
Fio keluar dari kamar mandi tanpa berganti baju ,seperti perintah Maya.
Aisyah :" loh,kok masih belum ganti baju?".
Maya :"Fio ,ayo dong cepet kamu ganti baju"
Fio :" tapi ma ,bajunya kependekan , trus baju ini juga terlalu fulgar".
Maya :" nggak pakek tapi tapian,sekarang kamu ganti baju atau mama yang gantiin bajunya"
mendengar perkataan Maya Fio segera kembali ke kamar mandi dan mengganti bajunya ,saat Fio melewati cermin kamar mandi Fio menelan salivahnya " ya tuhan baju macam apa ini,pendek banget,bahannya juga tipis banget,apa sih maunya mama " Fio tak kunjung keluar dari kamar mandi Maya dan Aisyah Sampek kesal menunggu Fio di luar .
Maya :" Fio ,sayang kamu ngapain aja sih ,kok lama ,kamu nggak pingsan kan sayang"
Fio :" bentar ma".teriak Fio dari dalam kamar mandi".
tak berapa lama Fio akhirnya keluar dari kamar mandi,tapi Fio mengenakan sebuah handuk kimono ,dan tersenyum kecut karena takut kena marah lagi.
Maya :" astaga, Fio kamu belum ganti baju juga?!"
Aisyah:" sayang mama Maya udah geram banget tuh sama kamu ".
Fio :" Fio udah ganti baju kok ma, tapi Fio malu jadi Fio pakek handuk ini,beneran udah Fio pakek kok".Maya dan Aisyah hanya bisa senyum dan menggelengkan kepala karena tingkah putrinya itu yang di anggap menggemaskan.
Aisyah :" nih sayang ,kamu minum obat ini"
Fio :" ma ,Fio kan nggak sakit ,kenapa Fio harus minum obat?".
Maya :" itu bukan obat untuk orang sakit ,tapi itu obat buat biar orang nggak *****"
Fio melongo mendengar omongan mamanya " nggak ma ,Fio nggak mau , Fio masih sekolah Fio nggak akan lakuin apa apa yang bikin Fio h****l"
Aisyah :" ya makannya kamu minum ini satu aja ,di setiap kamu mau tidur ya,dengan begitu kamu nggak akan h****l sayang".
Maya :" ya udah kita antar dulu Fio ke kamarnya dan nanti baru kita suruh minum lagi ".
Aisyah :" nggak bisa ini harus di pastikan ,ayo cepat minum "dengan melotot tanda marah hingga Fio langsung menurut.
sesampainya di kamar Fero. disana ada Oma Fatmah yang tadinya sedang menata ruang kamar Fero .
Oma Fatmah:" Oma udah tata ulang kamar ini dan juga udah siapin diner khusus untuk kalian di sana jadi kamu cukup tunggu Fero datang saja,dan Oma segera pergi dari sana.
Fio :" mama , Fero beneran bakalan kesini?"
Maya :" iya dong ,ini kan malam pertama kalian ".
Aisyah:" udah dong Fio ,waktu kalian masih di rumah mama kalian juga sekamar kan?"
Fio : " beda ,orang waktu di rumah Fio sama Fero pisah kamar kalaupun satu ruangan tapi juga pisah ranjang,nggak gitu tengah malam aku usir dia" .
Fio :" nggak bisa ma".
Maya :" loh kok nggak bisa ,itukan punya mama".
Fio :" pokok nya Fio nggak bisa lepasin ini,lagian mama bisa minta sama papa buat beli in mama handuk baru kan!"
Maya :" nggak itukan handuk kesayangan mama jadi kamu harus lepasin sekarang!" perintah Maya mengada ada .
Fio terpaksa melepas handuk itu dan tampaklah baju sexi yang Fio kenakan lalu dengan cepat Maya mengambil handuk dari tangan fio.
Fio segera masuk dan menutup pintu kamar ,begitu melihat ke arah almari otak Fio mulai bekerja .
Fio :" baju aku kan disini semua ,ya tinggal ganti aja kok ribet sih" pikir Fio
tapi ternyata almari itu tidak bisa dibuka.
Fio :" yaah..,dikunci gimana bisa ganti baju,eh tapi masih ada baju Fero,biarin deh baju dia juga yang penting nggak pakek baju ini " segera Fio menghampiri almari bagian Fero tapi ternyata terkunci juga , tiba-tiba terdengar suara knop pintu terbuka Fio langsung mengarahkan pandangannya ke pintu .ternyata Fero yang masuk kayaknya nasibnya nggak jauh beda dengan Fio yaitu di paksa setelah Fero di dorong masuk ternyata mereka yang diluar segera menutup dan mengunci pintu itu ,Fero segera berusaha membuka pintu itu tapi gagal.
Fero :" pa, kanan kunci dong ,bentar lagi makan malam ,bahkan dari siang Fero belum makan kok papa tega sih" sedang Fio langsung lari kekamar mandi karena kehadiran Fero di kamar itu.
Fio :" aduh udah gagal ganti baju sekarang Fero juga masuk lagi,"(melihat sekitar tapi tak ada handuk atau apa pun disana) "Fero " panggil Fio dari dalam kamar mandi
Fero :" apa ,kamu di mana sih?"
Fio :"aku di kamar mandi,kamu ada kunci serep almari nggak ,kayaknya sengaja di kunci dek pintunya supaya nggak bisa ganti baju".
Fero :" aku nggak ada kunci serep"
Fio :" truz gimana dong "
Fero :" jangan kelamaan di kamar mandi entar masuk angin ,mending cepet kluar deh"
Fio :" hey dasar ya,cowok suka cari kesempatan ,sengaja suruh aku keluar ,karna ada maunya kan?"
Fero :" nggak ada , yang ada kamu bisa sakit kalau sembunyi di sana,nih aku udah tutup mata ,sekarang kamu keluar sembunyi dimana kek asal jangan disana.
Fio pun tak yakin dengan omongan Fero ,jadi dia hanya membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengintip keadaan tapi ternyata Fero benar-benar sedang memejamkan matanya lalu Fio berjalan mendekati Fero menggoyangkan tangan tepat di depan muka Fero lalu bergegas menuju ke ranjang dan menutup tubuh nya dengan selimut,sedang Fero masih tetap menutup matanya.
Fio :" udah kamu bisa buka mata!"
Fero membuka matanya dan mendapati Fio yang duduk di atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.rupanya Fero benar-benar lapar sampai-sampai perutnya berbunyi hingga Fio yang mendengarnya tertawa geli.
Fio :" kamu lapar,(Fero mengangguk) tuh ada makanan " Fio menunjuk ke arah makanan yang di siapkan oleh Oma Fatmah .dengan lahapnya Fero langsung memakan makanannya dan teringat akan Fio.
Fero :" kamu nggak makan" tapi Fio hanya diam sambil memandang Fero,Fero mengambilkan beberapa makanan untuk Fio dan membawanya ke ranjang tempat Fio berdiam diri,sekilas senyum manis merekah di bibir Fio ,hal itu membuat jantung Fero berdetak kencang tak karuan.