Love Diary Rehan [LDR] Part 2

Love Diary Rehan [LDR] Part 2
Kedatangan Seorang Pangeran bagian 8



Mereka pun makan makan bersama sama, aku yang baru saja datang melihat Fikih bercanda dengan 3 gadis itu, langsung saja aku menyapa 3 gadis itu.


"Hey!! apa kabar gua?" Kataku yang baru saja datang dan duduk tepat di depan Sherly,


"hahah kebalik kali bang" jawab sherly dengan senyum senyum malu di hadapanku,


"Ahh Eluh, Ngelayap mulu sih kerjaan luh, kasihan tuh adek luh nyariin" kata Fikih yang meledekku,


"siapa adek gua?" tanyaku kepada Fikih,


"tuh ari, dia kan adek kandung luh" Jawab Fikih,


"kalian adek kakak, kok gak mirip?" Tanya Melisa kepada ari,


"gak, Fikih bohong, enak ajah adek kaka, ini loh Re, ciwi ciwi yang datang dari kapung, yang tadi gua ceritain" kata ari kepadaku.


"hai, aku melisa salam kenal ya" kata melisa,


"aku intan, yang baru dateng namanya siapa?" tanya intan kepadaku,


"namanya Rehan" kata Sherly,


"kok kamu tau sih liv? apa kalian udah pernah ketemu sebelumnya?" tanya Ari kepada Sherly,


"kita baru tadi di kolam kok" kata Sherly kepada ari,


"iya kita baru saja ketemu kok" jawabku kepada ari.


"aku fikir kalian pernah bertemu juga gitu di sosial media, kaya aku sama Melisa" kata ari,


"emm, mungkin kalian jodoh, karena takdir sudah menentukan kalian untuk bertemu, yaa kan han" jawab Sherly dan aku pun terkejut, saat mendengar kata yang di ucap Sherly,


"betul tuh, bersyukur kalian masih di pertemukan" jawab intan,


"kalo sudah jodoh, takdir akan mempertemukan kita kembali" jawabku,


"dah lah, apaan sih jadah jodoh, hidup itu yang penting makan" jawab Fikih samabil makan hidangan yang ada, merekapun berhenti bercerita dan makan makan bersama, ya kita saling bercanda tertawa, selayaknya orang nongkorng biasa.


"Hey!! tunggu" teriakku sambil melambaikan tanganku,


Sherly pun menoleh kepadaku, "ada apa? Re" tanya Sherly, sambil menghampiriku,


"sapu tanganmu, terjatuh" jawabku sambil terengah engah,


"hihihihi, maaf buat kamu lari lari, sampai bocor keringatmu" jawab Sherly sambil membasuh keringatku dengan sapu tanganya,


"lain kali jangan ceroboh ya" jawabku dengan tersenyum,


"heheh, iya aku tak akan ceroboh lagi" jawab Sherly.


"Mmm kamu akan ke jawa Lagi kah" kataku sambil basa basi,


"hihihi, aku kan tinggal disini untuk sementara waktu" jawab Sherly dengan tertawa,


"eh, dimana kamu tinggal?" tanyaku kepada Sherly,


"tadi kan kamu yang bilang, kalo kita jodoh pasti takdir akan mempertemukan kita lagi" jawab Sherly,


"iyah sih, lalu? siapa namamu?" tanyaku kepada Sherly,


"woy!! udah woy pacaranya" Angkotnya dah nungguin nih" sahut intan dari dalam angkutan umum,


"Hehe, biarlah sebuah rahasia menjadi rahasia" jawab Sherly Sambil menaiki angkutan umum itu,


"tapi kan!" jawabku sambil mengejar Sherly,


"Ahhh, udah besok kau juga tau, lagi sih ngelayap mulu dari tadi" jawab melisa dari balik jendela angkut,


"Siapa namamu?" teriakku dan berhenti mengejar angkutan itu, aku hanya bisa melihat Sherly dari dalam angkutan itu, dia pun keluar jendela dan berteriak,


"namaku Sherly" teriaknya Sherly.