LEMORRA

LEMORRA
Liontin



Di lain tempat,seorang pria mendongak menatap gapura tersebut,ia Nio dia telah sampai di Panti Asuhan Bunda.


Seorang satpam menghampiri nya"Mau cari siapa mas?"tanya satpam tersebut.Nio pun tersenyum "Cari ibu pantinya ada ngga mas?"


"Ooo ada,mari"Sang satpam pun mengajak Nio memasuki Panti.Nio memandang sekitar banyak sekali anak-anak mulai dari balita,sampai gadis pun ada.


Nio di bawa oleh satpam di sebuah ruangan,ada beberapa buku berjejer rapi.


"Bentar mas saya panggil ibunya dulu"Kata satpam. Dan Nio pun kembali mengangguk.


Satpam pun hilang dari pandangan di gantikan oleh ibu yang berumur setengah abad itu.


Nio pun berdiri dan menyalimi ibu tersebut."Saya Nio Bu"Ucap Nio sambil tersenyum."Saya Jumilatun , panggil aja Bu Jumi."


"Jadi ada perlu apa nak Nio?"lanjutnya.


Nio pun menjelaskan apa yang di ceritakan oleh ayah angkatnya itu,Bu Jumi hanya mengangguk memahami cerita Nio.


"Jadi begitu buk,apa ada orang yang tau siapa yang meletakkan saya di depan gerbang Panti bu."tanya Nio mengakhiri penjelasan nya.


Bu Jumi terdiam sejenak"Maaf nak ibu tak pernah dengar ada laporan seperti yang di jelaskan nak Nio tadi."ucap Bu Jumi tak enak.


Nio yang mendengarnya pun menjadi lemas tak ada informasi yang di dapatnya,ia hanya mempunyai Liontin yang menggantung di lehernya sebagai alat untuk mengetahui siapa dirinya.


Setelah bercerita dengan Bu Jumi ia pun akhirnya pamit untuk mencari informasi tentang nya.


Nio keluar dari panti ia memandangi jalanan , lelah,letih itulah yang di rasakan nya.


"Gue cari kontrakan ajalah"Nio pun merogoh sakunya dan mengambil handphone bututnya mencari kontrakan yang setara dengan kantong nya.


Setelah mengotak ngatik handphone nya ia menemukan kontrakan murah dan juga dekat dengan kampus nya.


Ya Aron ternyata sudah mendaftar kan Nio di Bernard University di kota Xan'y melalui jalur beasiswa.


Nio adalah pria jenius, berkulit putih bersih tinggi bermata coklat dan juga rambut hitamnya yang pekat.ia dulu menjadi primadona di SMA nya ,namun ada juga yang membencinya karna merasa tersaingi.


Nio memilih untuk berjalan karna kontrakan dengan Panti hanya berjarak sekitar 500 meter.


Nio berjalan melewati gang sempit mobilpun tak muat jika melewati gang tersebut,ia melirik jam tangan pemberian Aron dulu.


Jam menunjukan pukul 5 sore,ia berjalan sambil menyanyikan lagu favoritnya.


Tiba-tiba ada empat pemuda menghalangi jalannya"Bagi duit lu."bentak si botak kepada Nio.


"Saya ngga punya bang."Bac*t cepet bagi nggak ,kalo kagak gue habisi lu."Nio hanya menggeleng kan kepalanya.


Sang copet yang kehabisan kesabaran pun mulai menendang perut Nio,belum sempat mengenai perutnya Nio sudah berhasil menghindar."pinter juga lu."ejek si botak.


Nio hanya tersenyum sinis"Maju lu semua udah gak ada waktu ni gue."ucap Nio.


"Dasar masi bau kencur udah belagu lu."kata si gendut."Serang!"Lanjut nya sambil berteriak.


Mereka pun mulai menghajar Nio namun tak ada yang bisa menyentuhnya,Nio menghindar tanpa membalas serangan.


Nio tersenyum sinis"sekarang giliran gue."ucap nya mulai menghajar satu persatu preman tersebut.


Nio begitu lihai dan gesit akan bela dirinya,ia dulu di latih oleh Aron langsung.


"Am-ampun bang"ucap salah satu preman.


"Ck baru segitu doang, cepat pergi dan jangan ganggu orang-orang lagi atau lu berurusan sama gue."


Mereka pun lari terbirit-birit Nio membersihkan debu yang menempel di wajahnya.


Di balik pos kamling ternyata ada tiga pemuda yang menontonnya bertarung tadi,mereka tak berani menolong karena empat preman tersebut terkenal akan kebengisan nya ,namun mereka di kalahkan oleh satu orang pemuda yaitu Nio.


Tiga pemuda tadi menghampiri Nio,"Lu ngga papa kan?"tanya salah satu dari mereka.


"Gue gapapa."Oh ya gue sama temen-temen gue tadi liat lu berantem sama preman tadi,tapi maaf kita gabisa bantu karna mereka itu brutal."tambahnya.Nio pun hanya mengangguk.


"Gue Aditya Mgherta panggil aja Adit"ucapnya mengenalkan diri."Gue Gibran dan samping gue ini Altaf."lanjut temannya."Gue Arsenio Zayanza Argantara kalian bisa panggil gue Nio." Balas Nio. Adit,Gibran,dan Altaf hanya mungut-mungut menanggapi .


"Btw lu mau kemana?tanya Adit.


"Gue nyari kontrakan yang deket sama Bernard University"Jawabnya."Lu mau ngontrak?tanya Gibran. Hanya di balas anggukan oleh Nio.


"Lu ngontrak bareng kita aja ,satu kamar biasanya ada empat orang tapi kita baru tiga orang,gimana lu mau kaga?jelas Gibran memberi penawaran.


Nio langsung mengangguk kan kepalanya langsung menyetujuinya,lagian dia males kalo panjang-panjang toh.


Nio pun di ajak Adit dan yang lainnya menuju kontrakan nya.Sesampainya di kontrakan Adit mengajaknya ke ibu kos.


"Buu permisi."kata Adit agak keras.Tak berselang lama pintu pun terbuka munculah wanita gemuk dengan dandanan menor nya.


"Mau apa kalian kesini dan ini siapa."tunjuk Bu kost pada Nio."Saya Nio Bu."ucap Nio


"Ini temen saya Bu mau ngekost bareng kita di kamar c."sahut Gibran.


"Baik,tapi inget bayar tepat waktu!"ucap Bu kost memasuki rumahnya.


Nio dan yang lainnya pun menuju kamar c ,tiba di depan nya Adit pun membuka pintu kamar tersebut.Di dalamnya ada Kasur berukuran besar cukup untuknya dan juga tiga teman barunya itu,ada televisi kecil,empat lemari box,kamar mandi dan juga dapur kecil-kecilan yah cocok lah dengan harganya yang murah.


"Yo itu lemari lu."tunjuk Altaf pada lemari paling pojok. Nio hanya mengangguk kan kepalanya.


"Lu ngga usah canggung gitu kali."ucap Gibran terkekeh.


Nio pun menuju lemarinya dan memasukkan pakaian nya."Oh ya nanti gue bayarnya gimana?"tanya Nio pada temannya yang sedang tiduran sambil menonton TV itu.


"Kita bayarnya iuran."balas Gibran. Nio mungut-mungut mengerti iya kan.


Ia pun berjalan ke kasur dan ikut berbaring sambil menonton sepakbola kesukaannya.


Jam menunjukkan pukul 8 Malam ia pun tertidur karena kelelahan.Jam terus berputar dan hari pun berganti tak terasa hari ini ia akan mulai belajar kembali sebagai mahasiswa.


Pagi-pagi ia bangun dan mandi terlebih dahuli, setelah selesai ia pun membangun kan teman-teman nya.


"Tong tong tong woy lu pada bangun uyy jam tuju ni."ucapnya sambil memukul-mukul wajan berpanta* hitam.


Merekapun mengeliat dan mulai membuka mata."huaaaa eh eh ko ini bau gosong"kata Altaf memastikan penciuman nya.


"Gue lagi masak mie!!"teriak Nio bergegas ke dapur.