
Eliana sudah dua hari tidak sadarkan diri di rumah sakit tempat dia dirawat, keadaan tubuhnya begitu lemas dan merasa sakit di dalam tubuhnya sehingga dia tidak bisa menahannya lagi dan memilih tidur panjang selama dua hari.
Diruangan tempat Eliana dirawat terdapat seseorang yang sedang menunggu dirinya untuk sadar dari tidur panjangnya.
Kenzo memerintahkan tangan kanannya untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan gadis yang berada di depan matanya ini.
"Kamu cari tahu apa yang terjadi dengan gadisku". ucap dingin Kenzo kepada Daniel.
"Baik Tuan". ucap Daniel yang langsung melaksanakan tugas yang diberikan sang atasan.
Selama 2 hari Kenzo tidak pergi ke kantor ataupun ke markas semua diserahkan kepada tangan kanannya karena dia tidak ingin meninggalkan gadisnya sendirian.
"Cepat sadar apa kamu tidak ingin melihatku apa kamu ingin tidak menceritakan apa yang terjadi selama 10 tahun terakhir?". ucapkan kepada gadisnya itu.
"Kamu tidak datang selama 10 tahun terakhir ke taman kota tempat di mana kita selalu cerita kamu tidak mengeluh lagi selama 10 tahun terakhir ini aku tidak tahu apa yang terjadi terhadapmu sehingga kamu menjadi seperti ini tapi, sekarang aku akan selalu menjagamu kamu tidak akan pernah lepas lagi dariku". ucapkan Kenzo dalam hatinya dia tidak ingin kehilangan gadis yang dia cintai lagi.
Kenzo menatap gadis itu begitu dalam dan penuh perasaan dia begitu ingin memeluk dan mencium setiap inci wajahnya sampai tidak terasa air mata seorang pria berdarah dingin menetes karena melihat sang pujaan hati begitu lemah tidak berdaya di hadapannya.
Rasa penyesalan karena menemukan gadisnya dalam keadaan seperti di hadapannya dia begitu sakit merasa gagal akan menjaga seseorang yang dia sayang setelah kematian ayah dan ibunya.
"Tuan". sapa Daniel kepada Kenzo yang berada di dalam ruangan tempat dia sekarang.
"Katakan". ucap Kenzo begitu tegas kepada Daniel.
Kemudian Daniel menceritakan mengenai kejadian yang sebenarnya selama 10 tahun silam bukan hal yang sulit untuk Daniel menyelidiki semuanya karena dia mempunyai beberapa mata-mata dan orang-orang kepercayaan yang dapat diandalkan untuk mencari informasi yang sulit sekalipun.
Daniel menceritakan dari awal 10 tahun yang lalu sampai pada saat malam di mana Eliana disiksa oleh Tuan Pratama yang menuntut Eliana untuk datang ke tempat di mana dulu pernah bertemu dengan Kenzo. Daniel juga menceritakan bahwa Eliana tidak dapat keluar dari kediaman Pratama setelah dia ketahuan bertemu dengan orang luar dan menceritakan apa yang dialami kepada Kenzo.
"Awasi kediaman Pratama dan awasi seluruh keluarganya". ucap Kenzo kepada Daniel yang begitu marah mendengar bahwa ayah sang gadis tidak pernah berubah kepadanya dan tetap memperlakukannya buruk sampai tega main tangan terhadap anaknya sendiri.
Rahang Kenzo mengeras dia begitu ingin menghabisi orang yang berani menyakiti gadisnya dan tega membuat pujaan hatinya terbaring lemah tidak berdaya seperti di hadapannya ini.
Setelah mendapat perintah dari atasannya Daniel langsung memerintahkan beberapa orang untuk mengawasi dan mengikuti kemanapun keluarga Pratama.
Kenzo membelai wajah Eliana dia menatap Eliana dengan sendu dan berharap bahwa Eliana akan cepat sadar dan melihat bahwa pria yang selama ini menunggu dirinya datang berada di hadapannya.