumahku.
ya aku tipe orang yang suka menyendiri, dan lebih suka bermain games, rumah ku terpisah dengan ayah dan ibuku, dari umurku 5 tahun aku sudah di ajarkan untuk mandiri, yang biasanya ibu mengantarkan ku makanan setiap hari kerumahku, jarak rumahku dengan ibu tak jauh kok, hanya 10 kaki dari rumahku.
sebelumnya aku sempat bermimpi tentang aku yang sedang berkelahi dengan orang yang mirip sekali denganku, dia sungguh buruk karena sudah membunuh keluargaku,
"Citzz!!" suaraku membuka pintu dan melihat ayah dan ibuku berlumuran darah di kamarnya,
"ibu!, ayah!" teriak ku melihatnya dan bergegas mencari bantuan kerah pintu keluar, tiba-tiba ada seseorang di depan pintu, dengan wajah yang mirip denganku, dia sedang menungguku dan membawa benda tajam dengan senyuman jahatnya,
"haha, mau kemana kamu Rehan" kata Rendi dengan berjalan maju kearah ku,
"kamu yang membunuh ayahku ya" Teriakku dan mencoba lari darinya,
dia pun menggejarku aku tak bisa lari dari kamar rumah ayahku, dan terpojok di dalam kamar,
"mau lari kemana kamu" kata Rendi dengan lari kearahku, dan mengayunkan benda tajam itu tepat kearah leherku, saat benda tajam itu menancap ke tubuhku,
"Tidak!!" teriakku dan membuatku terbangun dari tidurku,
"Hah! alhamdulillah ternyata cuma mimpi" kataku yang kebingungan karena baru bangun tidur,
"tok tok tok" Suara ketukan pintu,
"Han! apa kamu baik baik aja? ayah dengar teriakkanmu tadi" kata ayahku yang mendengarkan aku mengigau,
"aku baik baik saja ayah" sahutku dan membuka pintu kamarku,
"ada apa Han! kok kamu teriak begitu?" tanya ayahku yang memasuki kamarku,
"Tidak ayah, Rehan hanya bermimpi kembaran Rehan yah" jawabku dan duduk di kasurku,
“Han, ayah mau cerita sejenak tentang kembaranmu” kata ayahku sambil duduk di kasurku,
"apa? aku benar benar punya kembaran?" tanya ku yang penasaran,
“kenapa ayah baru memberi tau aku?? bahkan aku sudah besar sekarang?” tanyaku kepada ayahku,
“mungkin dulu belum waktunya yang tepat Han, dan ini adalah waktunya yang tepat” jawab ayahku,
“ibu kamu akan membawanya ke Jakarta, dan ayah harap, kamu akrap sama kembaranmu” jawab ayahku yang duduk disebelahku,
“baiklah aku mengerti ayah, lalu kapan dia datang?” tanyaku kepada ayahku,
"nanti sore, kamu harus sambut dia supaya dia nyaman di rumah ini.
...🕰ΩΩ(Sore harinya)ΩΩ🕰...
saat sedang bermain games di kamar sedirian, yang awalnya sunyi tiba-tiba muncul suara berisik dari lantai bawah rumahku, aku berfikir ibu datang dan aku yakin dia sudah datang, aku berfikir supaya aku bisa bebas dari makhluk jahat itu, dengan cara membuatnya tak nyaman dirumahku dan dia akan kembali ke tempat asalnya,
“Dak dak dak dung!! BRAK!!” suara langkah kaki yang berlari dan mendobrak paksa Pintu kamarku,
“siapa kau?” Teriakku kepada Rendi dan menghampiri dan menakutinya,
“Rehan kenal kan ini adalah kakakmu Rendi” jawab ibuku yang menyusulku kekamarku, di belakanya,
“A,apa? Apakah aku gak salah dengar bu!!” bentakku yang kelihatan kesal kepada Rendi
“Tidak Han, dia kakakmu” jawab ibuku yang lemah lembut kepadaku,
“Jadi orang culun ini kakak ku bu? jangan mimpi kamu ya!!” jawabku sambil menatap Rendi penuh kesal,
“enak saja kamu bilang!! Emngnya aku mau punya adik kaya kamu Gak sopan!” Jawab Rendi yang kesal karenaku sudah membentak ibuku
“aku pun gak sudi punya kakak seprtimu” jawabku sambil memalingkan pandanganya kepadaku
“aku pun begitu” Rendi sambil berpaling dan Kembali kearah pintu,
“ada apa sih kalian berantem!!” Tanya ayahku didepan pintu kamar dan menghampiriku,
“ayah dia bukan kakak ku kan?” Tanyaku kepada ayah,
“dia kakamu Rehan ayah punya buktinya jadi terimalah dengan sopan” jawab ayahku dengan tenang menghadapiku,
“Kenapa ayah baru kasih tau aku?” tanyaku, “Huff” ayahku menghela nafasnya “nanti ayah jelasin semuanya, ke kalian kita kumpul bareng di runag tamu, sekarang” jawab ayahku dan pergi keruang tamu bersama sama.