
Jika saat ini lo sedang mencoba seribu satu alasan untuk tidak mencintai seseorang, maka berhenti mencari alasan itu karena lo gak bakal bisa menemukannya.
-Raffa Bagaswara
Bianca mengerjap ngerjapkan matanya menatap langit kamarnya, lalu mendudukkan diri lalu berdiri berjalan menuju kamar mandi, bianca mengkancingkan baju nya, menyisir rambut, meraih tas yang ada dimeja belajarnya dan turun untuk sarapan bersama adik dan mamahnya.
"Mah, nanti habis pulang sekolah gausah jemput yah, soalnya biya mau temenin raffa cari baju" ucap bianca sambil mengoleskan selai coklat ke roti.
Lilis tersenyum jahil ke arah bianca "kayanya anak mamah udah gak jomblo lagi nih" ucap lilis disertai kekehan.
"Ih mamah apaan sih, biya sama raffa itu gaada apa apa lagian tu orang yang minta biya buat nemenin" lilis hanya menganggukkan kepalanya.
"Mah berarti Indy bawa motor sendiri kan?" Lilis hanya menganggukkan kepalanya "Yaudah Indy berangkat dulu takutnya macet dijalan" Indy berdiri dari kursinya lalu menyalimi tangan mamah nya "assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" ucap lilis dan bianca setelah Indy pergi kesekolah selang berapa menit bianca sudah menyelesaikan makanannya.
"Mah biya udah selesai makan ayo" bianca dan lilis berdiri dari kursi nya menuju garasi mobil setelah lilis mengeluarkan mobil bianca membuka pintu mobil lalu masuk kedalam mobil.
"Biya, mungkin kamu bakal marah kalo mama ngomong gini tapi mamah harap kamu bisa ngebuka hati kamu buat seseorang yang suka sama kamu, bukan cuman ayah aja yang mencintai kamu secara tulus pasti ada seseorang yang mencintai kamu secara tulus jadi mamah harap kamu bisa ngebuka hati kamu walaupun secara perlahan lahan" ucap lilis dan bianca menatap mamah nya, bianca sedikit sedikit berfikir.
"Iya nanti biya usahain" bianca kembali menatap lurus jalanan.
Setelah perbincangan tadi bianca diam ia tak ingin memikirkan hal itu, tapi yasudah lah yang lalu biar lah berlalu, setelah sampai disekolah bianca menyalimi lilis dan keluar dari mobil.
"Assalamu'alaikum mah"
"Waalaikumsalam semangat belajarnya ya biya" ucap lilis dan dibalas senyum lima jari bianca lalu bianca berjalan memasuki sekolahnya.
***
Bianca memasuki kelasnya tak ada yang berbeda dari kelas tetap sama seperti biasa, hanya ada teriak teriakan dari murid murid yang kegirangan bahwa guru tidak masuk karna ada rapat guru, bianca tidak suka berada dikeramaian jadi ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan dia juga sempat mengajak risa tapi risa menolak nya karna dia ingin makan ke kantin bersama diky.
Bianca keluar dari kelasnya menuruni tangga, melewati koridor kelas 12, memang letak perpustakaan sekolahnya berada di samping kelas 12 ips 2, saat melewati kelas raffa banyak anak anak kelasnya termasuk raffa, duduk di kursi depan kelasnya sambil memainkan gitar dan bernyanyi.
Bianca melewati anak anak kelas raffa yang sedang bernyanyi dan bercanda tanpa melirik ke arah mereka, tetapi seseorang memperhatikan bianca dari awal dia berjalan didepan kelasnya sampai masuk kedalam perpustakaan, ya raffa terus memperhatikan bianca.
Bianca memakai earphone dan memutar lagu yang ada dihp nya lalu membaca novel kesukaan nya, bianca membaca dengan seksama tapi rasa kantuknya mengalahkannya, bianca merebahkan kepalanya lalu menutup muka dengan novel yang dibacanya.
Raffa beranjak dari kursi yang ia duduki bersama teman temannya dan berjalan ke dalam perpustakaan saat ia melihat lihat ternyata ia melihat gadis menutup muka menggunakan novelnya raffa menghampiri gadis tersebut lalu meraih novel yang menutupi wajah gadis tersebut ia melihat bianca tertidur sangat pulas raffa memandangi wajah bianca dengan teliti dari rambut, mata, hidung, sampai kemulut hingga bel masuk kelas berbunyi tapi bianca enggan untuk bangun dari mimpinya.
"Bi, bangun udah bel" ucap raffa sambil menggerakkan tangan bianca.
"Hah!! bu Mayang dimana"Ucapnya dan raffa hanya terkekeh.
"Heh lo ngigau yaa, lo lagi diperpus gaada bu mayang disini"ucap raffa disertai kekehan.
"Ahh elo sih ngagetin gue, orang lagi mimpi dilamar Shawn Mendes malah dibangunin" cerocosnya sambil merapikan buka dan rambutnya yang berantakan.
"Udah buruan lo masuk kelas nanti bu mayang masuk kelas baru tau"
"Terserah gue mau masuk kapan kok lo yang ngatur" lalu berdiri dari kursinya.
"O iya nanti temenin gue beli baju lo udah janji"bianca tak menggubris perkataan raffa dia hanya berjalan menuju kelasnya.
***
Bianca memasuki kelasnya dengan lesu lalu duduk dimeja dan melanjutkan tidurnya sampai bu endang datang mengganggu tidurnya, bianca melanjutkan pelajaran hingga tak terasa bel pulang berbunyi, bianca memasukan bukunya menghitung pulpen miliknya dengan teliti.
"Loh pulpen pink gue mana?" Tanya bianca.
"Oh ini tadi gue pinjem, thanks" ucap risa lalu memberi pulpen ke bianca dan bianca hanya menganggukkan kepala.
"Biya, gue duluan ya"
"Iya hati hati ya" risa menganggukkan kepalanya lalu berjalan keluar kelas.
Bianca memasukan pulpen ke dalam tasnya, lalu memakai jaket dan memakai tas nya lalu berjalan menuruni tangga menuju kelas 12 ips 2 sesampainya di depan kelas raffa, dia tidak melihat keberadaan raffa didalam kelas bianca melirik kekanan dan kekiri tapi dia tak menemukan raffa lalu saat dia membalik kan badannya, betapa terkejutnya dia raffa sudah ada dihadapannya.
"Ih lo tu seneng banget bikin gue jantungan" ucap bianca kesal sambil memanyunkan bibirnya.
"Ihh gemes banget gue liat lo" bianca menatap jijik raffa mendengar perkataannya "ayoo"
Bianca mengikuti langkah raffa dari belakang, kemudian raffa menarik tangan bianca agar bisa berjalan bersampingan, mereka berjalan menuju ke parkiran dalam diam tanpa ada satu pun yang ingin angkat bicara, bianca berdiri didepan motor raffa sedangkan raffa mengambil helm yang ia sengaja bawa dari rumah lalu memakaikan helm ke kepala bianca, raffa menyalakan mesin motornya lalu bianca menaiki motor raffa mendudukkan bokongnya lalu motor lalu melaju menuju dengan cepat ke tempat tujuan.
" RAFFA JANGAN LAJU LAJU GUE BELUM SIAP MATI GUE MASIH HARUS LANJUTIN KULIAH GUE" raffa hanya terkekeh mendengar penuturan bianca dan memperlambat kecepatan motornya.
***
akhirnya mereka sampai didepan mall bianca melepas helm lalu memberikan ke raffa, Mereka berjalan memasuki mall menaiki tangga eskalator dan memasuki toko baju.
"Bi,menurut lo bagus yang mana?"
"Bagus yang ini deh" bianca berfikir sejenak " terus tu celananya pake yang ini" menuju ke arah celana berwarna putih raffa menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ruang ganti setelah itu dia mendatangi bianca.
Bianca mendongakkan kepalanya saat seseorang memukul pelan bahunya ia menatap raffa didepan nya dia tidak bohong kalau raffa memang 'ganteng' lamunannya buyar saat raffa mengatakan.
"Biasa aja kali liat nya"
"Eee..hhh gimana baju bagus gak kalo lo gasuka cari aja yang la--" ucapan bianca terpotong.
"Gue suka kok" raffa tersenyum ke arah bianca dan bianca membalas dengan senyumannya "yaudah ayo kekasir" mereka berjalan menuju meja kasir, setelah membayar semua barang yang dibeli raffa dan bianca memutuskan untuk makan di kfc.
"Bi, mau pesen apa?" Bianca yang sedari tadi memainkan hpnya mendongakkan kepalanya menatap raffa.
"Samain aja" lalu menunduk dan memainkan hpnya.
Line
Risa larasati
Biya lo dimana?
Bianca maharani
Gue lagi di KFC
Risa Larasati
Sama sapa? gue kesitu ya sama diky:)
Bianca maharani
Sama raffa
iya kesini aja gue juga bosen kalo cuman makan bedua doang
Risa Larasati
On the way
Bianca maharani
Okey
Bianca memasukan Hpnya kedalam tasnya, raffa berjalan membawa nampan yang berisi pesanannya, menaruh dimeja mereka lalu raffa menaruh piring berisi ayam dan nasi beserta saos tomat tak lupa menaruh mocca flote.
'Dari mana raffa tau gua suka saos tomat?'ucapnya dalam hati.
"Kenapa?" Tanya raffa bianca menggelengkan kepalanya.
"Gapapa" tersenyum ke arah raffa, raffa menganggukkan kepalanya.
Saat mereka sedang menikmati makanan nya risa mengejutkan nya dari belakang dan membuat bianca tersedak raffa segera memberikan bianca minum, diky yang melihat tingkah pacarnya hanya tertawa dan duduk di samping raffa.
"Ihhh risa bisa gak sih ga ngagetin" ucap kesal bianca, risa hanya terkekeh lalu bianca melanjutkan makannya.
Bianca dan raffa telah selesai memakan pesanannya sedangkan risa dan diky baru menerima pesanannya dengan terpaksa bianca pamit duluan dan tidak bisa makan bersama risa.
"Dik, ris gue duluan yak" ucap raffa lalu menarik tangan bianca.
"E...hhhh ris, dik biya duluan ya assalamu'alaikum" risa dan diky hanya menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan makannya.
Raffa mengantarkan bianca pulang tapi setelah sampai di rumah bianca raffa tidak langsung pulang dia singgah sejenak dan masuk kedalam rumah bianca duduk di sofa depan tv, sedangkan bianca masuk kedalam kamarnya untuk mengganti baju nya.
Bianca membuka lemari baju,meraih kaos berwarna hitam dan celana diatas lutut, bianca memasuki kamar mandi setelah mengganti pakaian nya ia turun ke bawah, dia melihat raffa sedang duduk disofa lalu bianca menghampirinya mendudukkan dirinya disamping raffa dan Indy pergi bersama lilis ke butik miliknya jadi hanya ada raffa dan bianca Dirumah nya.
"Bi, gue minta kue ya" raffa menunjuk toples yang ada dimeja makan dan bianca menganggukkan kepalanya.
"Iya ambil aja" raffa berdiri dan berjalan kemeja makan mengambil kue dan kembali kesofa.
Raffa membuka tutup toples nya lalu memakan kue nya "enak banget sapa yang bikin?" Ucapnya dan kembali memakan kue nya.
"Mamah kemarin yang bikin" bianca meraih remote tv mengganti ke channel kartun Upin ipin.
Akhirnya raffa dan bianca sama sama menikmati suasana ini bercanda dan tertawa sambil memakan kue buatan lilis mereka berdua merasa nyaman namun mereka tak berada mengungkapkan nya karna gengsi, sampai akhirnya mereka lelah dan tertidur disofa dengan posisi raffa menaruh kepalanya di pundak bianca sedangkan kepala bianca bersender di sofa, mereka telarut dalam mimpi mereka masing masing hingga lilis dan Indy datang mereka masih saja melanjutkan mimpi mereka dan terpaksa lilis membangunkan mereka karna jam menunjukkan pukul 18.00.
***
"Raffa, biya bagun"sambil menepuk pipi keduanya.
"Loh kok lo nyender ke gue sih" ucap bianca lalu mendorong kepala raffa.
"Santai aja kali gue tadi ketiduran, yaudah mumpung pundak lo kosong ya gue isi, yaudah deh gue balik dulu" bianca menganggukkan kepalanya lalu raffa berjalan menuju dapur dan menyalimi tangan lilis "mah,raffa pulang dulu ya"
"Iya hati hati ya sering sering kesini biar rumah gak sepi"raffa tersenyum.
Raffa mendekatkan wajahnya ke samping kuping lilis "mah biya buat raffa ya jangan di kasih ke orang lain" ucapnya sambil terkekeh begitupun lilis ia tertawa melihat.
Lalu raffa melangkahkan kakinya keluar dari rumah,sebelum keluar raffa melewati bianca dan tanpa aba aba raffa menarik tangan bianca.
"Ih raffa apaan sih, lepasin gak!!" bianca mencoba menepis tapi raffa malah mengeratkan genggamannya.
Sesampainya di depan pintu raffa melepaskan genggamannya dan tersenyum ke arah bianca,bianca menatap heran raffa.
"Ih kenapa senyum senyum sendiri jadi takut gue" ucapnya sambil menggaruk lehernya yang mungkin tidak gatal.
"Lah emangnya kenapa kalo gue senyum, gue ganteng ya"
"Hahaha sumpah ya lo pede banget jadi cowo"
"Hehehe sekali kali kan gapapa"
"Yasudah pulang lo sono"
"Lo ngusir gue?"
"Bukan gitu nanti lo pulangnya kemaleman, gue juga capek bediri disini banyak nyamuk pula" ucap bianca sambil menggaruk kakinya.
"Yaudah gue balik" raffa menyalakan mesin dan memakai helmnya lalu melaju meninggalkan rumah bianca, setelah raffa sudah hilang dari pandangannya bianca berjalan masuk kedalam rumah.