
saat ini Fio dan Fero sedang terkunci di dalam kamar .setelah Fero menyelesaikan makannya Fero mendatangi Fio .Fio pun gusar karenanya .
Fio :"kamu mau ngapain" reflex menarik selimutnya lebih tinggi .
Fero :" mau ambil piring kamu".Fio menyerahkan piringnya .
Fio :" nanti tidurnya gimana?"
Fero melihat sekitar dan dia kehilangan sesuatu ,ya sofa kamarnya hilang .
Fero : ya gimana lagi ,disitu( Fero menunjuk ke salah satu sudut ruangan) kemarin masih ada sofa tapi sekarang Uda nggak ada".
Fio :" iya juga sih, kita juga nggak bisa keluar dari kamar ini ,yaa..... kamu boleh deh tidur disini ,tapi...."
Fero :" tapi apa?".
Fio :" jangan Deket Deket, ini batas nya"menaruh bantal di antara mereka.
dari luar kamar ada yang mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
Fero :" iya "
prabu :" ya sudah kalau kalian belum tidur ,dengarkan baik baik ,kalian akan terus diperlakukan seperti ini kalau kalian masih belum bisa menerima kenyataan ,fikirian itu baik-baik".setelah kalimat itu selesai tak terdengar apapun lagi dari arah pintu .
Fio :" mereka maksa banget sih".
Fero :" emang beneran kamu lupa ingatan?"
Fio :" ya mana aku tau!"
Fero :" kok bisa nggak tau,kan kamu yang jalanin".
Fio :" emang apa yang aku lupa?".
Fero terdiam sejenak dan memikirkan hal yang berkesan di masa kecil mereka .
Fero :" ketika kita kecil kita sering bepergian bersama".
Fio :" iya aku juga tidak ingat hal itu"
Fero :" cincin itu, kita bertukar cincin di sebuah panggung dihadapan banyak orang ,itu adalah saat pertunangan kita ".
Fio :" benarkah dulu kita begitu dekat ?,apakah kau benar-benar seorang yang berarti dalam hidup ku ?".
Fero :" sepertinya begitu!"
Fio :" lalu kenapa kamu nggak pernah ada dalam hidupku kamu baru datang ketika kita sudah sebesar ini?"
Fero :" karena hal yang tidak terduga kami sekeluarga harus pindah ke Swiss untuk waktu yang lama namun setiap tahun papa dan mama saling berkirim foto ,foto aku dan foto kamu".
Fio :" aku nggak pernah lihat foto kamu ,satu pun nggak ada".
buuk!! sebuah bantal mendarat di muka Fero dengan senyum manisnya "aaauuu" Fero kaget karenanya.
Fio :" narsis tau nggak,tapi kasian banget ya!"
Fero :" kenapa kok kasian"
Fio :" iya ,Uda narsis pasang muka sok ganteng terus nggak ada yang liat,hahaha"
melihat Fio tertawa lepas membuat Fero terdiam memandangnya." ngapain ,liatin aku Sampek kayak gitu"
Fero :" kamu cantik,apalagi kalau pagi bahagia ,cantik banget,dan aku nggak nyangka kamu sekarang adalah istriku"
Fio :" udah lah, sekarang mending tidur besok juga bakal di bukain pintunya,kan kita harus sekolah".
Fero :" fi ,kalau kita nggak akur kita akan tetap di awasi sama mereka,gimana kalau kita baikan?!".
Fio :" maksud kamu kita jadi suami istri beneran buat mereka gitu? , nggak ahh, aku masih belum siap" Fero terkekeh mendengar respon Fio .
Fero :" aduuh ,Fio kamu tuh lucu banget ya,sumpah beruntung aku dapat istri sepolos kamu,(Fio mengerucutkan bibirnya karena kata-kata Fero ) maksud aku ......." Fero mendekatkan wajahnya ke arah Fio ,sontak Fio langsung memukul Fero dengan bantal lagi bahkan kini sambil merem ketakutan.fero mencoba meraih tangan Fio karena Fio terus memukulnya dengan bantal,tapi hal itu malah membuat Fio histeris,
Fio :" jangan kamu mau ngapain ,lepasin aku"
Fero :" fi, diem dulu ,aduh ( Fio benar benar ketakutan dan tidak bisa diam dia terus meronta meminta di lepaskan ) Fio ,dengerin aku,(lalu Fero berteriak karena Fio tak mau mendengarkan kata katanya )Fio diam ".
PRAANGG!!
ada suara di depan pintu kamar mereka ,hal itu mengalihkan perhatian mereka.
Fio :" suara apa itu?"
Fero :" tau ,maling atau kucing?".
Fio :" aku takut !"
Fero ingin melihat apa yang terjadi tapikan pintunya terkunci dari luar .Fero segera kembali ke ranjangnya.fio yang masih ketakutan hanya diam termenung .
Fero :" aku mau bisikin sesuatu ke kamu"
Fio :" apa?"
Fero mendekati Fio dan mulai membisikkan sesuatu" kita harus pura pura romantis di depan mama sama papa ,kamu setuju nggak?"Fio tersenyum dan memberi jempol tanda setuju .
Fero :" ya udah ,udah malam ,tidur yuk"Fio hanya mengangguk .
******
pagi harinya ketika Fero bangun tiba tiba di almari sudah ada kunci dan pintu pun sudah terbuka.ternyata sebelum mereka bangun Maya sudah masuk dan memasang semua kunci tapi tak menemukan kejanggalan pada kedua anaknya karena saat Maya masuk tidak terlihat bantal yang membatasi mereka .
apakah Fio dan Fero akan berhasil meyakinkan orang tua mereka kalau mereka baik baik saja????.....