
___________ RACHEN's A.J Group ____________
setiba di RACHEN's.A.J Group Fero menghentikan mobilnya di depan pintu masuk dan disambut oleh seorang laki-laki yang terlihat lebih dewasa dari Fero .Fero segera keluar dari mobil dan Fio mengikutinya.
Fero :" bukannya sudah di jadwalkan nanti sore tapi kenapa datang jam segini"
Dika :" aku juga sudah mengingatkan ,tapi sepertinya ada masalah yang membuat mereka marah"
Fero :" marah ? ,kamu sudah siapkan baju untuk ku"
Dika :" sudah siap diruangan "
Fio yang dari tadi mengekor pada kedua cowok itu sampai harus berlari kecil ,untuk mengimbangi langkah mereka ,sampailah mereka di dalam lift dan pandangan Dika Terarah pada Fio,sampailah mereka di ruangan CEO ,lanjut mereka masuk .Fero segera mengambil baju yang telah di siapkan dan masuk ke sebuah ruangan . Dika masih terus memandangi Fio ,lama lama Fio juga merasa tidak nyaman .
Fio :" ada yang salah,kenapa dari tadi di pandangin terus sih?".
Dika :" maaf kamu siapa ya ,itu yang dari tadi mau saya tanyakan "
Fio :" saya Fio ".
Dika :" pacar......"baru saja mau bertanya tapi Fero sudah kembali.
Fero :" hgmm, hgmm" berdehem
Fio dan Dika terkejut dan menoleh karena suara itu.
Dika :" berangkat sekarang?"
Fero :" kamu penuhi semua kebutuhan nyonya muda ADIJAYA selama saya miting" dengan penekanan di setiap katanya.
Dika :" baik " memberi hormat pada Fero .
Fero keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Fio bersama Dika .
Dika :" maaf apa anda butuh sesuatu?"
Fio :" enggak sih ,cuma boleh tanya?"
Dika :" iya silahkan"
Fio :" ini dimana dan apa yang dilakukan Fero disini ,anda siapa?"
Dika :" ini adalah perusahaan milik Presdir,maksud saya milik Mr.Rachen atau atau anda lebih akrab dengan pak Fero dan saya adalah asistant pribadi Presdir".
Fio :" ooooo, kalau begitu kantin dimana?"
Dika :" bagaimana kalau saya pesan ke ruangan saja".
Fio :" ke kantin saja ,sekalian aku bosan di sini sepi".
Dika :" baiklah silahkan ikuti saya"
mereka berjalan menuju ke kantin dan di sepanjang perjalanan banyak mata yang memandang ke arah Fio dan bertanya tanya .
Fio :" kenapa semua orang memandangi aku ,tadi kamu juga ?"
tiba tiba datang seseorang menghadang langkah mereka, "permisi pak Dika ,ini ada beberapa berkas yang harus di sampaikan pada CEO" memberikan beberapa map .
Dika :" kamu taruh di meja sekertaris CEO saja ya,nanti saya ambil "
seseorang itu :" tapi pak ,dua berkas ini untuk miting dadakan siang ini pak"
Fio :" permisi , toilet dimana ya?"
Dika :" oh, maaf toiletnya disana ,Dina tunjukkan toilet dulu"
seseorang itu( Dina):" baik pak"
di perjalanan ke toilet dina menggerutu namun terdengar jelas oleh Fio " siapa sih? ketoilet aja harus di antar ,Deket juga"
Fio :" maaf mbak ,kalo mbak nya nggak mau antar juga nggak papa ,saya akan cari sendiri"
Dina :" udah di baikin nyolot " mendorong Fio " ,eh dasar ya ,lagian anak ingusan aja ngapain sih masuk perkantoran ?"
Fio :" saya kan udah bilang ,saya bisa cari toiletnya sendiri ,mbak kali yang nggak denger"
Dina :" ya udah terserah ,lagian males tau nggak " pergi meninggalkan Fio.
Fio :" apa sih ,maunya tu orang ,dia yang cari gara-gara malah dia yang lebih garang"
saat Fio selesai dengan urusan toiletnya dia bermaksud mencari Dika tapi Fio bingung dia tidak tau nama Dika Fio terus berjalan mencari Dika .terdengar percakapan di meja kariawan.
Dina :" eh lihat deh ,kalau pakek ini gue tambah cantik nggak " Fio berhenti di balik penyekat ruang karena suara yang tak asing baginya ." aku yakin dengan gaya baru aku aku bisa menarik perhatian pak Rachen yang ganteng banget itu "
Fio :" pak Rachen? " Fio berfikir sejenak " maksudnya Fero?"
Fio melanjutkan perjalanannya.dina yang melihat Fio melintas menegurnya.
Dina :" hey kamu" Fio menghentikan langkahnya.
Fio :" saya" menunjuk dirinya sendiri.
Dina :" iya kamu ,saya cuma mau bilang kalo nanti pak dika tanya macem macem awas ya kamu jelekin aku"
Fio :" kok ngancam sih"
Dina :" emang kenapa, awas ya kalau kamu buat masalah untuk saya "
Fio :" denger ya mbak saya nggak suka di paksa dan saya juga ilfell sama orang yang marah marah nggak jelas dan satu lagi saya nggak suka bohong"
seketika Dina mengangkat tangan nya dan mengarahkannya pada Fio ,namun tak disangka ada yang menahan ayunan tangan Dina .Fio bukannya takut dia malah terus menatap Dina dan kini beralih memandang pada Fero yang sedang memegang tangan Dina yang hampir menamparnya.
Dina :" siapa berani menghalangi ku memberi pelajaran pada anak kurang ajar ini heh?" mencoba menarik tangannya lagi tanpa melihat siapa yang sedang menahannya.
Fero :" siapa kamu berani menyentuhnya?"
mendengar suara orang yang ada di belakang nya Dina menoleh dan alangkah kagetnya dia saat tau siapa orang yang memegang tangannya .
Dina :" hhaaah, pak Rachen " terperangah " tapi dia sudah berani kurang jar sama saya pak" elaknya.senyum tak percaya menghiasi wajah Fero .
Fero :" kamu disini bekerja dengan gajih dari saya dan kamu berani memaki istri saya di depan umum?!"
begitu banyak kariawan yang menyaksikan kejadian ini dan mereka semua bertanya-tanya dengan kebenaran ucapan Fero karena setau mereka Fero adalah seorang CEO lulusan luar negri dan dikenal dengan Mr.Rachen bahkan mereka tidak tau jika CEO itu adalah seorang anak SMA.
" bagaimana mungkin CEO menikahi anak SMA?!" itulah yang terdengar dari para kariawan.sedang mendengar Fero mengakui pernikahannya di depan umum membuat perasaan Fio campur aduk. Fero menghempaskan tangan Dina dan menghampiri Fio , menarik tangan Fio dan merangkul kan tangannya pada pinggang Fio untuk membawa Fio sangat dekat dengannya hingga tak ada jarak lagi antara mereka,pandangan Fio terarah pada Fero dan detakan jantungnya juga mulai tak terkendali.
Fero :" aku mengumumkan pada semua ,bahwa saya sudah menikah dan ini adalah istri saya AXELLA RACHEN ADIJAYA"
Fio :" apa yang dia katakan kenapa namaku berubah ? "memandang kesekitar dan beralih ke Fero .Fio melihat beberapa orang wanita yang ada disana seakan tidak terima atau mungkin patah hati terutama Dina yang pasti benar benar syok berat. Fero menggandeng tangan Fio dan membawa Fio meninggalkan kerumunan itu.