
suasana pagi yang menenangkan mentari yang mulai akan merayap naik untuk menyinari bumi kali ini Fero terbangun di pagi hari karena alarm nya karena dia tidak ingin kejadian kemarin terulang .
Fero :" Fio ,bangun "
Fio :" jam berapa?"
Fero :"jam delapan" Fero mengibul supaya Fio bangun .
Fio :"apa" Fio tersentak dari tidur nyenyak nya ,lalu melihat sekeliling "masih terlalu pagi untuk jam delapan,ini masih gelap" Fero menarik tangan Fio yang berniat merebahkan tubuhnya kembali ke ranjang kesayangannya namun Fero lebih cepat menariknya " aduuh ,pliss aku masih ngantuk,kamu tau kan semalam aku tidur jam berapa" tanpa menghiraukan gerutuan Fio , Fero mulai mengangkat tubuh Fio dan membawa Fio ke kamar mandi. Fio kaget dengan perlakuan Fero .
Fero :" kenapa? bukannya semalam aku juga menggendongmu seperti ini" Fio jadi tersipu malu.sesampainya dikamar mandi .
Fio :" turunkan aku "
Fero :" baiklah ,tapi kamu harus siap siap kita joging"
Fio :" ok "
tak berapa lama Fio dan Fero sudah ada di halaman .
bik Inah :" waaah, non Fio ,jadi ketularan Bobby den Fero ya?"
Fio :" ketularan ,maksud bibik apa?"
bik inah:" itu non, bangun pagi ".
Fio :" aaa, si bibik mah, suka banget ngatain aku, emang bibik mau kemana"
Fero :" bukan mau kemana tapi dari mana ,tu bibik udah bawa sayur ,berarti bibik dari pasar,beberkan bik?"
bik Inah :" seratus untuk Aden" Fero tersenyum bangga .
Fero :" ya udah bik kita keliling dulu ya"
Fio :" daa, bibik" melambaikan tangan .
________________taman kompleks____________
Fio udah capek dan beristirahat dengan duduk di bangku taman .sedang Fero pamit untuk satu putaran lagi.
di kejauhan Fio melihat Fero sedang ngobrol dengan seorang perempuan,mungkin juga terlihat seusia Fio juga .Fio yang penasaran mencoba mendatangi mereka .tapi perempuan itu posisinya membelakangi Fio jadi nggak terlihat jelas.
Fio :" hai fer,udah siang nih pulang yuk"saat mereka menoleh ternyata cewek itu Gita.
Gita :" elaaah baru juga bentaran ngobrolnya,udah ngajak pulang aja".
Fio :" kamu joging juga?"
Gita :" ya kalo Fero lagi disini sih kita sering joging bareng "
Fio :" oooooo"
Gita :" tumben ikut"
Fio :" di paksa noh!" menunjuk Fero"tukang paksa tuh".
Fio :" iya sih,tapi capek" ngambek berjalan meninggalkan Fero dan Gita,tapi kaki Fio tersandung hingga Fio terjatuh" aaauuu," Fio mengerang kesakitan Fero langsung berlari menghampiri Fio begitu juga Gita .
Fero :"kamu nggak papa ? mana yang sakit ? berdarah nggak?" tanya Fero bertubi-tubi.
Gita :" sepertinya baik baik saja hanya lecet sedikit,coba berdiri"
Fio mencoba berdiri di bantu oleh fero,namun karena kakinya masih nyeri Fio terhuyung dan segera ditarik oleh Fero ke dalam pelukannya.gita menyaksikan adegan itu hanya berdecak dan menggelengkan kepala .
Gita :" bener-bener deh temen aku satu ini ,nggak pernah punya pacar ,sesekali ya pacaran tapi nggak cinta, ini punya tunangan malah kayaknya over love ,beruntung banget deh "
Fio :" aduh kaki aku sakit kayaknya aku nggak bakalan bisa pulang deh " Fero menjongkok tepat di depan Fio .
Fero :" ayo naiklah" meminta Fio naik ke punggung nya ,Fio masih ragu.
Gita :" udah nggak usah ragu fi,nih ya kalo ada Fara pasti gigit jari tuh"
akhirnya Fio dan Fero sampai di rumah dengan Fio di gendong oleh Fero .Fero menurunkan Fio di kamar .
Fio :" makasih"
Fero :" udah tugas aku"
Fio :" tugas? jangan bahas soal tugas ,karena aku melalaikan tugas ku jadi kamu tidak perlu terlalu memperhatikan tugasmu"
Fero :" jangan coba merampas hakku lagi"
Fio terdiam mendengar jawaban dari Fero,memang Fero berhak untuk bersikap sesukanya pada Fio mau dia perhatian ataupun acuh ,itu semua terserah dia.fio tidak berhak melarangnya.
tak berapa lama Fio mulai membersihkan dirinya dan segera bersiap ke sekolah.tapi Fero menghentikan kegiatannya dan memegang kedua bahu Fio dan mendudukkannya di ranjang ,ternyata Fero mengobati luka Fio ,Fio menarik kakinya tapi di tarik lagi oleh Fero dan Fero malah menatap Fio penuh cinta untuk meyakinkan Fio hingga Fio tak kuasa menolaknya karena Fero benar-benar melakukan semuanya sepenuh hati , bahkan sepertinya bayangan David bahkan tak tersisah setitik pun di hati dan pikiran Fio . karena terhalang cinta yang luar biasa dari Fero .
setelah sarapan Fero dan Fio berpamitan langsung pulang bahkan koper mereka pun sudah tersedia dan siap dikirim ke rumah mereka.setibanya di sekolah Fero turun dan membuka pintu untuk Fio .
Fero :" bisa jalan?"
Fio :" udah mending kok ,bener kata Gita ini tuh cuma lecet" saat Fio mulai beberapa langkah kakinya terasa nyeri lagi tapi sekuat tenaga Fio menahannya karena tidak ingin merepotkan Fero .langkah Fio terlihat goyah dan sesekali hampir ambruk tapi Fio terus berusaha bertahan ,David melihat dari jauh dan melihat mimik wajah Fio yang menahan sakit ,David tak sampai hati ,David pun menghampiri Fio .karena David pikir Fero tak peduli pada Fio .
David :" kamu kenapa? kamu sakit?"
melihat David mendekat Fero dengan cepat menarik Fio karena David memegang tangan Fio ,hingga Fio hampir terjatuh,Fero menatap David seakan menegaskan untuk menjauh.
David :" aku hanya khawatir ,kamu tidak lihat dia seperti menahan sakit "
Fero memeriksa Fio dan kening Fio di penuhi keringat dingin.
Fero :" kalau sakit nggak usah sok kuat"
Fio yang tak siap jadi terkejut karena Fero langsung mengangkat tubuhnya.
Fero :" tidak usah urusi tunangan orang ,karena tunangannya berada disini" melangkah meninggalkan David dengan Fio di gendongannya.
David :" kenapa seakan sudah nggak ada lagi harapan padahal aku sangat sayang padamu Fio "