
Eliana merupakan Putri tunggal dari keluarga Pratama, dia tinggal bersama ayahnya dan ibu tirinya beserta kedua Kakak tirinya. Selama ini Eliana tidak diperlakukan baik ibu tiri dan kedua Kakak tirinya, bukan hanya itu saja Ayah Eliana juga selalu memperlakukannya buruk bahkan tidak pernah meliriknya sama sekali.
Sampai suatu hari Eliana difitnah oleh Kakak tirinya yang menuduhnya telah mencuri kalung kesayangannya.
"Aku tidak melakukan itu Ayah". ucap Eliana sambil menangis karena terkena pukulan dari ayahnya.
"Kamu bohong aku melihat sendiri kamu mengambil kalung kak Lia dari kamar itu". ucap Amelia yang sengaja mojokan Eliana.
"Dasar anak tidak tahu diri sudah bagus aku menampungmu di rumah ini tapi kamu malah mencuri barang-barang di rumahku". ucap Tuan Pratama yang begitu marah kepada Eliana.
Eliana Pratama diperlakukan buruk oleh ayahnya sendiri dia sering dipukul dan bahkan dihina oleh keluarganya itu. Eliana selalu mendapat cacian dan cemoohan dari ayahnya sendiri yang tidak menganggap Eliana ada di depan matanya.
"Sebagai hukumannya kamu malam ini tidur di gudang dan tidak mendapat jatah makan selama 3 hari". ucapan makanan dari tuan Pratama yang berlalu pergi meninggalkan ruang tengah.
Eliana hanya bisa menangis karena tidak bisa melakukan apapun dia tidak bisa melawan karena percuma dia akan mendapat hukuman lebih berat apabila tidak menuruti keinginan ayahnya itu.
"Rasakan kamu makanya jangan macam-macam denganku". ucap Lia yang menjambak rambut Eliana.
"Maaf kak aku tidak melakukan itu sungguh". ucap Eliana sambil menangis menahan rasa sakit akibat rambutnya ditarik oleh Lia.
"Sudahlah kali ya biarkan saja dia". ucap Amelia yang kemudian menarik Lia pergi dari ruang tengah menuju kamar mereka masing-masing.
"M.…bak baik nyonya". ucap pembantu itu yang hanya bisa tunduk kepada nyonya barunya itu.
"Maafkan saya nona Eliana saya tidak bisa membantu apa-apa". ucap bibi sambil membawa Eliana ke dalam gudang.
"Tidak apa-apa bi mungkin ini ujian untuk saya". senyum Eliana merekah kepada bibi itu karena Eliana memang murah senyum.
"Bibi doakan semoga nona Eliana segera mendapat kebahagiaan dan keluar dari neraka ini". doa dari bibi pembantu rumah tangga di kediaman Pratama.
"Amin terima kasih doanya Bi doakan saja semoga ayah berubah dan kembali seperti semula". ucap Eliana masuk ke dalam gudang dan bibi langsung menguncinya dari luar.
Eliana tidak diberi makan selama 3 hari membuat dia lemas dan memiliki penyakit maag kronis. Eliana tidak bisa melakukan apapun sesuai keinginannya karena dia tidak diberi hak untuk melakukan hal yang dia inginkan bahkan di harus tunduk kepada ibu tiri dan kedua Kakak tirinya.
Eliana hanya bisa pasrah dengan perlakuan yang didapat dari keluarganya sendiri. bahkan di umurnya yang sudah menginjak 20 tahun ini Eliana sama sekali tidak pernah mendapat perhatian dari ayahnya.
"Bunda kenapa kau tidak membawaku pergi bersamamu ke surga bahkan aku tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah terhadap putrinya". ucap Eliana sambil menangis meratapi nasibnya.
"Berikanlah aku kebahagiaan Tuhan aku juga ingin bahagia sama seperti orang-orang lainnya di luar sana apa aku tidak pantas mendapat kebahagiaan itu". ucap Eliana dalam hatinya berharap keajaiban akan segera menghampirinya.