LITTLE GIRL

LITTLE GIRL
Pingsan



Eliana tetap duduk di sana meskipun udara dingin menerpa tubuhnya dan rasa sakit dalam dirinya dia tidak beranjak untuk pergi dari tempat duduk itu.


Para laki-laki yang dari tadi memperhatikan Eliana tidak beranjak dari tempat persembunyian mereka karena mereka belum yakin bahwa gadis di depannya adalah orang yang selama ini tuannya cari.


"Gadis itu sedari tadi duduk di sana apa mungkin dia sedang menunggu seseorang?". ucap salah satu pria yang memperhatikan Eliana.


"Entah mungkin hanya kebetulan saja akan tetapi lihat pakaiannya". ucap pria itu menunjuk ke tubuh Eliana yang kacau dan darah merambat pada pakaian Eliana yang berubah menjadi merah karena kebetulan Eliana memakai baju putih pada saat itu.


Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi kepada gadis yang duduk dini hari di taman kota dengan pakaian yang penuh darah. Mereka bergidik ngeri takut bahwa di depannya adalah makhluk halus.


Eliana sudah 3 jam duduk di kursi itu dan tidak mendapatkan siapapun yang menghampirinya tubuhnya merasa lemas kepalanya juga berkunang-kunang dia sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya lagi dan tidak sadarkan diri.


"Lihat dia pingsan atau tidur?". ucap salah satu bawahan kepada temannya itu.


"Aku juga tidak tahu kau lihat sana!". ucap salah satu temannya.


Mereka berjalan menghampiri gadis yang mereka maksud, setelah di depan gadis tersebut salah satu temannya menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah gadis tersebut.


Salah satu temannya tidak sengaja melirik kalung yang dipakai Eliana pria itu begitu terkejut melihat kalung itu.


"Ka...kalung itu merupakan barang yang bos berikan bukan kepada Gadis itu sebagai tanda pengenal". ucap salah satu temannya.


Mereka semua langsung melihat dan memperhatikan kalung yang dipakai gadis itu dan betapa terkejutnya mereka setelah melihat secara teliti kalung itu bahwa kalung yang selama ini bos mereka berikan kepada gadis yang dulu sering dia temui di tempat itu.


"Sebaiknya kau hubungi wakil ketua". ucap salah satu temannya.


Temannya segera menghubungi wakil ketua yang mereka maksud adalah Daniel sang tangan kanan Kenzo bos mereka.


Tidak lama setelah Daniel mendapatkan kabar dari bawahan yang bertugas untuk berada di pusat taman kota dia memerintahkan agar membawa Gadis itu secepatnya ke rumah sakit milik Kenzo.


tok...tok...tok...


Pintu kamar Kenzo diketuk oleh Daniel dia tahu bahwa tuannya sedang beristirahat akan tetapi hal ini harus segera disampaikan kepada bosnya.


Tidak lama kemudian pintu terbuka dan menampakkan Kenzo dengan wajah gelapnya yang menandakan dia begitu marah karena tidurnya terganggu oleh sang tangan kanannya.


"Kau menggangguku Daniel". ucap Kenzo yang begitu dingin dan menatapnya dengan tajam.


"Maafkan saya tuan". ucap Daniel yang begitu gugup menghadapi bosnya yang begitu marah karena tidurnya terganggu.


Kenzo berjalan menuju ruang kerjanya dia tahu bahwa apabila tangan kanannya mengganggunya pada saat jam istirahatnya ada suatu hal yang begitu penting yang harus disampaikan kepada dirinya.


"Kalau sampai tidak penting kau akan kehilangan nyawamu". ucapkan Kenzo yang duduk di kursi kebesarannya.


Daniel hanya bisa meneguk salipannya dengan susah payah karena aura tuannya yang begitu tidak ingin diganggu.