
"Saya adalah-sudah sampai tuan"potongnya cepat,Beatrix membuat pintu mobilnya diikuti oleh Nio.
Nio dan Beatrix berjalan beriringan memasuki cafe.Beatrix memilih ruangan VIP agar tak ada yang mengganggu bicaranya, kemudian mendudukkan boko*g di kursi. Tak lama seorang pelayan menghampirinya.
"Selamat malam tuan, mau pesan apa?" bertanya ramah dengan buku kecil di tangannya.
"Kopi hitam tanpa gula, anda mau apa tuan"ucapnya menoleh pada Nio.
" Coffee latte"balas Nio cepat.
"Baiklah mohon di tunggu tuan"Kemudian berbalik badan meninggalkan ruangan VIP.
"Paman anda mau bicara apa? sepertinya sangat penting"
"Tentu sangat penting tuan, saya akan memberi tahu identitas anda sebenarnya."
Nio tak menjawab, bibirnya terasa kelu tak mampu tuk berucap.
"Anda pasti penasaran tuan"ucap Beatrix menyunggingkan senyum.
Tiba tiba pelayan masuk tanpa permisi dan menghidangkan minuman yang di pesan Beatrix dan Nio.
"Apa kau tau sopan santun, masuk tanpa permisi ck mengganggu kenyamanan saja"Komentar Beatrix.
"Maaf tuan saya tak akan mengulangi nya lagi,saya permisi tuan"sesalnya meninggalkan ruangan tersebut.
"Bisa anda lanjutkan Paman"Tawar Nio yang masih di di landa penasaran.
"Tentu tuan"balas Beatrix sedikit menyeruput kopinya.
"Tuan apa anda tau asal usul nama Argantara pada diri anda?
Nio hanya menggelengkan kepalanya tak tahu.
"Anda harus tau yang sebenarnya tuan"
"Bisa paman jelaskan secara rinci"
Beatrix menghela nafas"Tuan saya sudah mencari anda 19 tahun lamanya,saya pernah menemukan anda namun jejak anda hilang begitu saja seperti ada orang yang sengaja menutupinya. Anda adalah anak Tuan besar Skylicer Argantara dan juga cucu King Argantara."
Nio menenggang kaget bukan main ia bertemu orang yang tau akan jati dirinya. Dia menatap mata Beatrix intens mencari tahu apakah ada kebohongan terpancar di matanya.Namun nihil ia tak menemukan adanya kebohongan di mata Beatrix.
"Bisa anda terusan paman?"
"Ya, Skylicer Argantara itu nama ayah anda dan Vania Kayleigh adalah ibu anda, anda juga mempunyai kakak laki-laki yaitu Derovano Atmaja Argantara. Saya tahu anda telah di asuh oleh Aron Obrey ayah angkat anda. Tapi apakah anda tahu jika Aron Obrey adalah salah satu anak buah tuan besar Sky?"
Nio mengingat ngingat Aron pernah mengatakan ia tak tau orang tua kandungnya.
"Apa anda berpikir Aron tak mau mengatakan yang sebenarnya tuan."
Nio mengangguk membenarkan, ia berpikir Aron telah menipunya.
"Anda salah besar tuan, dulu di masa lalu Aron mengalami kecelakaan besar mengakibatkan dia mengalami hilang ingatan."
"Dari mana anda mengerti paman, bahkan saya tidak mengetahui nya."
"Tuan muda saya adalah tangan kanan tuan besar ,mudah bagi saya mengetahui nya."
"Paman, eumm apakah tuan Sky masih hidup?"
"Kenapa tuan muda memanggil nya tuan?" Beatrix heran ,ia sudah memberi tahu jikalau Skylicer adalah ayahnya.
"Paman seorang ayah tak akan membuang anak nya."Nio tersenyum miring menatap Beatrix.
"Anda salah besar tuan muda. Musuh mengincar anda waktu anda masih bayi merah tuan, kami terpaksa menitipkan anda."
Nio menatap Beatrix sinis."Sama saja, tuan Sky membuang saya."
"Saya paham tuan muda. Anda tidak gampang menerima takdir ini."
"Ya, memang takdir ini kejam."Jadi boleh saya pulang?"Nio semakin bosan akan cerita Beatrix.
"Eumm baiklah tapi, anda bawa Black Crad ini tuan. Ini berguna bagi anda untuk membeli sesuatu."Beatrix mengeluarkan Black Crad dari sakunya dan menggeser menyerahkan nya kepada Nio.
"Apakah anda yakin uang dalam Black Crad ini cukup untuk membeli sesuatu yang saya inginkan?"Nio menantang Beatrix,ia ingin tau reaksi tangan kanan ayahnya itu.
Beatrix tersenyum simpul"Anda jangan risau tuan muda. Bahkan lebih dari cukup, anda pun bisa membeli apartemen."
Nio menatapnya Beatrix datar. Jawaban Beatrix tak sesuai ekspektasi nya."Baiklah saya simpan."
Nio memasukkan Black Crad tersebut di saku celananya"Terimakasih paman Beatrix Park."
"Saya permisi paman"Pamitnya kemudian berdiri meninggalkan Beatrix."
"Ck tuan muda sedikit keras kepala."
Nio sampai di kostnya ia pun mengetuk pintu dan sedikit berteriak"Diittttt Taffff brannn buka pintu oy gue mau masuk ."Tak ada jawaban ia pun menggedor pintu kotsnya.
Namun nihil pintu kost nya tak terbuka melainkan kamar tetangga terbuka lebar"Eh mas kalo teriak-teriak ingat jam ye noh jam berapa sekarang"
Nio meringis menanggapi tetangga nya itu.Tak lama pintu kostnya terbuka munculah Adit yang sedang mengucek mata.
"Udah balik nyo."
Nio memutar bola mata malas"Belum lagi di jalan."
"Minggir gue mau masuk."Adit berbalik badan disusul Nio memasuki kamar kostnya.
Adit dan Nio duduk di depan kasur yang di tempati oleh Altaf dan Gibran."Gara-gara lu gue ngga ngantuk lagi ni"Adit menyibak kan rambutnya pelan.
"Ko gue"Tunjuk Nio pada diri sendiri.
"Lu si pulang malam amat."
"Hehe."
Adit memutar bola matanya malas."Lu tadi sama siapa si tumben."
"Ohh dia tu kerabat ayah gue."
"Tapi lu keknya baru kenal."
"Iya gue emang baru kenal."
Nio memegangi perutnya"Dit lu laper kaga?"
Adit menggeleng kan kepalanya"Kaga, masak mie lagi sono."
Nio menatap Adit lesu"Ya kali gue mau makan mie lagi."
""Terserah lu, adanya cuma mie doang."
"Gue mau ajak kalian jalan nyari makan ku mau kaga."
Adit menatap Nio heran"Lu punya uang?"
"Tenang gue punya..