
"Iya tuan ayah angkat anda menghilang beberapa hari yang lalu, ada yang sengaja menculiknya tuan"Beatrix mengucapkan sambil membuang napas kasar.
Deggg
"Apa!"Nio kaget bukan main, bagaimana bisa ayah angkatnya yang handal akan bela diri bisa diculik.
"Tidak mungkin paman ayah saya sangat handal bela diri, motif apa penculik menculik ayah saya?"Nio berbicara santai namun hatinya panik bukan main.
"Tuan muda kemungkinan besar, Aron di culik oleh pesaing tuan Sky"
"Pesaing?"Nio heran untuk apa pesaing Tuan Sky menculik ayahnya.
"Iya tuan maaf, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci di telfon ini sebaiknya kita bertemu esok"
"Baiklah atur jam dan hubungi saya"Nio pun pamit dan memasukkan handphone dalam sakunya.
Nio berjalan keluar toilet menuju mejanya. Tiga temannya tengah asik makan tak mengetahui keberadaan nya.
"Lu lama amat ke toilet"Celetuk Gibran yang mengetahui keberadaan nya.
"Iya tadi perut gue mules hehe"Nio cengengesan sambil memegangi perutnya.
Merekapun kembali melanjutkan makannya sambil bercerita. Satu yang sedari tadi hanya diam ya Altaf si cool.
Nio beranjak hendak membayar makanannya"Gue bayar bentar."
"Oke"
Nio berjalan kekasir tatapan sinis didapat nya"Ck tu mata sinis amat dah mentang mentang gue pake baju kek gini"
"Dengan meja nomor berapa tuan?"tanyanya ramah.
"Nah yang ini ni ramah"batinnya."Meja nomor enam"Lanjut Nio sambil menyerahkan Black Card nya.
Mata pelayan yang melihatnya membulat sempurna.
"Pakaiannya seperti orang biasa tapi punya Black Card emang orang kaya sekarang kalo gabut beda"batin para pelayan.
Pelayan yang melayani pembayaran pun mengambil Black Crad nya"Password nya tuan"Ucapnya sambil menyodorkan alat pembayaran tersebut.
Setelah dirasa selesai Nio pun membalikan badannya dan berjalan menuju tiga temannya.
Pelayan tersebut mengamati kepergian nya"Emang casing sama dalemnya beda"batinnya geleng-geleng kepala.
Para karyawan menunduk hormat menandakan ia adalah orang penting. Tak beda dengan nya seorang dengan balutan jas hitam menyambut nya sambil tersenyum, panggil aja Roby.
"Akhirnya anda kembali tuan."
"Tentu aku akan kembali, belasan tahun aku tak menginjak kan kakiku di perusahaan ini"Balasnya.
"Mari tuan saya antar anda ke dalam ruangan anda."Ucap Roby mempersilakan.
Dua orang berjalan dengan wajah tegas memasuki lift. Menekan tombol dan tak lama lift mulai bergerak ke atas.
Ting
Lift terbuka menuju lorong yang tak terlalu panjang. Roby membuka pintu mempersilahkan atasannya itu masuk.
"Mari tuan, ruangan anda ini tak ada yang berani untuk mengubah nya."
Ia terkekeh"Ini terlalu berlebihan."
"Tentu saja tidak tuan, namun anda akan di hidangkan dengan beberapa berkas esok hari."
Ia hanya mengangguk"Baiklah kau sekarang boleh kembali ke ruangan."
Roby pamit kemudian berbalik meninggalkan ruangan atasannya itu. Melihat Roby pergi ia berjalan melihat lihat ruangan nya.
"Harus nya alat itu masih ada"Batinnya menelisik setiap celah ruangan.
"Ck! kenapa aku bisa lupa menaruh nya."Gumamnya.
Tak berselang lama ia berhasil menemukan alat yang di carinya"Yahk ketemu"Ucapnya tersenyum.
Ia duduk mengamati alat yang di pegang nya"Apakah ini masih berfungsi"ucapnya pelan.
Tok tok tok
"Permisi tuan Aron
Haiiii mohon dukungan nya ya😇
Jan lupa Voteee Hadiah and like
sampai jumpa di part selanjutnya