
Cinta tidak harus tumbuh dalam waktu yang lama. Tidak juga dalam waktu yang singkat. Namun, kapan pun cinta itu datang padamu, kau tidak boleh menyangkalnya. Karena dengan menerima ya, kau sudah bisa menghargai apa itu cinta.
****
Hari hari berjalan seperti biasa raffa maupun bianca melakukan aktivitas makan mandi pergi ke sekolah mendengarkan ocehan guru ehhhh maksudnya mendengarkan penjelasan guru
BEL ISTIRAHAT
Saat Risa dan bianca berjalan menuju kantin di tengah koridor banyak murid berkumpul dan bersorak sorak lalu risa dan bianca menerobos masuk ketengah keremunan dan betapa terkejut bianca melihat raffa sedang adu tonjok dengan temannya tanpa interupsi bianca menarik tangan raffa mencoba menghentikan pertengkaran.
"EH LO KOK PADA DIEM SIH BANTUIN KEK, tapi murid murid lain tak menghiraukan perkataan bianca "RAFFA UDAH" bianca menarik raffa menuju UKS.
"Bi,lo apa apaan sih"
"DIEM!!!" Bianca mengeratkan pegangan nya dan berjalan menuju UKS.
***
setelah melepas sepatu bianca menarik raffa duduk di kasur lalu mengambil kotak p3k, bianca membuka tutup botol betadine, menuangkan di kapas dan mengoleskan kapas dibagikan yang kena tonjok, bianca mengobati raffa dengan telaten sedangkan raffa hanya memperhatikan wajah bianca yang tampak begitu khawatir kepada nya setelah selesai mengobati luka di wajah raffa bianca kembali menatap kesal ke arah raffa.
"Lo tu kenapa sih seneng banget kelai, gaada bosen bosen nya!!"ucap bianca sambil memasukkan kapas dan betadine.
"Lagian dia juga yang bikin gue kesel, yaudah gue hajar aja."
"Ya gak gitu juga caranya."
"Mau pake cara apa lagi selain itu? biar dia tau rasa yaudah gue hajar aja, lagian ya bi kelai itu olahraga."
"Auah capek, dikasih tau ngebantah mulu, udah ah gue masuk kelas dulu, oiya kalo habis mandi diobatin lagi biar cepet sembuh jangan di biarin aja" bianca melangkah kan kaki keluar UKS tapi tangan nya ditahan oleh raffa.
"Makasih ya" raffa tersenyum dan dalam hitungan detik raffa memeluk tubuh mungil bianca, bianca yang merasa terkejut berusaha menutupi nya dan membalas pelukan raffa lalu melepas pelukan raffa.
"Iya sama sama, gue balik kekelas dulu ya"ucap bianca sambil memasang sepatu
"Bi,nanti pulang bareng ya" bianca hanya menganggukkan kepalanya membuat raffa tersenyum lima jari
"Apa gue kelai aja ya tiap hari biar biya perhatian sama gue"ucapnya disertai tawa
Saat bianca melangkahkan kakinya menuju kelas tiba tiba saja perutnya berbunyi
"Ah sial gue gak sempet makan"dengan terpaksa bianca melangkah masuk kekelas
***
Saat bianca memperhatikan pelajaran yang dijelaskan gurunya sebuah plastik jatuh tepat di kepalanya
"Sialan sapa yang jatuhin ini dikepala gue"bianca bertanya keteman yang duduk dibelakang nya
"Bukan gue" jawab anya dan manda
"Udah lah bi, biarin aja" ucap risa
Bianca membuka plastik yang jatuh di kepalanya ada susu stroberi dan roti isi coklat tiba tiba hp nya berbunyi
drrrrtttt drrrrtt
Bianca membuka aplikasi line ada nama raffa bagaswara.
Raffa bagaswara
Lo pasti belum makan, lo suka susu stroberi sama roti isi coklat jadi gue beliin selamat makan bi
Bianca maharani
Makasih raff❤️
EHH SALAH EMOT SEHARUSNYA INI😊
"ADUH **** KENAPA GUE KIRIM EMOT LOVE"risa melirik hp bianca lalu ia tertawa terbahak bahak
"BIANCA RISA KALIAN MAIN HP YA"ucap bu endang
"Eh enggak kok bu ini tadi ada cicak lompat di rok nya risa" ucap bianca
"Iya bu" risa pun membenarkan perkataan bianca
"Yaudah sekarang lanjut belajar lagi" ucap bu endang menurun kan nada bicaranya
BEL PULANG BERBUNYI
Raffa keluar dari kelasnya lalu menaiki tangga menuju kelas 12 ipa 2 saat dia berdiri di depan pintu kelas BIANCA, bianca masih memasukkan buku kedalam tas nya lalu saat risa melihat keberadaan raffa ia langsung menyenggol tangan bianca dan menatap ke arah raffa
"Tuh,udah dijemput pangeran tersayang"kekeh nya
"Ris apaan sih gak lucu tau!"tapi risa tetap saja tertawa "Yaudah gue duluan ya bye" ucap bianca sambil melambaikan tangannya dengan wajah imutnya menambah kesan anak kecil
***
Sesampainya dirumah bianca masuk kedalam kamarnya sedangkan raffa menunggu disofa bersama lilis setelah bianca mengganti baju dia segera berjalan menuju dapur mengeluarkan peralatan membuat kue.
Memang hari ini bianca ingin membuat bolu bersama lilis tapi sepertinya bukan hanya bianca dan lilis saja yang membuat mungkin raffa akan membantunya.
"Bi lu mau bikin apa?"tanya raffa berjalan ke arah bianca
"Mau bikin bolu caramel" raffa menganggukkan kepalanya
Bianca terlebih dahulu mempersiapkan beberapa peralatan yang akan digunakan untuk membuat kue. selanjutnya bianca mempersiapkan bahan-bahan kue seperti terigu. Silahkan masukkan terigu kedalam wadah penimbang dan takar dengan takaran yang sudah ditentukan. Untuk kemudian, masukkan dalam wadah dan ayak dengan menggunakan saringan guna memisahkan partikel kasar dan lembutnya. Selanjutnya, untuk margarin.bianca mengaduk-aduk margarin dengan mengguankan garpu agar bisa terurai. Sementara untuk sisa bahan-bahan lainnya. Beberapa bahan tersebut hanya perlu disisihkan karena bianca akan dapat secara langsung mencampurkan bahan-bahan tersebut pada adonan kue.
Setelah bolu nya sudah jadi bianca memotong nya menjadi beberapa bagian lalu ia berjalan menuju ruang keluarga lalu menaruhnya diatas meja
"Tadaaa bolu caramel buatan princess biya sudah jadiii ayooo dimakan beri nilai yaaa jangan lupa"
Lilis,raffa dan juga Indy telah melahap bolu caramel buatan bianca,lilis mengangguk anggukan kepalanya Indy pun begitu tapi tidak raffa dia hanya memandangi wajah bianca
"Gimana?gak enak ya?"tanya bianca dengan wajah khawatir takut masakan nya tidak enak padahal dia sudah berjuang susah payah
"OMG!!KAK BIYA" ucap indy
"Kenapa ndy?gaenak ya??"kini bianca betul betul kecewa dengan masakan buatannya sendiri
"INI ENAK BANGETTTT!!!!!POKOKNYA KAK BIYA HARUS BIKININ INDY LEBIH BANYAK LAGI!" Setelah mendengar ucapan Indy wajah bianca yang tampak kecewa sebelum nya menjadi lebih ceria
"Sumpah enak ndy?" Tanya nya lagi dan Indy mengangguk
"Iya biya ini enak banget" Ucap lilis
"Raff kok diem, bolu nya gak enak yaa?" Tanya bianca.
"Mau gak jadi istri gue, gue siap jadi suami lo hahahaha" Bianca membelalakkan matanya mendengar ucapan raffa
"RAFFA" Bianca langsung memukul lengan raffa dan yaa raffa masih saja tertawa dan akhirnya mereka.
"Cieeee kak biya malu di gombalin kak raffa" ucap indy menggoda kakak ya.
Lilis merasa bahwa semenjak bianca bertemu raffa banyak perubahan dari diri bianca semenjak bianca kehilangan sosok ayah yang sangat berarti baginya ia tak mengenal kata cinta dan dia tak percaya akan kesetiaan seseorang
***
Bianca dan raffa duduk di balkon kamar bianca menatap senja,melihat matahari turun yang digantikan oleh bulan dimalam hari
"Bi, lo percaya sama cinta?"tanya raffa yang masih menatap ke arah matahari yang semakin lama semakin turun
"Enggak, gue gak percaya sama yang namanya cinta"balas bianca
"Kenapa?"kini raffa menatap wajah bianca
"Menurut aku gaada orang yang betul betul setia semua itu bullshit cuman ayah sama mamah yang betul betul tulus mencintai gue" Raffa menatap heran bianca
"Kenapa gitu? cinta itu datang dengan sendiri nya, kalo misalnya ni lo dekat sama cowo terus lo ibaratnya suka sama tu cowo lo bakal lakuin apa?"
"Yaa gue berusaha buat nepis perasaan yang ada, satu satu laki laki yang mencintai gue cuman ayah" Jawabnya
"cinta tak mengenal pemaksaan cinta selalu menjadi misteri datang dan pergi begitu saja,meninggalkan kenang yang begitu sulit dilupakan, cinta datang kapan saja dan untuk siapa saja, perlahan lo mungkin mulai sadar bahkan disaat terburukmu pun, mungkin hanya satu yang setia bertahan menemani jatuh bangun tanpa memperdulikan luka yang dia rasakan" Ucap raffa
"Udah ah gausah bahas cinta gue males" Bianca yang tak tertarik membahas cinta mengalihkan pembicaraan
"Gue pengen cerita sesuatu ke elo" Mendengar perkataan raffa bianca merasa tertarik
"Cerita apa?"
"Lo tau cewe cewe disekolah yang ngejar ngejar gue"
"Tau, lo pake pelet ya kok mereka sampe kayak gitu"
"Ngapain gue pake yang begitu an, lo kalo ngomong sembarangan banget bi entar kalo om dukun nya dengar abis lo"
"Hahaha, oke oke lanjutin"
"Gue tau mereka gak betul betul suka sama gue mereka hanya mandang dari fisik dan harta mungkin, sampai suatu saat gua ketemu cewe yang mandang gue lain dari pada yang lain" Bianca menoleh ke arah raffa, rasa ingin tau bianca meluap.
"Sapa? cantik gak? hehehe"
"Pokoknya lo ga tau orang nya, dia mandang gue biasa aja gak kayak cewe cewe yang disekolah, awal gue ketemu sama dia, dia tu orangnya jutek terus pemarahan, dia juga cuek tapi dari situ yang bikin gue tertarik sama dia"
"Kok lo bisa suka sih?"
"Gue gatau, cinta itu bisa datang kapan saja dan untuk siapa saja" Ucap nya tersenyum kepada bianca
"Ayo masuk bentar lagi adzan maghrib" Raffa mengangguk.