Last Love

Last Love
Pulang bareng gue ya



"Izinkan gue untuk menjadikan mu sebagai alasanku tersenyum." - Raffa Bagaswara


"Bianca maharani. Ohh jadi namanya bianca kalo diliat liat ni cewe cantik juga sih tapi galak minta ampun. Lumayan menarik," ucap raffa disertai senyum smirk entah apa yang ada dipikirannya.


"Lo udah buat gue jatuh ke dasar jurang yang paling dalam dan bikin gue jadi pengecut,"  sekilas tulisan yang ada di diary milik bianca.


Raffa merebahkan badannya lalu membuka lembaran demi lembaran setelah dia telah selesai membaca raffa memejamkan matanya dan merajut mimpi nya.


sedangkan disisi lain.


Bianca menatap langit langit kamar nya yang dihiasi aksesoris bintang bintang yang indah, "kok gue jadi kepikiran ama tu orang ya. Udah lah bodo amat ngapain juga gue mikirin tu orang sadar biyaaa, sekarang lo harus fokus buat kasih pelajaran sama tu cowo tengil," bianca meraih guling yang ada disampingnya lalu memejamkan matanya, membangun mimpi.


***


Hari ini bianca tidak telat lagi karna dia sudah jera mendengar 1001 ayat dari Bu Mayang. Bianca berjalan menusuri koridor melewati setiap kelas yang ada, sangat sepi karna bianca turun lebih cepat sebenernya dia mau lebih lama dirumah tapi dia takut telat lagi dan tidak ingin menanggung resiko.


"WOYY," teriak seseorang dari belakang yang tak lain adalah raffa.


"Apa? lo masih pengen nyari ribut sama gue ya? oiya kemarin gue belum sempet nonjok lo yaudah sini gue tonjok."


"Wessss santai yang lalu biar lah berlalu sekarang kita damai aja. Gimana?" ucap raffa lalu mengulurkan tangan nya.


"Lama banget sih lo ada perlu apa kalo gaada gue mau masuk kelas," ucapnya to the point tanpa membalas ukuran tangan raffa.


"Ini gue mau ngasih buku lo kemarin jatuh di koridor," mengeluarkan buku tersebut dari dalam tas nya.


Bianca meraih diary nya dari tangan raffa. Berjalan mendahului raffa, tapi sebelum ia menaiki tanggan bianca membalikan badannya.


"Thanks," ucap bianca lalu menaiki tangga raffa hanya membalas dengan senyuman.


Setelah percakapan singkat tadi raffa tak melihat bianca sama sekali mungkin bianca tidak keluar kelas raffa sempat melihat risa pergi kekantin bersama diky. Jadi kalian penasaran gimana sih si diky?


Diky dirgantara sahabat raffa sejak dari orok. Sifat diky sangat jauh berbeda dengan raffa diky lebih di kenal sebagai mulut pedas tapi mulut pedas nya tidak berlaku pada risa dan raffa.


Raffa mencari dimana keberadaan bianca. Raffa berjalan menuju kelas 12 mipa 2 saat dia masuk ternyata benar bianca dan ada 2 atau 3 murid lainnya ada didalam kelas,


Raffa menghampiri bianca saat dia sudah duduk disampingnya tak ada suara apapun saat ia membuka novel yang menutup wajahnya ternyata benar bianca tertidur raffa tak bohong kalo bianca memang benar benar cantik.


"Buset kalo tidur cantik bener giliran udah bangun galak minta ampun kayak harimau," ucap raffa sambil memandang wajah bianca yang tampak begitu mengagumkan.


Satu detik


Dua detik


tiga detik


Saat raffa asik memandangi wajah bianca. Bianca membuka matanya, "Gue dengar" Raffa memalingkan wajah menghadap papan tulis kelas bianca, mengatur detak jantungnya yang tak karuan.


"Eeee..hhh lo kok uu..udah bangun?" tanyanya gugup. Bagaimana tidak dia tertangkap basah sedang memandangi wajah bianca.


"Lo ngapain ke kelas gue? pergi sono ganggu orang lagi tidur juga," ucap nya sambil mendorong tubuh raffa.


"Lo kok jadi cewe gak ada anggun anggun nya ya," Ucapnya refleks keluar begitu saja dari mulutnya.


"Eh kok lo yang ngatur sih, idup idup gue kok lo yang sibuk sih? mau gue anggun kek, mau gue tomboy kek itu bukan urusan lo, udah sono pergi ganggu tidur gue aja lo. Lagi mimpi dilamar Shawn Mendes lo malah datang ngeancurin."


"Idih Shawn Mendes aja gak tau lo idup atau kagak, lo malah ngimpi dilamar dia hahahaha."


"Ga lucu," jawab nya ketus.


"Yaudah gue balik kekelas."


"Dengan senang hati, saya akan mengantarkan anda sampai depan pintu."


Bianca menyeret raffa keluar dari kelasnya sedangkan raffa hanya terkekeh lalu berjalan menuju kekelas nya.


BEL PULANG BERBUNYI


"Ris lo bisa anter gue pulang gak?"


"Gimana yaa gue mau jalan sama si a..n..anu," ucap risa tergugup gugup.


"Ohh yaudah," balasnya sambil tersenyum.


"Lo kira gue marah cuman gara gara lo gak bisa anter gue pulang, lo kira gue anak kecil apa" ucap nya sambil tertawa, "Ehh bentar lo mau pulang sapa siapa tadi gue ga denger," tanya bianca sambil menatap risa curiga.


"I..iya deh gue ngaku aja gue gak bisa rahasiain ini dari lo, jadi gue pulang sama diky gue sama dia baru aja jadian," Jelasnya.


"WHATTT!!!!!! diky?"


Bianca begitu terkejut pasalnya diky dan risa baru bertemu kemarin saat dikantin kenapa hari ini dia sudah jadian? berarti diky nembak risa kemarin dong tapi kapan? atau mereka udah kenal lama cuman guenya aja yang gatau.


"Iya hehe yaudah gue balik duluan ya," ucap risa, bianca hanya mengangguk dan risa pergi meninggalkan bianca.


"Risa lo masih punya utang penjelasan sama gue," risa mengacungkan jempolnya.


Setelah risa pergi, bianca memasukan buku ke dalam tas nya keluar dari kelas menuruni setiap tangga yang ada melewati koridor dan melewati setiap kelas. Tiba tiba tangan bianca di tarik oleh seseorang yang tak lain adalah raffa.


"Ihh apaan sih lo narik narik. Lo kira gue karung beras apa," bianca menepis tangan Yg digenggam oleh raffa.


"Lo pulang sama sapa?" Tanya raffa.


"Naik anggkot" Bianca langsung berjalan meninggalkan raffa.


"Eh tungguin gua" Raffa berlari mengejar bianca "lo mau gue anter pulang gak?" Tanya raffa lagi.


"Gak makasih" ucapnya.


"Li gak takut apa naik anggkot? logak liat di tv ya banyak penculikan gara gara naik anggkot"ucap raffa dengan wajah menakut nakuti.


"Kagak" hanya jawaban singkat yg didapat raffa.


"Ayo lah bianca kali ni aja gua anter lo pulang, mau ya yayayaya" Ucap raffa seperti memelas.


"Ih lo kenapa sih dari kemarin ikutin gua mulu, lo gak bosan ya dari kemarin gangguin gua mulu, last kan punya temen yang bisa digangguin" ucap bianca dengan nada tinggi.


"Gu cuman pengen anter lo pulang, emang kalo gua ngelakuin hal baik salah ya?" tanya raffa.


"Terserah" ucap bianca dan pergi meninggalkan raffa.


"Kalo terserah berarti lo mau dong?" Lalu raffa berlari menyusul bianca dan menarik tangan bianca menuju ke arah parkiran.


"Ih lo apaan sih lepas gak" raffa tak menjawab.


"Tunggu disini jangan Kemana mana" lalu raffa menaiki motornya dan menyalakan mesin motornya "ayo naik" bianca hanya diam membulatkan matanya.


"Gua?"tanya bianca.


"Bukan hantu yang ada dibelakang lu,ya jelas lu lah emang sapa lagi selain lu disini" jawab nya raffa membuat bianca merinding.


"Gak usah gua kan udh bilang tadi mau naik anggkot" jawab nya dan berjalan menuju pagar, raffa turun dari motor dan berlari ke arah pagar dan mengunci pintu pagar.


"Kalo lo gamau pulang bareng gua lo juga tetep gabisa pulang" jawabnya sambil tersenyum ke arah bianca.


"Mau lo apa sih?!!


"Mau anter lo pulang, kalo lo tetep mau naik anggkot gua gak bakal bukain pagarnya jadi sekarang lo mau gua anter pulang atau tetep naik anggkot tapi pagarnya gak gua bukain?" tanya raffa dan bianca terlihat frustasi.


"Yaudah gua ikut lo" ucapnya pasrah.


***


Selama di perjalanan bianca hanya diam tak berbicara apapun sedangkan raffa hanya melihat wajah kesal bianca dari kaca spion motornya beberapa kali mata bianca bertemu mata raffa tapi bianca langsung mengalihkan ke arah lain, sampe akhirnya mereka sudah sampe dirumah bianca.


"Makasih, maaf ngerepoti" membuka helm dan memberikannya ke raffa.


"Iya sama sama, besok kalo lo mau gua anter pulang juga gapapa kok"


"Gak usah gua bisa pulang sendiri" bianca langsung masuk ke dalam rumah tanpa menunggu jawaban dari raffa dan raffa tersenyum lalu menyalakan mesin motornya dan melaju pergi meninggalkan komplek rumah bianca.


***


Raffa merebahkan badannya dikasur King size miliknya sekarang yang ada difikiran nya hanya lah bianca baru kali ini ada cewek yang menatapnya tidak peduli sama sekali akan ketampanan wajah raffa, banyak gadis disekolah nya yang bahkan sampai berkhayal untuk menjadi pacarnya tapi tidak dengan bianca, raffa berjalan menuju cermin lalu memandangi wajahnya.


"Gua ganteng kok, tapi kenapa bianca gak kayak cewe cewe disekolah ya"tanyanya pada diri sendiri lalu raffa kembali lagi ke kasur nya merebahkan dirinya lalu memejamkan matanya.