![Love Diary Rehan [LDR] Part 2](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/love-diary-rehan--ldr--part-2.webp)
"Aaaaaa!!" Teriak gadis itu saat melihatku yang sedang memeluknya,
"kalo kamu banyak gerak kamu bakal tenggelam" jawabku sambil menggendongnya, agar menghirup udara,
"baiklah, tapi Plis, bisa tolong bawa aku ke tempat yang lebih rendah" jawab gadis itu,
"ya sudah, kamu naik saja ke punggungku" jawabku berbaik hati kepadanya.
Aku pun membawanya ke tempat yang lebih rendah,
"gimana sudah enakan?" tanyaku kepada gadis itu,
"Sudah, Terimakasih ya sudah menolongku" jawab gadis itu,
"iya sama sama, lain kali kamu harus hati hati" kataku yang memberi saran kepada gadis itu,
"ya aku akan hati hati, oh iya namamu siapa?"tanya gadis itu kepadaku,
"namaku Rehan" jawabku kepada gadis itu,
"senang ketemu dengan kamu, orang yang baik" jawab gadis itu dengan tersenyum lugu di depanku,
"ahh, jangan memujiku, aku juga bisa jadi jahat kok sewaktu waktu" kataku dengan muka sedikit angkuh,
"contohnya seperti temanku tadi ya" kata gadis itu,
"ya begitulah, memangnya kamu gak bisa berenang ya?" tanyaku kepada gadis itu,
"hehe, iya tapi kamu jangan bilang bilang ya" jawab gadis itu dan tiba-tiba muka dia berubah menjadi binggung.
"Ehh, kok hilang, duh kemana ya?" tanya gadis itu dengan mencari sesuatu di jarinya,
"apa yang kamu cari?" tanya aku yang ikut binggung melihat dia,
"Hadeh, ceroboh sekali sih kamu" jawabku yang sedikit menghiburnya agar tidak panik,
"ihhh, gimana dong? nanti ibuku marah" jawab gadis itu,
"mmm, cincinnya emas ya, dan ada permata bintik warna biru dan merah?" tanyaku kepada gadis itu,
"kamu peramal ya? kok bisa tau? apa kamu ambil pas lagi terjatuh tadi?" tanya gadis itu dengan muka yang galak,
"eh bukan aku, bukan gitu, aku menemukannya di kolam kecil pas aku berenang tadi, intinya sebelum kamu kejebur" jawabku dengan gerogi karena takut salah faham kepada gadis itu,
"lalu mana Cincinnya?" tanya gadis itu dengan memegang bahuku, dengan tangap aku memegang tangan gadis itu dan memakaikanya dijari manisnya gadis itu, gadis itu tersipu malu kucing di hadapanku, anehnya dia tak melepaskan tangganya setelah Cincin itu telah di jarinya, dia malah menatapku dengan kagum.
"Wooy!! di lihat liat ada yang dapet pacar nih" teriak Fikih dari pinggir kolam,
"gak jelas luh Kih" jawabku dengan hati penuh kesal telah merusak memandangan indahku,
"Mmm, Terimakasih ya Reh, eh Han" kata gadis itu,
"iya sama sama" jawabku dan pergi kearah Fikih, dan gadis itu pun di panggil temanya,
"Kih gua laper nih, mao makan gua" keluhku kepada Fikih agar dia membelikan makanan untukku,
"ya elah manja mana uangnya, biar gua yang antre ke kantin makanan" jawab Fikih yang berbaik hati dan pengertian.
Aku pun pergi ke tempat barang bawaan ku di kolam renang dan Fikih segerah ke kantin membelikanku makanan, aku yang bosan menunggu antrean yang panjang terpaksa gabut berenang lagi keliling mencari hiburan sendiri.
"Kih!! kalo udah taruh makanan di tasku ya" teriakku kepada Fikih yang sedang antre makanan,
"Et dah, siap bos, hati hati di kolam banyak buaya darat kaya luh" jawab Fikih dengan sedikit tertawa,
"hahah bukan buaya, gua mah masih kadal buntung kih" jawabku dan pergi berkeliling kolam renang.