Last Love

Last Love
Pertengkaran



Menangis lah, karena air mata bukan tanda kekalahan. Tetapi bukti bahwa kita masih memiliki perasaan.


-Bianca Maharani


Raffa keluar dari kelasnya setelah mendengar bel istirahat berbunyi dan melangkahkan kakinya menuju kantin bersama dengan diky. Saat mereka berada dikantin, kantin tampak ramai dan banyak siswa yang mengelilingi satu meja.


Saat bianca sedang memakan bakso nya tiba tiba ada seseorang yang menyiramnya dengan air.


"ehh lo cewe centil berani berani nya ya lo deketin raffa lo tu cuman cewe murahan gak pantes deket deket raffa, asal lo tau raffa itu cuman punya gue lo ga berhak deket deket dia" bianca yang sudah sangat emosi mendorong cewe yang ada dihadapannya.


"ehh lo kalo ngomong dijaga ya yang murahan itu elo bukan gue, gue gak pernah deketin raffa kalo lo ngaku pacar nya dijaga dong pacar nya jangan sampai pacar lo ngelirik cewe lain" Bianca yang tersulut emosi ingin sekali menjambak rambut cewe yang ada di hadapan nya.


Plaaakkk


"Lo gak berhak ngatain raffa, dasar cewe murahan kalo diliat liat lo sama aja kayak *******" ucap nya sinis.


"berani berani nya lo nampar muka gue dengan tangan kotor lo itu" bianca yang sudah emosi langsung menjambak rambut cewe yang ada didepannya.


Raffa melihat bianca berkelahi langsung melerai mereka berdua "BIANCA, MAYA SUDAH kalian ngapain jambak jambakkan"


"Tu pacar lo datang, urusin biar ga ngelirik cewe lain" ucap bianca lalu melangkah kan kaki nya tapi sebelum pergi "oiya buat lo, bilangi tu pacar lo didik lagi mulut nya jangan kayak anak gak berpendidikan" lalu bianca meninggalkan kantin tanpa memperdulikan risa dan berjalan menuju kelas.


BEL PULANG BERBUNYI


"Biya, lo pulang bareng gue kan" Tanya risa sambil memasukkan buku ke dalam tas nya.


"Enggak ris gue naik taksi aja gue pengen ke toko buku mau beli novel" Risa tau kalo bianca sedang berbohong pada nya tapi apa boleh buat jika bianca sedang sedih satu satu nya cara agar dia bisa tenang adalah meninggalkan nya sendiri.


"Yaudah gue pulang duluan ya, hati hati kalo ada apa apa kabarin gue ya" Bianca menganggukkan kepalanya dan tersenyum tapi yang risa liat hanya senyum yang dipaksakan.


Bianca berjalan menuruni tangga dan berjalan menuju gerbang tapi langkah yang terhenti saat seseorang didepannya menghentikan langkahnya siapa lagi kalau bukan raffa bagaswara.


"pulang sama gue ya" bianca menatap datar raffa dan melanjutkan langkah nya.


"bi lo kenapa sih diemin gue, gue ada salah ya sama lo" bianca menghentikan langkah nya dan membalikkan badannya.


"jauhin gue" lalu bianca membalikkan badannya meninggalkan raffa dengan rasa keterkejutannya.


Bianca memberi alamat yang dia tuju di sopir taksi tanpa dia sadar raffa mengikuti nya dari belakang, setelah sampai bianca memberikan ongkos dan turun dari taksi dan membeli bunga, raffa bingung mengapa bianca datang ke pemakaman.


Bianca berjalan menuju salah satu makam, raffa dapat melihat dengan jelas batu nisan betuliskan al vino bin hendarto rizky, bianca menunduk dan mencabuti rumput rumput liar.


"ayah apa kabar biya, mama, indy kangen bangeeet sama ayah, kok ayah cepet banget pergi ninggalin kita bertiga sekarang rumah jadi sepi kalo gaada ayah" sekarang raffa tau ternyata bianca datang ke makam mendiang ayahnya.


"Tadi pas disekolah ada yang bilangin biya *******, disekolah ada cowo yang selalu ngikutin biya terus cewenya marah sama biya, biya harus gimana ayah biya gak kuat" air mata yang dia tahan akhirnya mengalir deras membasahi pipi.


"Rasa nya biya pengen ikut ayah, biya capek selalu jadi kuat didepan semua orang biya selalu berusaha kuat didepan mama didepan indy biya gak kuat ayah, kalo biya sedih biasanya ayah selalu peluk biya supaya biya gak nangis lagi tapi sekarang biya harus peluk siapa ayah" biya menaburkan bungan diatas tanah pemakaman ayahnya.


"Ayah, biya pengen nyanyi buat ayah dengerin ya" lalu bianca menghapus air mata dipipinya.


Dimana akan ku cari


Aku menangis seorang diri


Hati ku selalu ingin bertemu


Untuk mu aku bernyanyi


Untuk ayah tercinta...


Aku ingin bernyanyi


Walau air mata dipipi ku


Ayah dengarkan lah


Aku ingin berjumpa


Walau hanya dalam mimpii...


"biya pulang dulu ya ayah nanti biya ke sini lagi, assalamualaikum ayah" lalu bianca mencium nisa ayahnya dan beranjak pergi dari pemakaman tersebut.


Satu hal lagi yang raffa tau dari bianca, ternyata selama ini sifat dingin dan cuek nya hanya sebagai topeng agar dia bisa terlihat kuat dimata semua orang ternyata bianca adalah gadis yang hati nya sangat rapuh.


*****


"Assalamualaikum risa"


"...... "


"Jadi gini, dari tadi sore setelah pulang sekolah bianca pulangnya agak telat terus bianca ngurung diri dikamar pas makan malam juga dia gak ada keluar kamar"


"......"


"Astafirullah halladzim yaudah makasih ya risa tante tutup ya telfonnya, assalamualaikum" Setelah mendengar penjelasan dari keponakan nya lilis mendatangi bianca.


"loh kok dikunci tumben, biya buku pintu nya sayang kamu harus makan dari tadi kamu gak ada makan kan, biya jangan bikin mamah khawatir" Lilis terus mengetok pintu kamar bianca namun tidak ada jawaban


"Indy tolong telfonin raffa ya" Indy mengangguk lalu menelfon raffa.


"Assalamualaikum kak"


"....."


Indy menjelaskan semua yang terjadi dari awal bianca pulang sekolah hingga bianca tidak keluar dari kamarnya untuk makan malam, setelah mendengar kan penjelasan indy raffa bergegas menuju rumah bianca.


Raffa mengetok pintu rumah bianca, dan disambut dengan wajah khawatir dari lilis.


"Raffa bantuin tante bujuk bianca sapa tau kalau sama kamu dia mau buka pintu kamarnya" Raffa mengangguk lalu mengetok pintu kamar bianca namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Tante raffa dobrak aja pintunya ya" Lalu lilis mengangguk dan memberi jarak agar raffa leluasa untuk mendobrak pintu.


Setelah pintu terbuka lilis, indy dan raffa memasuki kamar, betapa terkejut nya lilis mendapati bianca dengan wajah pucat, dahi penuh keringat dan tidak sadar kan diri.


"Biya bangun sayang mama disini, buka matanya sayang" Tapi bianca enggan membuka mata, lalu bianca segera dilarikan kerumah sakit.


"Siapa keluarga dari pasien bernama bianca maharani?" Tanya dokter yang baru saja keluar dari ruang an yang ditempati bianca.


"Saya dok, saya ibunya bagaimana keadaan anak saya?"


"Mari ikut keruangan saya" Setelah itu lilis mengikuti dokter menuju ruangan dokter tersebut.


"Ada apa dengan anak saya dok?"


"Anak ibu mempunyai riwayat penyakit maag kronis jadi saya harap ibu selalu mengontrol pola makan anak ibu, jangan sampai pola makan berantakan, maag kronis juga bisa menyebabkan kematian jadi ibu harus waspada terhadap penyakit yang di derita anak ibu" Lilis tak sanggup menahan tangis mendengar penjelasan dari dokter.


Setelah lilis keluar dari ruang an dokter raffa menghampiri nya "Tante apa kata dokter, bianca baik baik aja Kan?" Lilis bisa melihat kekhawatiran raffa.


"Bianca kena maag kronis raff" Raffa terkejut mendengar perkataan lilis, lalu membawa lilis menuju kursi dan mendudukan lilis.


Lilis menggengam tangan raffa "Raffa tante boleh minta tolong gak sama kamu?" Tanya lilis dan raffa menggaggukan kepalanya.


"Tolong jagain bianca selama di sekolah" Raffa terkejut harus kah dia mengatakan pada lilis bahwa yang membuat bianca seperti ini adalah dirinya.


"Sebisa mungkin raffa bakal jagain bianca seperti yang tante suruh, makasih udah mau ngasih kepercayaan sama raffa" Raffa memeluk lilis, mengusap punggung lilis agar lilis bisa sedikit lebih tenang, indy tersenyum melihat raffa memeluk ibunya.


****


Bianca mengerjapkan matanya, tenggorakan nya terasa kering saat bianca ingin mengangkat tanya nya, tangan nya tertindih sesuatu saat dia melirik ke sisi kanan nya, dia mendapati kepala seseorang yang di letakkan dia atas telapak tanggannya. Siapa lagi kalau bukan raffa. Saat bianca menarik tangan nya raffa terbangun dari tidurnya.


"Alhamdulilah lo udah sadar, lo mau ngapain?" Tanya raffa sedangkan bianca hanya menatap datar laki laki yang ada di hadapannya.


Bianca meraih gelas yang ada diatas nakas, raffa yang menyadari bahwa tangan bianca yang belum sanggup mengambil air langsung membantu nya.


"Lo harus istirahat yang cukup, badan lo belum sepenuh nya sembuh" raffa memegang pundak bianca, langsung di tepis oleh bianca.


"Lebih baik lo pergi dari sini, sebelum pacar lo ngelabrak gue lagi"


"Bi, dia bukan siapa siapa gue, lo kan tau sendiri gue gak punya pacar dia nya aja yang ngaku ngaku jadi pacar gue, lo juga tau sendiri gue lagi suka sama seseorang"


"Udah ah gue mau tidur, jangan di ganggu"


"Akhirnya kamu sudah sadar, jangan buat mamah khawatir lagi" ucap lilis seraya memeluk putri nya.


"maafin biya ya mah, udah bikin mamah sama indy khawatir" lilis menganggukkan kepalanya.


"Mumpung ada raffa disini mamah pulang sebentar ya ngambil baju sama keperluan lainnya" Tanpa menunggu jawaban dari putri ya lilis melangkah keluar ruang an, hanya ada raffa dan bianca didalamnya.