![Love Diary Rehan [LDR] Part 2](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/love-diary-rehan--ldr--part-2.webp)
Setelah pulang sekolah, aku pun menaruh buku Rendi di kamarku, buku itu berisi puisi tetang cinta, cuma bagian belakang yang tersobek, entah apa alasanya dia menulis tentang cinta di buku itu, dan aku pun tak tau begitu pentingkah buku itu untuknya.
aku menunggu Rendi datang ke rumah, Sambil menunggu, aku menyalin tulisan di buku itu, aku mengetiknya di status Facebook, dengan nama dia pastinya.
Karena jenuh menunggu Rendi yang tak kunjung datang perasaan aku makin khawatir dengan keadaanya, aku pun berlari kembali ke sekolah, dan ternyata benar firasat burukku, di gang sekolah dia sedang di marahi bapak bapak, aku melihatnya dari jarak jauh, dan ternyata bapak itu adalah polis sekitar, dia di suruh pus up di gang sekolah, tiba-tiba polisi itu pegi, dan menghampiriku yang sedang mengnitip.
"Hey! kamu sedang liat apa?" kata polisi itu kepadaku,
"gak pak, anak tadi kenapa di hukum?" tanyaku,
"ohh yang tadi di hukum, karena dia mencoret coret tembok" jawab polisi itu,
"kamu kenal sama anak tadi?" tanya polisi itu
"tidak pak, saya tidak kenal" jawabku yang berbohong,
"ya sudah kamu jangan seperti dia ya" jawab polisi itu,
"baik pak" jawabku dan polisi itu menjauh dariku.
Aku pun pergi ke rumah dan kembali kerumah, aku baru tau kalo Rendi anak yang bandel juga, aku pun makin penasaran dengan Rendi, aku makin khawatir tentang mimpiku akan terjadi nyata kembali setelah melihat kejadian tadi.
Aku mencoba menghiraukanya, dan kembali bermain games, aku suka bermain games, jaman ku ini lagi tenarnya main games di Pc atau Computer, games yang sering aku main kan itu adalah Lost Saga.
Games ini sering di mainin di warung internet, namun hebatnya games ini bisa komunikasi melalui chat, aku bersukur tau games ini, karena di sini aku bisa bertemu dengan seorang gadis, jujur aku baru kali ini bisa berteman dengan perempuan karena games ini.
Awalnya dia terlihat tidak jelas memainkan gamesnya, di sever itu dia keluar masuk room dan ahirnya aku mencoba bertanya kepada gadis itu.
"pencet E kalo mau ngomong" Kataku yang melihat dia seperti kebingungan di dalam games.
"eh!!" jawab gadis itu.
"Kenapa?" tanyaku?
"ohh bener, terimakasih dah kasih tau aku" jawab gadis itu,
"nama kamu siapa?" tanyaku pada gadis itu
"Namaku Sherly" jawab gadis itu,
"iya salam kenal juga ya" jawab Sherly
"kamu mau aku ajari cara mainya?" tanyaku
"boleh gimana cara mainya" kata Sherly.
Ahirnya aku pun berteman baik dengan Sherly, aku pun tak memikirkan Rendi lagi, dan beralih keduniaku dengan Sherly, aku mengajari Sherly bermain games hingga dia bisa bermain dengan baik, tenang aku tak lupa belajar, Walaupun aku sering bermain games.
...🕰ΩΩ(28-03-2008)ΩΩ🕰...
2 bulan kemudian duniaku dengan Sherly semakin lama semakin dekat bahkan kita seperti sahabat dalam games selalu bermain bersama, kita bisa menjadi team terbaik dalam games, dan dia sudah lebih pintar dibanding dengan ku, dia bisa menguasai semua hero yang ada dalam games tersebut, dan dia benar benar berterimakasih karena aku telah mengajarinya bermain games.
"Rehan, terimakasih sudah ajari aku main gamesnya ya" kata Sherly,
"ah gak masalah kamu memang udah pintar kok, bahkan kamu 3 bulan udah bisa main semua Heronya, hebat kamu" jawabku.
"tapi ada satu yang gak bisa aku mainin" tanya Sherly,
"apa itu? hero baru kah?" tanyaku
"Hero Rehan, solanya kamu gak bisa buat main main" jawab Sherly, aku pun tersenyum ketawa sendiri, Walapun dalam games aku seperti mempunyai pasangan terindah.
"boleh gak aku bertemu kamu?" kataku kepada Sherly,
"gak boleh!" bentak Sherly,
"loh kenapa? niatku kan cuma berteman" tanyaku kepada Sherly,
"biarlah sebuah rahasia menjadi rahasia" jawab Sherly,
"baiklah sesuka kamu ajah asal kamu jangan melupakan aku" jawabku.
"tapi aku yakin suatu saat pasti kita akan ketemu" kataku sambil meledek dia yang serius dalam gamesnya,
"karena kita jodoh" kataku dia pun terdiam sejenak,
"bagaimana kamu bisa yakin" tanya Sherly,
"kalo kita jodoh, pasti takdir akan mempertemukan kita" kataku yang percaya diri, Sherly tidak menjawab, kita pun melanjutkan bermain dan tetap merahasiakan identitas diri masing masing.