LEMORRA

LEMORRA
Skylicer Argantara?



Hai lama ni ngga up hehe


Jan lupa tinggalkan jejak yaaa😊😍


Empat pemuda berjalan santai menatap jalanan yang ramai akan kendaraan berlalu lalang. Nio menatap gedung pencakar langit menatap tulisan itu intens, terselip nama belakangnya, ya Argantara tepatnya Argantara company.


"Apa bener tu gedung punya keluarga gue." Nio masih menatap gedung itu nyalang.


Lamunannya buyar Adit menarik tangannya berbelok menuju Bernard University.


"Nyo lu sebenernya siapa si?"Gibran menelisik menatap Nio.


"Ya gue Nio, Arsenio Zayanza Argantara."Nio berucap santai tanpa kecanggungan.


"Ya gue tau maksudnya jati diri lu siapa, semalem gue ngga sengaja liat Black Crad di lemari lu, tu lemari udah buka lo ya bukan gue."tanya Gibran memastikan.


"Black Crad? salah liat kali lu" Adit meyakinkan sedikit canggung. Ia mulai mengerti akan pertanyaan temanya.


"Kaga mungkin gini gini gue ngerti bentukan Black Crad." Gibran tetap kukuh pada pendirian nya.


"Udah udah noh dah sampe gerbang." sahut Adit melerai Nio dan Gibran.


Nio bernafas lega"Untung si Adit nyahut."


Empat pemuda tersebut memasuki kampus, di sambut dari berbagai tatapan mulai dari ucapan sapa dan caci maki di pagi hari. Mereka hanya acuh tak acuh pada orang yang sesekali menghinanya, menjadi mahasiswa kalangan bawah membuat orang menatapnya sebelah mata.


Tak ambil pusing Nio dan tiga temannya memasuki kelas dan duduk di bangku masing masing.


"Huftt.. kadang suka kesel gue sama tatapan tu orang."Gibran terduduk lesu sambil membuang nafas kasar.


"Udahlah, kalo lo nanggepin tu orang dia entar malah tambah suka ganggu kita."


Nio hanya diam memikirkan pagi harinya yang mulus tanpa gangguan gadis yang sering menyatakan cintanya, ya dia Amma."Tumben tu cewek kaga muncul "batinnya sedikit heran.


Tak berselang lama dosen pun datang dan menjalankan perannya.


Jam istirahat tiba semua orang berhamburan keluar kelas. Ada yang ke kantin, perpustakaan dan toilet.


Nio memilih berjalan santai menuju perpustakaan mencari buku tentang pelajaran yang di jelaskan dosennya. Tiga temannya tak ikut mereka memilih mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum pergi ke perpustakaan.


Dua buku di ambilnya kemudian duduk di kursi yang sudah di sediakan. Memulai membaca sesekali menulis yang menurut nya penting.


5 menit kemudian tiga temannya datang dengan gaya cool nya. Adit membawa sebungkus roti dan minuman dingin di genggamnya.Nio mendongak menatap tiga temannya kemudian kembali menatap buku di depannya.


"Gue bawain roti sama minuman dingin doang"Ucap Adit meletakkan bawaannya di samping Nio.


Nio hanya mengangguk menanggapi"Lo kaga nyari buku?" Nio mendongak menatap Adit.


"Kaga gue besok aja"Balasnya santai dan duduk di sebelah Nio.


Nia kembali mengangguk dan meneruskan membaca dengan dunianya sendiri. Tak beda dari Gibran dan Altaf mereka mencari buku sesuai dengan perintah dosen. Namun Gibran mengedarkan pandangannya dalam rak khusus sejarah kampusnya itu. Tangannya mengambil buku bersampul merah kemudian membuka satu persatu halaman dalam buku tersebut. Matanya membulat sempurna membaca tulisan bertinta hitam itu.


Kemudian menatap satu persatu temannya kemudian menetap saat memandang Nio. Gibran berjalan kearah Nio menarik kursi dan duduk di sampingnya.


"Nyo lihat ini deh, ini nama lo kan"Tanya Gibran menunjuk satu nama tersebut.


Nio menatap Gibran kemudian beralih menatap buku tersebut."Arsenio Zayanza Argantara anak dari Skylicer Argantara."Gumamnya.


Glek!


Nio menelan saliva susah"Mau gue jelasin dari mana ini" batinnya menatap Gibran.


Adit dan Altaf menatap buku yang di tunjukkan Gibran kemudian menatap Nio seolah menyuruhnya memberi jawaban.


Nio menghembuskan nafasnya kasar."Gue emang anak Skylicer Argantara."ucapnya pelan.


Like😍