
Maya :"apa kaliantahu kalau pisah ranjang?"
semua terdiam .
Reyhan :" setau aku sejak mereka mendapatkan surat nikah mereka mereka sudah aku minta tidur sekamar".memang semenjak mereka mendapatkan surat nikah mereka Reyhan dan Aisyah meminta mereka tidur di kamar yang sama ,saat itu mereka tidur di kamar Fio namun Fero memilih untuk tidur di sofa di kamar Fio ,karena terlihat Fio tidak nyaman dengan kehadirannya,lagian emang mereka nggak pernah akur.
Fatmah :" kalian sudah menikah pamali pisah ranjang".
Fero :" maksut kami ,kamukan masih sekolah jadi......"
Maya :" Fero dari kecil mama sudah mendidik kamu dan berusaha agar kamu selalu dekat dengan Fio,masa lalu kamu adalah Fio masakini mungkin kamu jauh dari dia namun mama selalu berusaha mendekatkan kamu dengan dia,dan juga masa depan kamu pun adalah Fio ,kenapa jadi seperti ini? atau mungkin ada orang lain diantara kalian".jantung Fio seakan meloncat ke ujung Monas karena mendengar perkataan mama Maya yang dirasa sangat tepat mengarah kepadanya.
Reyhan:" mungkin ini juga adalah salah ku,sejak kepindahan kalian keluar negri Fio jatuh sakit dan bahkan dia tidak sadarkan diri selama sebulan lebih dirumah sakit,namun saat Fio mulai sadar dia tidak lagi menanyakan tentang kalian dan aku berfikir ini yang terbaik untuk saat ini ,hingga saat ini mungkin Fio juga tidak ingat masa-masa kita bersama sebagai satu keluarga".
Fio yang mendengar paparan cerita dari papanya langsung mengalihkan pandangannya pada Fero " what,aku pernah Sampek sakit gara gara mikirin dia,bahkan aku sampai koma gara gara kangen gitu sama dia ".
Fero pun jadi mengerti kenapa Fio seakan tidak terkenang sama sekali akan dirinya,itu semua karena Fio kehilangan ingatannya.fero merasa Fio sedang memperhatikan dirinya langsung menoleh " kenapa?"Fio hanya menggelengkan kepalanya.
Maya :" jadi sekarang bagaimana?"
Reyhan :" bagaimana kalau malam ini kita buat jadi malam yang spesial untuk mereka?"
Fio dan Fero langsung tersentak dan saling pandang.
prabu :" aku setuju".
Maya :" baguslah ".
Aisyah :" ok"
Bu Fatmah :" mama akan bantu sebisa mama".
Fio sama Fero makin terkejut dengan respon orang-orang di ruangan itu.
Aisyah :" kak Maya ,kita urus Fio " mendekat dan merangkul Fio ,lalu mengajak Fio ke kamar Maya.
Bu Fatmah :" mira ,bantu saya,ikut saya sekarang ajak juga pak Soleh dan pak Wira supir pak Reyhan".
bik mira :" baik nya,bentar saya panggil mereka dulu".
di ruang kerja Fero
prabu :" nanti malam akan jadi malam pertama kamu sama Fio,jadilah laki-laki kamu ".
Fero :" pa ,Fero nggak mikir Sampek kesitu ,aku sama Fio masih sekolah pa ,kalo Sampek Fio hamil gimana?"
prabu :" aduh, Fero sekarang itu udah ada banyak cara untuk menunda kehamilan kamu tenang aja!".
Fero :" tapi pa " Fero merasa tidak enak pada Reyhan karena dia takut Reyhan tidak sependapat sama papanya .
Reyhan:" iya Fero,lagian kita udah siapin pengaman untuk kalian dan papa yakin kamu bisa". menepuk lembut pundak fero
Fero pun berfikir " ya tuhan ini aku pikir papa Rey bener-bener deh,aku kira dia bener-bener akan paksa aku tiduri anaknya" Fero benar-benar tidak habis fikir .
di kamar Maya
setelah lama menunggu akhirnya pesanan online milik Maya datang juga .sambil membawa sebuah paper bag dan memberikannya pada Fio .
Maya :" nih kamu ganti baju sama baju ini ,udah sana cepet".
Fio :" iya ma". Fio lalu pergi ke kamar mandi untuk ganti baju,di dalam kamar mandi Fio terbelalak melihat baju yang dia keluarkan dari paper bag." astaga,ini beneran aku harus pakek,baju ini terlalu fulgar".Fio keluar kamar mandi tanpa ganti baju.
Aisyah :" kok belum ganti baju?"
Maya :" kenapa?" Fio tersenyum kecut.