
Selamat Membaca....😊😊
jangan lupa like ,komen biar author makin semangat.
Thor ini masih pelajar 😊
Â
"Gue lagi masak mie!!"teriak Nio bergegas ke dapur.
Nasi sudah menjadi bubur dan Mie Nio pun sudah gosong. Nio pun mematikan kompor dan mengangkat gagang panci tersebut.
"Duh mana bolong lagi , ni panci kemaren Gibran pinjem tetangga."gumam Nio sambil menatap panci angus itu.
"Yo, gimana pancinya aman kan?"tanya Gibran menghampiri Nio."Hehe bolong Gib."jawab Nio. "Bo-bolong?"tanya Gibran memastikan.
"Iya."balas Nio menyengir kuda."Wah parah lu mana tu panci gue pinjem tetangga lagi."Nio hanya cengengesan"Lu tenang aja nanti gue ganti kok."ucap Nio.
"Duit dari mana gue buat gantiin ni panci"lanjutnya bergumam.
"Oke deh."kata Gibran memutar balikkan badannya.
••••••••••••••√√•••••••••••••••
Di lain tempat seorang gadis tengah menuruni tangga rumah mewah nya."Pagi bi."sapanya pada pelayan rumahnya.
"Pagi juga non."jawab para pelayan pada gadis tersebut.
Ammara Anandia Lemordriz seorang gadis peria dan manja, berdarah campuran. Anak dari Gerry Lemordriz dan Clara Victoria , Amma memiliki adik laki-laki yaitu Gerallio Neandro Lemordriz.
"Mommy mana bi." tanya Amma pada salah satu pelayan.
"Nyonya lagi di taman belakang non."jawab bi Asih kepala pelayan.Amma hanya mengangguk kan kepalanya.
"Si Nean kemana si."Amm celingukan mencari adiknya itu.
" Bwhaaaa!!."teriak Nean muncul di blakang Amma.
"Eh ayam kepentok."kaget Amma membalikan badannya"Iihh Nean kakak kaget tau."ucapnya mengerucut kan bibirnya.
Si pelaku hanya cengengesan menatap kakaknya."Kakak si celingukan ngga jelas,nyariin gue ya? kangen sama adek yang paling ganteng ini."ucapnya membanggakan dirinya,Amma hanya memutar bola matanya malas.
"Ngapain kakak kangen sama kamu,yang ada bosen kali"
"Gini-gini gue School Prima Donna"
"Yeye si paling primadona sekolah"nyinyir Amma berjalan meninggalkan Nean.
"Ka lu tadi ngapain nyari gue?"tanya Nean memandang kepergian kakaknya."Oh iya lupa"Batin Amma membalikan badannya.
"Minimal masi muda jangan pikun lah"sindir Nean pada Amma.
"Kamu ngejek kaka?"Amma menatap Nean berkaca-kaca.
Nean yang sadar pun langsung menghampiri Amma"Ko gue lupa kalo kakak gue ini manja sih"batinnya.
"Oh ngga,tadi lidahnya kepeleset iya kepeleset"lanjutnya tersenyum kaku.
"Bener?"Nean pun mengangguk."Gimana kalo gue beliin es krim sama kulkasnya?tawarnya pada Amma.
"Gamau udah ada tu di dapur"ucap Amma menunjuk dapur menggunakan bibirnya.
Nean berpikir keras apa yang kakaknya belum punya "Kalo coklat tiga kardus"tawarnya kembali.
"Ko dikit, tapi gapapa deh coklat kakak tinggal dikit"balas Amma. "Oke."
"Lu inget kaga mau ngomong apa sama gue?"tanya Nean kembali.
"Nanti anterin kakak ya soalnya kan jarang ada yang tau kalo kita ade kakak, jadi biar kaya orang pacaran"pintanya menyengir kuda.
"Cuma itu?"
"Heeh tapi bawa motor yang biasa aja ya"
"Iyaa yang penting ngga ngelempar gapura"
ucapnya berlalu. Amma hanya memandang Nean datar dan juga berlalu.
••••••••••••••••°°°°°°°°°•••••••••••••••••
Di kost Nio dan yang lainnya akan berangkat ke Bernard University dengan berjalan kaki. ya berjalan kaki karna alasan uang .
Empat pemuda berjalan santai menikmati pemandangan kota Xan'y di pagi hari , Gedung menjulang tinggi mencakar langit kadang Nio berpikir bagaimana rasanya menikmati pemandangan dari lantai paling atas itu. Mata Nio dimanjakan dengan pemandangan tersebut namun matanya menangkap tulisan di tengah gedung itu.
"Ah tapi ngga mungkin lah"ucapnya spontan.
"Lu ngomong sama siapa yo? tanya Adit menelisik Nio ."Iya lu ngomong sama siapa?"pandang Gibran dan Altaf.
"Ah ngga refleks tadi"ujarnya.
"Yo nama lu Argantara kan?tanya Gibran.Nio mengangguk.
"Ko gue ngerasa lu mirip King Argantara si"sambung Adit Altaf hanya menyimak tak minat berbicara.
"King Argantara?siape?"
"Lu kaga tau?tanya Adit.
"Pemilik Argantara company orang tajir melintir dia juga yang punya Bernard University" terang Adit.
"Dia juga besannya Leon Smith tajir melintir sultan kota sebelah"sahut Altaf angkat bicara.
"Gue kenal kalo Leon Smith, asal kota gue tinggal"ucap Nio.
Tak terasa asik bercerita mereka sampai di Bernard University. Gerbang menjulang tinggi menyambut mereka seorang satpam membuka pagar tersebut .
Merekapun masuk dan berjalan menuju arah masuk, di sebelah kanan mereka adalah parkir mobil dimana mobil-mahal terparkir di sana.
"Suatu saat gue bakal beli mobil kek gitu"ucap Nio pada temannya sambil bergurau.
"Ga usah mimpi yo, tu mobil paling pojok harganya hampir 3 miliyar yang tengah warna biru Lamborghini A*entad*r warna merah 8,7 miliyar jadi pikir-pikir dulu lah" terang Gibran.
"Hemm hooh tenan"jawab nya menggunakan trend itu.
"Hahaha gue mana mungkin bisa beli lah Gib orang bisa makan aja udah bersyukur"kata Nio tersenyum.
Mereka pun kembali berjalan memasuki pintu utama kampus, ya keberuntungan mereka mendapatkan ruangan kelas yang sama.
•••••°°°°•••••
1 Bulan sudah ada geng yang membuly mereka yaitu Jeck ,Jeon,Joe,dan juga James atau di kenan dengan empat J,tak ada yang berani membela Nio dan tiga temannya karna ayah Jeck adalah Manager kampus jadi tak ada yang berani menghalangi Jeck berbuat semena-mena .
Semua bermula dari gadis yang sedang berlari mengejar Nio ya dia Amma gadis yang tergila-gila pada Nio.
"Nio lamar aku dong!"teriaknya kemudian berhenti karna kelelahan mengejar Nio.
Nio kabur ntah kemana meninggalkan tiga temannya.ia tak ingin bertemu Amma karna gadis itu akan terus menempel kepadanya bagai benalu.
Pov Nio
Nio berlari secepat mungkin menghindari kejaran gadis yang terus memanggil nya ,ia kemudian berbelok ke tempat pembuangan sampah. dan terbukti Amma berhenti mengejar nya.
Dia berjalan kembali menuju kelasnya"Untung gue ngga sekelas sama tu cewek"Batinnya melewati rombongan Jeck.
"Hey kurap lun jangan berani dekati Amma ,kalo ku sampai berani gue beri lu pelajaran"ancam Jeck menarik kerah bajunya.
"Gue ngga deketin dia, dia sendiri yang nempel sama gue"balasnya datar.
"Lu berani sama gua hah!" ucap Jeck lantang.
Nio hanya diam dan melepas tangan Jack yang mencengkram kerah bajunya.kemudian ia pun berlalu.
"Awas lu Nio si kurap!"teriak Jack keras.
"Ck sampah"batin nya tersenyum devil.
Nio berjalan mendekati tiga temannya itu "Woy bro"sapanya.
"Lu dari mana?" tanya Gibran .
"Biasa si Amma"jawabnya .
" Amma cantik kenapa lu ngga tembak aja , dia juga suka sa-"belum sempat menyelesaikan ucapannya terdengar suara dari samping.
"Hay Nio Kekampus nyari ilmu bonusnya ketemu kamu"ucapnya sambil tersenyum semanis mungkin ,temannya yang memandang Amma pun heran.
"Ha?"
Bersambung...
•••••••••••••••••••••
kapan kapan lagi oke
"