Love And Pain

Love And Pain
10 (21+)



"Kimberly, bantu aku memasukan beberapa baju dan keperluan lainnya kedalam koper. Aku ada pekerjaan mendadak besok ke Los Angeles." Kevin masuk ke dalam walk in closet lalu mengambil koper dan mulai memasukkan tiga setelan jas.


Kimberly masuk ke kamar mandi dan mengambil keperluan mandi dan juga handuk untuk suaminya. Kimberly memasukkan keperluan mandi Kevin ke dalam tas kecil untuk dimasukkan ke dalam koper. Kevin tidak suka jika kopernya berantakan dan membuatnya susah dalam mengambil barang.


Setelah selesai, Kevin memeluk Kimberly lalu menggendongnya ke kasur. Kimberly mau melawan tetapi tidak bisa. Anak kembarnya masih terbangun dan akan memalukan. Mereka keluar dari walk in closet dan twins langsung menatap mereka. Mereka sontak menutup mata mereka lalu terkekeh pelan.


Kimberly memukul dada Kevin pelan. Kevin hanya ikut tertawa bersama twins lalu menurunkan Kimberly diatas kasur. Kevin mencium kening Kimberly lalu menggendong twins dan membawanya ke kamar mereka. Twins hanya bisa pasrah karena mereka sudah lelah juga.


Kevin kembali ke kamar lalu mematikan lampu kamar. Ia melepaskan kaosnya dan naik ke atas kasur. Kevin memeluk Kimberly dari belakang lalu mencium lehernya. Kevin kemudian teringat akan hal yang ingin dia bicarakan.


"Kimberly, selama aku pergi apapun yang terjadi kau harus tetap membela Stella. Aku menyayangi mereka semua. Aku juga sayang sama Anastasya tapi Stella tidak salah apa-apa. Jangan biarkan Stella jadi korban keegoisan kakaknya."


Kimberly mengangguk pelan. Kevin yang mendapat jawaban memuaskan dari istrinya lalu mulai melanjutkan kembali kegiatannya. Tangannya menyusup kedalam baju Kimberly dan mulai meraba kulit halus istrinya. Dimulai dari perutnya yang masih rata lalu sedikit meremas payudara istrinya.


"Vin, stop."


"Besok aku akan pergi selama dua hari. Aku tidak yakin aku bisa berpuasa selama itu. Biarkan malam ini aku menyentuhmu."


Kimberly menghela napas lalu membalikkan badannya menghadap Kevin. Kevin mulai mencium bibirnya secara liar dan melepaskan baju Kimberly. Kimberly hanya bisa pasrah dan mengeluarkan suara ******* yang membuat suasana menjadi semakin panas.


"Love you so much, my wife."


***


Stella sedang berbaring santai di kamarnya sambil memainkan handphonenya. Ia sedang memainkan game yang akhir-akhir ini sering Ia mainkan. Beberapa waktu yang lalu, Ia sempat mencoba menghubungi Trevor. Sudah berkali-kali Ia coba hubungi tapi tetap saja Trevor tidak mengangkatnya. Stella tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut karena Ia pikir kalau Trevor mungkin saja sedang sibuk dan tidak ingin bertelepon dengannya.


Stella kemudian merasa bosan karena memainkan handphonenya terus menerus. Ia kemudian mematikan handphonenya lalu memeluk boneka yang berada didekatnya. Stella terus memikirkan kejadian di club. Ia masih awam untuk hal-hal seperti itu. Bahkan itu pertama kalinya Ia datang ke club dan melihat keadaan disana.


Stella mengingat dirinya belum mandi kemudian mulai menyiapkan baju tidurnya. Ia juga mengisi bak mandi dengan air hangat juga dengan menuang sabun yang membuat bak mandi menimbulkan busa yang tebal. Wangi mawar mulai tercium membuat Stella semakin tidak sabar untuk masuk kedalam bak.


Stella iseng memfoto bak mandi yang mulai penuh lalu mengirimkannya kepada Trevor. Trevor bisa membalas pesannya saat dia sudah tidak sibuk lagi. Selesai memfoto, Stella menaruh handphonenya dan mulai melepaskan semua pakaiannya. Ia mengambil buku novel yang sedang dia baca lalu masuk kedalam bak mandi.



 Stella sangat menikmati kegiatan mandinya ini. Ini salah satu kegiatan favorit Stella jika dirinya sedang banyak pikiran. Stella membalikkan satu persatu halaman yang sudah Ia baca. Novel yang sedang Ia baca saat ini bercerita tentang sepasang kekasih yang berada di dua negara yang berbeda.  Stella sangat suka karakter utama wanita di cerita ini. Dia begitu pantang menyerah karena selalu berusaha untuk mencari cara agar bisa bertemu dengan kekasihnya.


Stella yang merasa airnya sudah tidak hangat lagi kemudian menaruh novelnya ditempat yang aman lalu membersihkan sisa busa yang masih menempel ditubuhnya. Setelah selesai, Stella memakai bathrobe miliknya lalu mulai mengeringkan rambutnya. Stella melihat Trevor masih belum membaca pesan yang dia kirimkan. Stella akhirnya memilih untuk tidur karena besok Ia harus kembali ke sekolah.


Stella mematikan lampu kamarnya lalu mulai menyelimuti dirinya dengan selimut berwarna putih bersih  yang cukup tebal. Saat Ia ingin memejamkan matanya, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Stella terpaksa untuk bangkit dari posisi nyamannya dan berjalan menuju pintu. Stella membukakan pintunya dan melihat Anastasya berdiri di depan pintunya.


***


"BERSULANG!" teriak Daniel sambil mengangkat gelas birnya.


Trevor dan teman-temannya ikut mengangkat gelas lalu bersulang. Malam ini Trevor sedang bertemu dengan teman-temannya. Mereka memang sering bertemu seperti ini karena mereka jarang bertemu di kampus karena jadwal yang berbeda serta tugas yang menumpuk. Trevor didatangi oleh teman perempuannya yang bernama Railey lalu mereka berbicara berdua.


"Kau masih berpacaran dengannya? Semua orang tau siapa dia, Trev. Tidak mungkin Ia bisa memuaskan hasratmu."


Trevor tersenyum tipis lalu memegang paha Railey yang tidak tertutup oleh kain. Railey memakai kaos lengan pendek dan juga hotpants ke bar malam ini. Cuaca malam ini cukup banyak sehingga banyak perempuan yang berpakaian sama dengan Railey. Railey tersenyum dan mulai mendekatkan dirinya.


"Kau mau mencari ruang kosong? Atau mungkin di mobil?" tanya Railey yang kemudian mencium bibir Trevor.


Teman-temannya sudah sangat hapal dengan sikap mereka berdua yang selalu selingkuh jika mempunyai pasangan. Mereka heran kenapa mereka tidak berpacaran saja. Setidaknya dengan hal itu mereka tidak menyakiti pasangan mereka masing-masing. Lihatlah, sekarang mereka meninggalkan bar berdua saja. Railey sesekali mencium Trevor dan pria itu sesekali meremas bokong Railey.


Di mobil, Trevor mencium Railey ganas dan mulai membuka pakaiannya. Railey terus mengeluarkan desahannya ketika Trevor mulai menciumi seluruh badannya. Railey melepaskan kaos yang dipakai oleh Trevor.


"Ahhh...."


Trevor memasukkan miliknya kedalam milik Railey. Railey yang berada diatas trevor mulai bergerak naik turun untuk mencari kenikmatan. Railey bergerak semakin cepat ketika dirinya hampir mencapai puncak.


Setelah selesai satu ronde, mereka langsung melanjutkan ronde kedua. Mereka tidak peduli dengan orang yang melihat mereka. Toh, Trevor memakirkan mobilnya di parkiran yang sepi karena sedikit jauh dari bar. Tanpa mereka sadari ada satu orang yang selalu memperhatikan mereka dan mengambil gambar mereka berdua lalu tersenyum tipis.


***


"Kau tau? Aku pernah meniduri kakaknya."


Railey yang sedang memakai pakaiannya kembali sontak melihat kearah Trevor. Ia tidak menyangka kalau Trevor berani senekat itu. Trevor yang sadar dengan tatapan Railey hanya tersenyum tipis.


"Dia menjebakku dengan memberikan obat perangsang. Aku tidak menyangka kalau dia menyukaiku hingga berani berbuat seperti itu. Aku menikmatinya tapi harus berpura-pura marah."


Railey mencium bibir Trevor sekilas lalu kembali duduk di kursinya. Trevor menyalakan mesin mobil dan mengantarkan Railey pulang ke rumahnya sebelum Trevor kembali ke apartemennya. Setelah sampai di apartemennya, Trevor membuka handphonenya dan melihat ada pesan dari kekasihnya.


Trevor tersenyum lalu membaca semua pesan yang dikirimkan oleh Stella. Ia sedikit merasa bersalah karena mengkhianati kekasihnya yang sangat baik kepadanya bahkan keluarganya sangat mendukung hubungan mereka tapi kebiasaan itu tidak dapat Trevor hilangkan sekeras apapun Ia mencoba.