
Debi melajukan mobilnya menuju markas besar tuannya. Kenzo memerintahkan untuk membawanya ke markas besar untuk mengurus beberapa pengkhianat dalam kelompok miliknya.
"Selamat pagi tuan". ucap para bawahan kencok kepada tuannya yang baru datang.
Kenzo tidak membalas sapaan mereka dia berjalan dengan angkuh dengan pesonanya yang tegas dan kejam sebagai pemimpin kelompok mereka.
"Mana Daniel?". ucap Kenzo menanyakan sang tangan kanan nya itu.
"Tuan Daniel berada di ruangan bawah tanah tuan". ucap penjaga yang bertugas di sana.
"Siapkan mainanku sekarang juga". Kenzo berjalan menuju ke dalam ruangannya.
"Baik Tuan". ucap sang bawahan kepada tuannya.
"Deb kamu urus perusahaan sementara waktu aku akan fokus terhadap beberapa masalah di markas". ucapkan Kenzo.
"Baik Tuan". ucap Debi yang kemudian diperintahkan Kenzo untuk mengurus perusahaannya.
Kenzo memang terkenal dengan kesadisan dan kekejamannya dalam memberantas para musuh yang berkhianat kepadanya. tidak pernah tanggung-tanggung Kenzo langsung membunuh orang yang berani berkhianat kepadanya.
"Sudah lama aku tidak bermain sepertinya akan seru menebas kepala mereka". ucap Kenzo dalam hatinya yang merasa begitu mod-nya tidak baik di pagi hari ini.
Kenzo berjalan menuju ruang bawah tanah di mana terdapat Daniel yang sedang menahan para musuh yang berkhianat kepadanya.
Tak...tak...tak... suara langkah kaki menggemak di sepanjang lorong menuju ruang bawah tanah. Aura Kenzo langsung terasa oleh para bawahan dan para musuhnya yang begitu pekat.
"Selamat datang tuan". ucap para bawahan Kenzo yang melihat tuannya datang mengunjungi ruang bawah tanah. Mereka tahu kalau tuannya sedang tidak merasa senang hatinya setia dia datang ke dalam ruangan itu.
Kenzo berjalan dengan angkuh menuju jeruji para pengkhianat yang di sana sudah terdapat Daniel yang sedang menunggunya.
"Selamat datang tuan". ucap Daniel menundukkan kepalanya kepada tuannya itu.
"Aku ingin bermain dengan mereka". ucap Kenzo dengan singkat.
Daniel langsung paham apa maksud dari tuannya itu dia langsung menyiapkan ruangan khusus tuannya untuk bermain dengan para musuhnya.
Tidak ada orang yang bisa menghentikan kegilaan seorang Kenzo karena apabila orang tersebut ikut campur maka dia akan menjadi sasaran selanjutnya dari kesadisan seorang Kenzo.
Kenzo menghabisi para musuhnya dengan sadis melampiaskan kekesalan dan amarahnya kepada musuh-musuh yang berada dalam tahanan itu.
"Daniel kamu ikut aku sekarang". ucap Kenzo yang melangkahkan kakinya keluar di dalam ruangan itu menuju ruang pribadinya untuk membersihkan diri dari darah segar yang mengotori tubuhnya.
"Baik Tuan". ucap Daniel mengikuti langkah tuannya.
"Kalian bereskan mayat itu berikan kepada Leon sudah lama tidak diberi makan daging manusia". ucap Daniel yang menyuruh kepada bawahannya untuk memberikan bangkai itu kepada hewan peliharaan Kenzo yang berada di dalam ruangan khusus.
"Baik Tuan". Daniel ucap para bawahan yang langsung melaksanakan tugasnya.
Daniel berjalan menuju ruangan Kenzo setelah membersihkan diri dari sisa noda darah para musuhnya yang telah dihabisi oleh tuannya itu.
tok.....tok.....tok.....
Ketukan pintu ruang khusus Kenzo yang dikutuk oleh Daniel.
"Masuklah". ucap Kenzo
Daniel berjalan menuju tempat tuannya dan kemudian memberi hormat kepada genjok.
"Daniel apa kamu sudah menemukan dia". ucapkan jauh yang langsung menanyakan apa tujuannya itu.
"Maafkan saya tuan saya belum menemukan titik terang keberadaan nona muda". jawab Daniel menunduk karena dia tidak bisa melaksanakan tugas dari tuannya.
"Sudah 10 tahun aku mencarinya bahkan aku menugaskan orang-orang ku untuk berjaga di sekitar taman kota tapi dia tidak pernah datang". ucap Kenzo yang merasa dirinya tidak bisa menemukan sang pujaan hati
"Saya yakin nona akan datang ke tempat itu Tuan". ucap Daniel meyakinkan tuannya bahwa sang nona muda akan datang menemuinya.
"Aku hanya memberikan dia kalung itu sebagai petunjuk bahwa dia adalah gadisku tapi dia tidak pernah datang sama sekali, entah apa yang terjadi kepada dia aku tahu kehidupannya rumit dan banyak masalah tapi dia tidak pernah mengeluh kepadaku bahkan saat umurnya 10 tahun dia begitu tenang dan tegar". ucap Kenzo dalam hati yang menerawang masa lalunya di mana Gadis itu selalu bercerita tentang kehidupannya kepada Kenzo akan tetapi dia tidak mengeluh dan berharap mendapatkan kasih sayang seorang ayah terhadap putrinya.