
di sekolah terdapat keramaian karena hari ini pengumuman nilai hasil ujian mereka ,meski hanya ujian semester satu namun semua siswa antusias ingin mengetahui segera nilai mereka ,termasuk juga Fio. Fio terus mencoba menerobos untuk bisa sampai di papan pengumuman namun gagal, tiba-tiba muncullah Fero dari tengah kerumunan dan langsung menyeret Fio untuk pindah dan menjauh ke tepat lain .
Fio :" aku mau lihat nilai aku ".
Fero :" aku udah lihat nilai kamu bagus kok ,tenang aja".
Fio :" beneran nggak bohong kan?"
Fero :" iya sayang "
dari kejauhan ada sepasang mata yang memandangi mereka dari jauh,yups itu adalah David .
David :" kamu begitu dekat sekarang sama dia ,harusnya aku yang kini ada di samping kamu,aku akan selalu mencintai kamu Fio"
Farah yang tak sengaja mendengar perkataan David langsung menepuk punggung David pelan untuk menyemangati .
Fara:" sabar vid,mungkin emang Fio bukan jodoh lo kali!"
David :" siapa yang tau hati Fio,dia pasti terpaksa jauh dari gue karena larangan si cowok resek itu ,lagian mana mungkin Fio langsung jauhi aku seketika kayak gini,semoga hati Fio masih milik aku".
Fara :" sabar lah vid ,lagian kayak nggak ada cewek lain aja ,kalaupun kamu Deket sama Fio apa kamu yakin bisa dapetin restu orang tua nya secara orang tua Fio pilih Fero bahkan sejak Fio bayi" Farah nggak sadar dengan apa yang telah dikatakannya.
David :"maksud kamu ,mereka dijodohkan sejak bayi gitu?"
Fara :"aduuuh kenapa gue bisa keceplosan ya ,." batin Fara" vid sorry gue pergi dulu ya"
************
Fio dan Fero masih asyik ngobrol namun terhenti karena Gita datang.
Gita :"hy ,ada kabar bagus nih"
Fero :" kabar apaan ,ganggu ,ngerasa nggak?"
Gita :" ya sorry "
Fio :" ganggu apaan,orang nggak juga, eh git emang kabar apa yang bagus?"
Gita :" itu mau ada....."kata katanya terhenti karena Fara nyelonong aja.
Fara :" hello my prince ,tau nggak bakalan ada camping loh,kamu ikut nggak,udah tau belum?"
Fero :" Fara, bisa nggak panggilnya nama aja"
Fio :" camping ,heeeehm"Fio kesal mendengarnya .
Fero :" kamu kenapa sayank?"
Fio :" kan aku udah bilang jangan panggil aku sayang!"
Fero :" denger ya,itu prifasi aku kamu nggak bisa ngelarang ,ok"
Fio :" terserah!"
Fero :" kamu kenapa BT gitu dengar acara camping ,emang ada yang salah?"
Gita :" sorry ni ya gue menyela di antara kalian,gini fer , jadi Fio itu selalu di larang oleh bokap nya untuk ikut acara sekolah yang harus keluar keluar gitu kayak camping dan piknic ,iya kan fi" Fero hanya mendengarkan dan mengangguk tanda mengerti.
*********
sepulang sekolah Fio dan Fero sudah terbiasa pulang bersama.sedang David yang belum bisa muv on ,hanya bisa memandangi Fio dari kejauhan.david memandangi mobil Fero sampai tak terlihat lagi.
sementara Fero dan Fio hanya diam di perjalanan pulang .Fio hanya termenung memandangi pemandangan diluar jendela mobil Fero . hal itu tak luput dari perhatian Fero .
Fero :" Fio ,kita akan mengunjungi papa Rey untuk meminta izin ,agar bisa ikut camping"
Fio :"benarkah ,kamu akan memintakan izin ke papa?".
Fero :" iya".
Fio :" tapi ,apa papa akan izinkan,kalau papa nggak ngizinin gimana?"
Fero :" yang penting kita coba dulu ,aku akan bilang sama papa kalau aku akan menjaga kamu di sana ,aku yakin papa akan memberi izin" Fio mengangguk tanda setuju .
sampailah mereka di kediaman ADIJAYA,Fio sangat bersemangat karena dia ingin segera berkemas.
Fio :" kita nginep kan?"
Fero :" iya ,kita nginep"
Fio :"kalo gitu aku akan segera siap siap" Fio bergegas keluar dari mobil dan masuk ke rumah.
Maya :" Fio ,kenapa kamu berlarian gitu ada apa sayang?"
Fio :" mama ,kapan mama datang kok mama sudah di rumah?" .
Fero :" mama,mama udah dirumah ,mana yang lain ?".
Maya :" lagi tidur , kecapean kayaknya".
Fero :" ooo gitu,ma Fero sama Fio mau menginap sementara di rumah papa Rey, boleh kan ma?".
Maya :" tentu saja boleh,tapi kalian harus ingat tanggal 20 kami akan kembali ke Swiss,jadi kalian pulang sebelum tanggal itu ya".
Fero :" baik ma"
Fio :"iya ma"
Fio dan Fero bergegas ke kamar,Fero ganti baju dan merebahkan tubuhnya di ranjang sedang Fio sibuk berkemas.
Fio :" kamu nggak siap siap,nggak kemas baju?".
Fero :" kan ada istri aku ,siapin dong"
demi cepat berangkat Fio bergegas mengemas barang yang dia perlukan dan berlanjut dengan barang Fero .
Fio :" aku udah selesai koper kamu udah aku kemas tapi belum komplit ".
Fero :" maksudnya,tadi bilang udah sekarang belum gimana sih ?".
Fio :" itu ....,yang itu belum".Fero bangun dari posisi tidurnya dan mendekat ke arah Fio ,memeriksa kopernya untuk melihat apa yang kurang dan setelah tau yang dimaksud Fio maka Fero pun tertawa.
Fero :" hahahahaha"
Fio :" kok kamu tertawa sih?"
Fero :" ya kamu ,nih ya, ya aja kalo lagi aku pake ,nah ini , ini itu cuma lipatan kain ,liat nih " menunjukkan benda itu pada Fio ,Fio sontak menutup kedua matanya ,hal itu membuat Fero makin gemaz dibuatnya .
Fio :" dasar cowok ,nggak tau malu"
Fero :" hey Fio "mencoba membuka tangan Fio yang menutup kedua matanya dan memegangnya lembut penuh cinta,dan menatap kedua mata Fio lekat " sayang ,kamu itu istri aku,dan aku suami kamu ,jadi semua hal tentang kamu tentang aku itu adalah milik kita bersama dan nggak perlu malu malu kucing gitu"
Fio :" tau ahhh, aku kan nggak terbiasa dan lagi aku malu liat itu,dan menurut aku itu wajar dan juga kalaupun aku sendiri juga nggak akan biarin kamu liat barang barang pribadi aku "
Fero masih tetap memegang kedua tangan Fio ,namun tangan Fero berpindah ke tengkuk Fio ,entah dorongan apa yang membuat Fero berani makin mendekati Fio ,sedang Fio bagai membatu Fio bahkan tidak kuasa menggerakkan tubuhnya ,hingga akhirnya Fero menciumnya dan tentu saja kali ini dalam keadaan sadar saat tidak adalagi jarak di antara mereka Fio hanya memejamkan matanya dan terbuai dalam perlakuan Fero .sedang Fero juga terbuai dengan kenikmatan yang yang kini ia rasakan ,Fero terus melumat bibir Fio dan menjelajah setiap inci rongga mulutnya ,gairahnya semakin menjadi tangan Fero mulai nakal dan tak terkendali,yang tadinya memegang tangan Fio di pangkuan Fio sekarang mulai naik dan masuk kedalam kaos yang Fio pakai ,Fio merasa ada yang mengelus lembut pinggangnya bahkan dia dapat merasakan sentuhan kulitnya,dengan segera kesadaran Fio kembali dan mendorong Fero menjauh. Fero pun juga tersadar seketika dan mereka jadi salah tingkah Fero segera berdiri dan berjalan keluar kamar sedang Fio masih lemas gara-gara kejadian itu.
" apa yang barusan terjadi ".pikir mereka bersamaan .