Love Diary Rehan [LDR] Part 2

Love Diary Rehan [LDR] Part 2
Kedatangan Seorang Pangeran bagian 3



...🕰ΩΩ(15-01-2008)ΩΩ🕰...


Sebulan penuh aku tak menyapa Rendi, bila kita sekolah pun aku tak pernah anggap dia ada, kita satu rumah tapi tak ada pembicaraan apapun, kita memang satu sekolah tapi beda tingkatan, dia kelas 3 aku kelas 4 walapun umur dia lebih tua dariku, karena dia saudara kembar ku, tentu saja aku akan merubah penampilanku dari ujung kaki sampai ujung rambutku agar tidak mirip dengan Rendi, karena aku tidak mau disamakan dengan Rendi.


Dihari awal Rendi sekolah, aku harap akan baik baik saja dan tak ada orang yang tau akan kembaranku itu, ternyata hasilnya memuaskan semua benar benar tak ada yang menggetahuinya, bahkan Rendi terlihat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya, namun tetap aku selalu mengawasinya dari jarak jauh.


...🕰ΩΩ(ketika pulang sekolah)ΩΩ🕰...


Aku melihat Rendi sedang menuju kamarnya, aku lapar dan membuka lemari es,


"tak ada apa apa, yah ibu belum datang ya" kataku dari dalam hati sambil kearah Kamarku dan bermain games, saat aku membuka pintu kamarku, aku melihat Rendi bergegas keluar Rumah, tentu aku menghiraukanya dan menuju kamarku.


Saat aku sedang bermain games, Rendi pun memanggilku,


"Han!! makanan udah sampai nih" kata Rendi berteriak dari luar kamarku,


aku tak menjawab, dan aku pun berjalan perlahan lahan kearah bawah, aku melihat makanan di meja makan, yang begitu banyak tapi aku tak melihat Rendi, aku coba cek kekamarnya pun tak ada, setelah makan pun aku merasa bersalah, udah membuat seperti ini, aku merasa aku yang berlebihan terhadapnya.


...🕰ΩΩ(28-01-2008)ΩΩ🕰...


Semua biasa aja aku belajar disekolah tak ada hal yang menurutku menarik, tetap hubunganku dengan Rendi masih sama dalam satu rumah tapi tak pernah saling mengobrol, dia baik padaku tapi Akunya saja yang salah mengambil keputusan.


Namun hari demi hari aku merasa dia seperti ada masalah di sekolahnya, dia seperti malas sekali untuk sekolah, bahkan sering telat bangun pagi, di jam istirahat aku melewati kelas Rendi, aku melihat Rendi.


"sini mana bukunya" kata Rendi sambil mengambil bukunya yang ada ditanggan teman Rendi,


"buku apa ini? yang ditulis itu pelajaran, bukan cerita novel" jawab temenya kita sebut Ajie,


"apaan nih? aku mencintaimu alfi, ya elah Alfi gak akan mau sama luh" kata Ajie sambil membaca buku catatan milik Rendi,


"itu buku pribadiku, balikin lah" jawab Rendi sambil mengajar Ajie,


"nih, ini tuh berguna" kata Ajie dan merobek kertas di buku Rendi,


"krak!!" bunyi kertas robek.


"Woy, budeg ya, Bel dah bunyi kenapa gak masuk" teriaku kepada anak yang bolos pelajaran itu,


"lah terus, mau apa lu? mau ngadu" kata Ajie, sambil menghampiriku,


"haha,ngapain ngadu? gua bukan anak kecil"jawab ku dengan menantang Ajie,


"haha, bagus lah" jawab Ajie, dan tiba tiba datang temanya Fikar menghampiriku.


"Siapa, sih Ribut banget nanti malah ketahuan bloon" jawab Fikar,


"ini loh ada anak culun mau ngadu ke guru" kata Ajie sambil menunjuku,


"wow! Rehan, mau gabung kah kak" kata Fikar kepadaku,


"buat apa gabung sama anak yang gak tau malu, sama sopan santun ini" kataku dengan menujukan wajah ajie.


Ajie pun menarik bajuku dan aku pun melakukan serangan balik dengan menarik tanyanya kubenturkan kepalanya kek arah tembok sekolah, hingga kepalanya benjol.


setelah itu aku mengunci tanganya kearah belakang punggungnya, hingga dia tak bisa bergerak.


"Dari tadi gua liat, di kelas luh lagi cari gara gara, sekarang luh mau nantangin kakak kelas luh sendiri, mana bilang gua culun lagi, sory bro gua bukan anak kecil" kataku sambil menahan tanganya hingga dia kesakitan.


"iya bang ah, maafin gua bang ya" kata Ajie sambil kesakitan,


"mana buku yang luh ambil dari anak baru, sini kasih ke gua, kalo gak tangga luh bakalan patah sama gua" kataku sambil sedikit mengancamnya,


"ini bang, tapi bang, kalo dia cariin gimana, apa lagi dia gk kenal luh kan" jawab Ajie,


"bilang aja di ambil kakak kelas" kataku sambil mengambil buku itu dan melepaskan tangan ajie.


aku pun pergi meninggalkan ajie dan temannya itu,