
Kata orang "tak kenal makan tak sayang" tapi kalo sudah kenal? Bakal jadi sayang?
Tok tok tok tok
"Biya bangun kamu bisa terlambat masuk sekolah!" perintah lilis.
"Astaga ini hampir jam 7 gua bisa telat kalau gini," bianca bergegas turun dari kasur dan lari ke kamar mandi, memakai seragam sekolah dan meraih tas nya menuruni tangga dengan tergesa gesa menuju meja makan.
Dengan tergesa-gesa bianca memakan roti yang di bikin oleh mama, "biya pelan pelan makannya nanti kamu bisa tersedak," tuturnya.
"Biya harus cepat maa kalau tidak biya bisa telat," bianca berdiri dari kursi dan mengambil tas nya dan segera berangkat ke sekolah nya.
"Mah biya bawa brownisnya ya buat bekal, dadah," bianca berlari keluar dan menaiki motornya dan melaju selaju mungkin.
Jarak antara sekolah dan rumah bianca agak jauh. Mungkin bisa menghabiskan waktu setengah jam untuk sampai ke sekolahnya.
***
"Oh shitt gua telat,"umpat bianca.
Bianca Maharani gadis cantik berlesung pipi. Gadis ceroboh yang tidak percaya akan cinta.
"Pak bukain pagarnya dong saya kan baru terlambat setengah jam, ayo lah pak sekali aja habis ini saya janji ga akan telat lagi,"ucap bianca seperti anak kecil yang meminta permen.
"Aduhh neng bapak teh gabisa bukain nanti dimarahin bu mayang kan kamu tau sendiri bu mayang gimana," ucap pak satpam dan otak bianca mengingat kalau hari ini ada pelajaran bu mayang dijam pertama. Tamat lah riwayat mu bianca.
"Pak boleh lah pak sayang baru telat setengah jam boleh ya, ya, ya."
"Hemm yaudah lain kali jangan telat lagi ya nanti bapak yang dimarahi bu mayang," pak satpam langsung membuka kan pintu pagar dan bianca langsung masuk dan berlari.
"Makasih ya pak nanti biya traktir bakso." ucap bianca disela sela larinya.
"Sama sama neng ditunggu ya neng hehe," pak satpam menutup kembali pagar sekolah.
Sangking cepat bianca berlari ia tak sadar kalau ada orang didepan nya
BRUUUK
bianca meringis kesakitan sedangkan yang ditabrak nya membalikkan badannya dan mengulurkan tangannya tapi bianca menepis uluran tangannya.
"Lo gapapa? Lo telat ya." tanyanya.
"Udah jelas jelas gue lari lari ya telat lah masa kagak. Udah ah minggir minggir gue mau lewat," ucap bianca sambil mendorong tubuh laki laki yang berdiri dihadapan nya kesamping.
"Cantik sih tapi galak kayak harimau."
Raffa Bagaswara most wanted SMA Budi Bakti, di kejar kejar banyak wanita di SMA-nya. Tapi tidak ada satu yabg dapat menaklukan hatinya.
Setelah percakapan tadi bianca berlari menuju kelasnya bianca mengintip jendela kelas nya dan sialnya bu Mayang sudah berada dikelas bianca yaitu dikelas 12 ipa 2, lalu dengan hati yang was was bianca melangkah memasuki kelasnya.
****
"Assalamu'alaikum" semua mata tertuju pada bianca, bianca melihat ekspresi wajah bu mayang berubah menjadi kesal. Kenapa lo **** banget sih biya pake tidur malem.
"BIANCA KAMU TELAT,SUDAH BERAPA KALI IBU BILANG JANGAN PERNAH TELAT DALAM KEADAAN APAPUN PASTI KAMU KESIANGAN KAN?KAMU BEGADANG YA SEMALEM?UDAH TAU HARI INI SEKOLAH MASIH AJA BEGADANG."
"Aduh bu jangan teriak teriak nanti muka ibu tambah tua loh," ucap bianca dan semua murid didalam kelaspun ikut tertawa dan tanpa ia sadari ada seseorang mengintip dari luar kelas dan ikut tertawa.
"KAMU! NGELEDEK SAYA YA??"
"Eh enggak kok bu, ibu kan orang yang paling cantik," bianca mencari akal supaya terbebas dari seribu satu ayat bu mayang lalu tiba tiba ia teringat bronis yang dibawanya tadi, "bu mamah saya ada ngasih sesuatu buat ibu," lanjutnya.
"Kamu ga berniat buat nyuap saya kan?" dengan cepat bianca menggelengkan kepalanya.
"Ini mamah bikin brownis spesial buat ibu," ucapnya sambil membuka tasnya dan mengambil brownis itu dari dalam tasnya.
"Ibu cobain ya," bu mayang meraih brownis yang ada didalam kotak berwarna pink, "Ini enak banget. Bilang makasih ke mamah kamu ya," bianca langsung menganggukkan kepalanya.
"Yaudah bu saya duduk ke kursi dulu ya bu," tanpa menunggu balasan dari bu mayang bianca langsung membalikkan badannya
"Bianca," Bianca yang merasa terpanggil akhirnya menengok ke belakang, "kamu masih ada utang ya sama saya," bianca langsung tersenyum jahil lalu melangkahkan ke meja nya.
"Pinter banget lo ya nge bujuk bu mayang," ucap risa sepupu bianca sekaligus teman sebangku bianca.
Clarissa fitriani gadis berhati baik dan lembut. Dan tentu saja bianca bisa mengontrol emosi bianca yang uring uringan.
"Iya brownis gue yang melayang, udah ah dengarin tu penjelasan ibu tercinta entar dia ngamuk lagi capek banget gue dengerin seribu satu ayatnya sumpah budek kuping gue" Lalu risa dan bianca fokus dengan penjelasan bu mayang, waktu berlalu dengan cepat akhirnya bel istirahat berbunyi.
***
Semua murid berbondong bondong menuju kantin termasuk bianca dan risa awalnya bianca tidak ingin ke kantin namun karna bronisnya sudah dimakan bu mayang akhirnya terpaksa ia kekantin, bianca memesan bakso sedangkan risa memesan mie ayam saat mereka sedang menunggu makanan yang dipesan tiba tiba dua orang menghampiri mereka lebih tepatnya menghampiri bianca.
"Eh lo tadi yang nabrak gue kan?" Tanya nya.
"Udah tau pake nanya," Jawab bianca ketus.
"Karna tadi lo udah nabrak gue terus gak minta maaf sebagai ganti nya lo traktir gue makan bakso, deal? " ucap raffa lalu mengulurkan tangannya tapi bianca masih enggan membalas salaman nya.
"Enak aja lo ngomong, lagian ya gara gara lo gue jadi dimarahin bu mayang coba aja lo gaada dihadapkan gue mungkin gue gak akan dimarahin bu mayang," Jelasnya dengan nada kesal.
"Lah yang nabrak elo bukan gue."
"Lagian lo juga bediri ditengah jalan," Ucap nya tak mau kalah lalu memalingkan wajah ke arah samping.
"Eee...hhh raffa, diky dia emang gitu suka marah marah maklumin aja ya," ucap risa.
"Eh risa lo kok malah ngebelain dia sih bukannya gua."
"Bianca lo tu harus sabar jangan karna bu mayang marahin lo tadi. Lo ngelampiasin kekesalan lo ke raffa gak boleh gitu ah entar cantiknya ilang loh kalo marah marah," ucap risa membujuk bianca.
sifat bianca yang cuek, sok kuat dan jutek terhadap orang lain sangat jauh berbeda dengan orang yang yang sangat berarti.
Contohnya risa, risa adalah sepupu bianca, bianca akan bersifat manja dan kadang kadang bianca terlihat lemah, rapuh dalam keadaan tertentu jika dia berada didekat keluarga atau disamping sahabat dan orang yang menurut nya sangat berarti.
"Iya deh gamarah lagi," ucapnya sambil memeluk risa.
"Uuu jadi sayang," ucap risa dan membalas pelukan bianca raffa dan diky yang melihat tingkah bianca dan risa hanya bisa terkekeh.
"Kenapa lo ketawa ketawa gaada yang lucu," ucap bianca ketus dan ibu kantin datang membawa pesanan bianca dan risa.
"Yaudah gue kesana dulu. Ayo dik," ucapnya, raffa dan diky lalu berdiri dari kursinya dan pergi.
Dan sekiranya raffa sudah agak jauh dari penglihatan bianca, "pergi lo jauh jauh sono."
"Lah giliran gaada orang nya baru berani pas ada orangnya gak berani," risa disertai kekehan mendengar ucapan bianca lalu mereka melanjutkan makannya.
BEL MASUK KELAS BERBUNYI
Setelah mendengar bel berbunyi murid murid berbondong bondong masuk kekelas mereka masing masing termasuk bianca dan risa, pelajaran ke tiga adalah olahraga untuk kelas 12 mipa 2 dan 12 ips 2, murid murid sudah berkumpul di lapangan dan siap mengikuti pelajaran olahraga walaupun pelajaran mereka sama tapi guru mereka berbeda, materi kelas 12 mipa 2 adalah tentang kasti sedangkan materi kelas 12 ips 2 adalah bola basket.
Bianca mendapat giliran memukul bersama anya sedangkan risa mendapat giliran jaga bersama anggie guru olahraga mereka sudah menyediakan beberapa pos yang ditandai dengan tiang dimana pemain serang (yang mendapat giliran pukul) permainan dimulai bianca saat ini berancang ancang memukul bola saat bola dilempar bianca dengan sigap mukul bola tersebut.
"Yeeaaayyyyyy kena," bukan nya lari bianca malah kesenangan karna berhasil memukul bola tersebut.
"BIYA LARI!!!!" ucap risa dan seketika bianca tersadar seharusnya dia berlari bukannya berdiam diri dengan sekuat tenaga bianca lari.
Tanpa bianca dan risa sadari ada dua orang yang tengah duduk memperhatikan mereka dari tadi dan tertawa melihat tingkah konyol mereka yaaa raffa dan diky.
"Dik lo suka sama risa ya gue perhatiin lo ngeliatin risa mulu."
"Aaa..aaa..enggak kok raff," raffa tau kalau diky sedang berbohong.
"Udah lah dik kalo suka bilang aja mumpung risa jomblo dia baik loh, lo gak liat pas dikantin sifat nya beda banget sama yang atunya kayak harimau."
"Iya sih hehe, tapi kenapa lo nyaranin ke gue emang lo gasuka sama risa?" tanya diky raffa hanya tertawa.
"Ayolah risa buka tipe gue, dia ga menarik buat gua kayak gaada tantangan nya hehehe," Diky langsung menyikut perut raffa, "Aduh sakit *****."
"Lo suka sama bianca ya?" Tanya diky langsung dibantah oleh raffa.
"Heh lo pikir aja ya mana ada cowo yang betah dekat dekat ama dia kayak harimau gitu."
"Eh raff ati ati loh, awalnya lo bilang gak suka entar lama lama lo suka sama dia," ucap diky dan lagi lagi raffa tertawa.
"Jangan sampe deh entah gimana kehidupan gue kalo pacaran ama harimau bisa ditelen idup idup gua."
"Yaudah yok balik kekelas," Raffa mengangguk dan berdiri berjalan menuju kelasnya bersama diky.
BEL PULANG BERBUNYI
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat akhirnya proses belajar mengajar telah selesai semua murid telah pulang menuju rumahnya masing masing begitu pun bianca, risa, diky dan raffa bianca dan risa berjalan menuju parkiran saat melewati koridor mereka tak sengaja bertemu raffa dan diky.
"Yaelah kenapa sih ketemu orang ini lagi," ucap bianca berbisik ke risa.
"Udah ah biya biarin aja gausah diladenin," Saat risa dan bianca asik ngobrol tanpa sadar ia berjalan mendahului raffa.
"Ehh ada harimau," ucap raffa dan bianca tampak mendengar jelas ucapan raffa membalikkan badan nya, menatap tajam raffa.
"EH MAKSUD LO APA SIH?" tanya bianca yang kini tersulut emosi.
"Biya udah ayok kita pulang aja," bujuk risa tapi bianca enggan menggubris perkataan risa.
"Lah lo nyadar ya?" Ucap raffa yang semakin membuat bianca emosi.
"EH LO TU GAADA ABIS ABIS YA GAADA KERJAAN LAIN APA SELAIN GANGGUIN ORANG? HERAN."
"Lah lo nya aja yang ngerasa, emang gua bilangin lo," ucap raffa tak mau kalah.
"EH SAPA LAGI DISINI SELAIN GUE SAMA RISA, GAMUNGKIN JUGA LO BILANGIN RISA HARIMAU PASTI LO BILANGIN GUA KAN?"
"Biya udah ayok pulang aja nanti tante lilis nyari in. Diky kok diem aja bantuin kek, " ucap risa dan diky hanya terkekeh.
"IH LO TU YA,"bianca hendak menonjok pipi raffa tapi ditahan oleh risa.
"BIYA UDAH!! AYO KITA PULANG," tanpa menunggu jawaban risa menarik tangan bianca.
"EH LO COWO TENGIL TUNGGU PEMBALASAN GUE," ucap bianca.
"Dasar harimau, cantik cantik tapi galak bener," ucap raffa saat berjalan menuju parkiran ia tak sengaja menendang buku, raffa menunduk dan mengambil buku tersebut lalu membukanya dan betapa terkejutnya ia mendapati dilembar pertama tertulis bianca maharani.
***
Diperjalanan pulang risa tak berbicara sedikit pun bianca tau kalo risa sedang marah karna dia tak menuruti perkataan nya tadi dan malah melanjutkan pertengkaran nya dengan raffa.
Sesampai nya didepan rumah, risa hendak masuk ke dalam rumah tapi tangan nya ditahan oleh bianca.
"Risa jangan marah dong nanti biya mainnya sama sapa?" tapi risa enggan menjawab pertanyaan bianca, "risa risa jangan marah lagi ya biya minta maap nanti ga diulangin lagi kok!" ucap bianca lalu mengacungkan jari kelingking nya.
"Janji?" ucap risa dan bianca mengangguk lalu mengkaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking bianca.
"Yaudah yuk masuk."
Saat didalam kamar bianca membuka isi tasnya tapi dia tak menemuka buku dairy nya.
"Ris lo ada ke bawa buku diary gue gak?" tanya bianca namun risa menggelengkan kepalanya.
"Yaudah lah biarin aja palingan ketinggalan dilaci," ucapnya lalu membereskan isi tasnya lagi.