Love And Pain

Love And Pain
13



"Maafkan daddy yang akhirnya harus merepotkan kamu dan Trevor. Kau tidak akan terlambat untuk mengikuti kelas balletmu bukan?" tanya Kevin saat  melihat anaknya sudah datang bersama kekasihnya. 


Stella memeluk ayahnya. "Tidak apa-apa, dad. Kelasku dimulai sore jadi masih dua jam lagi. Daddy kenapa minta dijemput? Apa ada sesuatu yang terjadi?"


"KAU TAU? KITA HAMPIR SAJA BERTEMU DENGAN TUHAN. ITU SALAH SATU PENGALAMAN YANG PALING MENAKUTKAN YANG PERNAH AKU ALAMI SEBELUMNYA."


Kevin memukul bahu Michael cukup keras hingga menimbulkan suara. Beberapa orang menatap kearah mereka karena mengira akan terjadi perkelahian. Michael mengusap bahunya yang sakit karena pukulan Kevin.


"Apa maksudnya bertemu Tuhan? Apakah tadi pesawat hampir jatuh atau bagaimana?" tanya Stella yang panik setelah mendengar penuturan Michael. Ia melepas pelukannya lalu melihat tubuh Kevin dengan teliti, memastikan kalau ayahnya baik-baik saja.


Kevin terkekeh pelan melihat tingkah anaknya. "Jangan dengarkan dia. Daddy tidak apa-apa. Kami hanya mengalami sedikit masalah dengan mesinnya sehingga harus kembali mendarat dan sepertinya daddy harus membatalkan pertemuan daddy."


"Tapi kau bisa saja terbang dengan maskapai yang lain, dad. Aku tau kalau kau paling benci yang namanya pembatalan rencana secara mendadak." Stella berusaha meyakinkan Kevin untuk tetap pergi ke Los Angeles.


"I know, tapi rekan daddy mengubah meetingnya menjadi meeting online. Lagi pula hal yang dibahas tidak terlalu penting."


"Dad, aku takut kalau mobilnya tidak muat."


"Kita tinggalkan saja Uncle Michael." Kevin kemudian menggandeng Stella lalu membawa anaknya pergi. Kevin bukannya ingin memisahkan Stella dari Trevor akan tetapi melihat  ulah Anastasya membuat Kevin menjadi was-was akan kedua orang tersebut. Trevor yang melihat kekasihnya ditarik oleh Kevin hanya tersenyum lalu mengikuti mereka dari belakang. 


***


"Vin, kenapa kau pulang? Kau seharusnya masih berada di dalam pesawat." Kimberly terkejut melihat kepulangan suaminya. Kevin baru saja sampai setelah mengantarkan Michael dan lainnya pulang terlebih dahulu. Trevor dan Stella berada di taman depan karena Trevor harus pergi. Ada tugas kuliah yang tidak bisa ditinggalkannya.


"Aku harus segera pulang. Good Bye, Stella," ucap Trevor lalu berjalan kearah mobilnya. Stella tersenyum lalu masuk duluan ke dalam rumah membantu Kevin untuk membereskan barang-barangnya.


Saat Stella sudah masuk ke dalam rumah, Anastasya menghampiri Trevor sambil membawa Molly. Ia tersenyum melihat Trevor sementara Trevor hanya menampilkan wajah datarnya. Anastasya memberikan satu lembar foto kepada Trevor.


"Kau mau foto ini tersebar?"


Trevor melihat foto yang diberikan oleh Anastasya. Foto dirinya sedang memeluk Anastasya dalam keadaan yang sangat intim. Trevor langsung menyobek foto tersebut dan mengantonginya. Anastasya tertawa karena sudah mengira kalau hal itu pasti akan terjadi.


"Aku masih punya salinannya. Kalau kau tidak mau foto itu tersebar maka akhiri hubungan kalian dan jadilah kekasihku."


"Aku tinggal bilang yang sesungguhnya. Lebih baik kau pergi, Ana."


Anastasya hanya diam dan tetap berdiri disana. Trevor yang ingin masuk kedalam mobilnya terus dihalangi sehingga membuatnya menjadi kesal sendiri. Ia tidak ingin membuat orang salah paham sehingga Ia menghentakkan tangan Anastasya dan tetap masuk kedalam mobil. Tanpa disadari, Stella melihat kejadian mereka karena kebetulan ingin mencari kakaknya. Stella diam melihat interaksi mereka walaupun tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Hey sis!"


"Hai, daddy mencarimu. Ia ingin membicarakan suatu hal kepadamu."


***


"Jadi, kapan kau mau mengenalkan kekasihmu? Kau masih menjadi tanggung jawab kami." Kevin memulai percakapan. Kimberly dan Stella secara seksama mendengarkan Kevin sementara Arthur tersenyum tipis.


"Dad,  tadi aku melihatnya membawa seorang pria kesini mungkin saja itu kekasihnya."


Anastasya sontak menatap Arthur tajam. Memperingati adiknya agar tidak mengucapkan hal yang aneh-aneh didepan orangtuanya. Arthur yang menyadari tatapan Anastasya kemudian memalingkan wajahnya dan menatap Kevin sambil menunggu tanggapan dari ayahnya.


"Apa itu benar? Kau membawa pria kesini dan tidak memberitahukannya kenapa daddy?"


"Itu hanya teman, dad. Dia hanya datang untuk berbicara beberapa hal lalu pergi karena tugas sekolahnya yang menumpuk."


"Aku yakin itu memang temannya, Vin. Aku melihat mereka mengobrol."


"Aku tidak yakin ada sepasang teman pria dan perempuan yang membicarakan tentang- AWW!"


Anastasya melemparkan bantal yang sedari tadi berada dipangkuannya. Arthur berdecak kesal karena bantal itu mendarat tepat di kepalanya. Kevin yang melihat itu langsung menenangkan suasana dan mulai menanyai Anastasya kembali karena ulahnya yang mencurigakan.


"Ana, apa yang kalian bicarakan?"


"Kita hanya membicarakan tentang kekasihku. Aku belum ingin mengenalkannya kepada kalian karena belum masih terlalu mengenalnya. Aku tidak ingin kalian sedih jika suatu saat nanti kita berpisah. Beri aku waktu tiga minggu."


"Baiklah daddy tunggu."


"DAD, ARI MENARIK RAMBUTKU!" Brianna menangis lalu memeluk Kevin dengan erat. Kevin menghela napas lali melihat Arianna yang berdiri di pertengahan tangga dengan muka yang menahan tangis.


"Kau harusnya menarik kembali rambutnya." Arthur memanas-manasi kedua adiknya.


"Bri, jangan dengarkan Arthur. Ayo kita selesaikan masalah kalian. Kim, ikut aku."


Sekarang tinggal Anastasya, Stella, dan Arthur dalam satu tempat. Anastasya terus menatap tajam Arthur tetapi tidak diindahkan. Arthur menjulurkan lidahnya lalu pergi sambil mengajak Stella untuk bermain game bersamanya.


"Lihat saja nanti, Arthur."


***************************


**UPDATE LAGI🔥🔥🔥


Ada yang ingin disampaikan kepada karakternya? Hujatan dan kritikan diterima😂😂😂😂**