Last Love

Last Love
Sejak kapan mamah punya anak cowo



Gue harap, tidak ada lagi tangan jail yang mengetuk tanpa berniat  untuk menetap.


-Bianca Maharani


Happy reading!❤️


Bianca duduk dibalkon dan membawa gitar, dia menatap langit yang cerah lalu tersenyum setiap dia duduk dibalkon dan menatap langit bianca pasti sedang merindukan ayah nya. Bianca yakin bahwa ayahnya akan memperhatikan keluarganya dari langit dan selalu tersenyum, setelah kematian ayahnya bianca ingin membantu, menyemangati anak anak penderita kanker, setelah selesai memandangi langit yang secar bianca mulai memetik senar gitarnya bernyanyi lagu adele all I ask


I will leave my heart at the door


I won't say a word


They've all been said before you know


So why don't we just play pretend


Like we're not scared of what's coming next


Or scared of having nothing left


Look, don't get me wrong


I know there is no tomorrow


All I ask is


If this is my last night with you


Hold me like I'm more than just a friend


Give me a memory I can use


Take me by the hand while we do what lovers do


It matters how this ends


'Cause what if I never love again?


"Suara lo lumayan bagus ya" ucap seseorang dari belakang, berjalan ke arah bianca dan duduk disamping bianca


"Sekarang gue yakin lo emang manusia jadi jadian" raffa mengerutkan kening mendengar perkataan bianca "Iya! masuk gak salam, ngetok pintu pun enggak, masuk ke kamar gue seenak nya lagi"


"Gue udah ijin sama mamah" raffa menarik gitar yang ada dipangkuan bianca


"Ihh sejak kapan mama gue punya anak cowo" bianca tampak heran mendengar dirinya menyebutkan kata 'mamah', setiap orang yang dia baru kenal pasti memangil orang tua nya dengan sebutan tante tapi raffa tidak


"Dari pada lo ngedumel lebih baik lo dengerin gua nyanyi"


"Ogah" bianca berjalan menuju kasur nya dan berebahkan badan nya menatap bintang di langit langit kamarnya dan yang lebih mengejutkan lagi raffa pun merebahkan badan nya disamping bianca


"Bi sejak kapan lo jadi pengajar anak anak penderita kanker?" Raffa menatap bianca yang tampak terjekejut dengan perkataan nya


"Lo tau dari mana gue jadi pengajar?" Bianca bangkit dari kasur dan menatap raffa tajam


"Gue ngikutin lo pas hari apa gitu yang lo nolak gue anter pulang gue penasaran lah jadi gue ngikutin lo, terus lo ke rumah itu gue juga nungguin lo dari awal sampe akhir. Gue ngeliat anak anak senang sama kehadiran lo sebenarnya gue salut sama apa yang lo lakuin diumur yang semuda ini lo rela ngorbanin waktu demi anak anak" ucap raffa panjang lebar


"Lo jangan ceritain ke sapa sapa ya"raffa menatap heran bianca seperti meminta penjelasan "gue gamau aja orang pada tau menurut gue ngapain harus dikasih tau lagian kalo mereka tau mereka pasti bodoamat dan pasti ada yang beranggapan kalo gue terlalu sombong nyebarin ke orang orang kalo jadi pengajar anak anak penderita kanker" lanjutnya raffa mengangguk mengerti


"Bi gue mau nanya lagi tapi lo jawab ya jangan gak jawab" raffa menatap bianca yang menganggukkan kepala "mungkin ini perasaan gua aja kali ya tapi gue ngerasa lu ngejauh dari gue"bianca terdiam sesaat


"Ahhh itu perasan lo aja, gue gak ngejauhin lo kok," ucap nya sambil tersenyum kecut raffa hanya ber oh panjang, "tapi gue pasti bakal ngejauhin lo." lanjutnya dalam hati.


Perlahan Bianca memejamkan mata nya dan membangun mimpi nya setelah keheningan raffa hendak buka suara tapi saat dia menghadap kesamping di sudah disuguhkan pemandangan bianca yang sedang tidur pulas disela sela tidur nya sesekali bianca tersenyum membuat raffa betah belama lamaan dikamar gadis berlesung pipi ditambah lagi pipi tembemnya yang tinggi hanya sedada raffa, menambah kesan bahwa gadis itu sangat kecil bila berada disamping raffa tapi itu tak masalah baginya karna bagi raffa bianca itu seperti obat penyembuh baginya


raffa melirik jam ditangan nya pukul 21.30 dia ingin menetap disini menatap wajah bianca sampai dia bangun tapi disisi lain dia harus pergi ada hal yang ia lakukan, raffa keluar dari kamar bianca dan berpamitan dengan lilis mama bianca,ia menyalakan mesin motornya dan melaju meninggalkan komplek rumah bianca


***


Bianca terbangun dan bianca sudah tidak melihat raffa disamping ada rasa kecewa didalam hatinya tapi ia buang jauh jauh, bianca berjalan ke kamar mandi mencuci muka dan menggosok giginya dan turun ke bawah mendatangi ibunya yang sedang membuat kue


"Mahh tadi raffa pulang jam berapa?" Tanya bianca sambil memakan kue yang dibikin mamahnya


"Loh kok kamu gatau, tadi kan dia ke kamar mu" ucap lilis sambil memasukan adonan ke dalam oven


"Tadi biya ketiduran"ucapnya sambil terkekeh dan lilis hanya beroh panjang


"Kayak nya baru 15 menit yang lalu" bianca hanya menganggukkan kepala nya


"Mah kalo kena penyakit kanker leukimia tu gimana sih?" Lilis menatap heran bianca


"Kanker leukimia itu disebabkan Karna seseorang kekurangan sel darah merah, harus rutin ngikutin jadwal cuci darah gitu sih setau mamah" ucap lilis lalu ia menatap heran bianca "Emangnya kenapa? kok nanya gituan"lanjutnya


"Gapapa Cuman nanya aja soalnya ada tugas tentang kanker leukimia" ucapnya sambil tersenyum ke arah lilis sedangkan hanya menganggukkan kepalanya


Bianca berjalan menuju sofa yang ada didepan tv mengambil remote lalu mengganti channel disitu juga ada Indy dan selang berapa menit lilis pun bergabung,duduk bersama dua anak kesayangan nya sambil membawa kue yang dibikin nya yang sudah dimasukkan kedalam topples, mereka bercanda dan tertawa lepas tapi dibalik senyum dan tawa mereka ada rasa sedih, karna keluarga mereka tidak lengkap seperti dulu


***


Bianca memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya dikasurnya menatap bintang dilangit langit kamarnya sesekali bianca menatap keluar jendela melihat bintang dan bulan yang ada dilangit tiba tiba handphone bianca bergetar Karna ada notice,bianca meraih handphonenya yang ada diatas meja lalu


Line


Raffa bagaswara


P


P


P


P


P


P


Bi, udah bangun ?


Bianca maharani


Udah


Raffa bagaswara


Oh,bi besok temenin gue jalan ya


Bianca maharani


Kemana?


Raffa bagaswara


temenin gue Nyari baju


Bianca maharani


Buset dah Nyari baju aja pake minta di temenin segala, ga ah entar lo lama


Raffa bagaswara


Enggak lama Cuman beli tiga doang maksud gue lo ikut ya buat bantuin milih entar gue traktir makanan deh


Bianca maharani


Ya


Raffa bagaswara


Bi buset dah ya lo jutek banget


Bianca maharani


Bisa gak sih ga manggil gue bi?gua bukan ****!!!


Raffa bagaswara


Iye, tapi gue kayak risih manggil lo biya bagusan gue manggil lo bi


Bianca maharani


Terserah


Bianca mematikan layar Hpnya lalu menaruhnya di samping nya saat bianca ingin menutup matanya dan membangun mimpi ada notice masuk dihpnya


Raffa bagaswara


Bi lo udah tidur?


Bi?


Bianca?


Bianca maharani?


Kayaknya lo udah tidur


Good night bi, semoga di mimpi lo ada gue disitu hehe


Bianca tersenyum dan memejamkan matanya "Good night to raffa" lalu bianca tertidur dan membangun mimpi nya.