Idol And Ordinary Girls

Idol And Ordinary Girls
Keenam...



Happy Reading...


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


.


.


.


" Permisi dik, apa kau melihat seseorang menggunakan hoodie overzise dan celana cargo berantai seperti ini? " Seseorang bertanya kepada Yn didepan sebuah toko.


" Emm... siapa ya? Saya tidak pernah melihat ia berada disekitar sini " Dengan raut wajah bingung yang ia buat di wajah polosnya.


" Ah, ne... kalau begitu saya permisi dulu "


" Ne... "


Yn menatap punggung seseorang itu yang mulai menghilang dari pandangannya.


**Tok...


Tok**...


" Permisi tuan " Cicit Yn.


Cklek...


" Apa mereka sudah pergi " Pelan pria itu.


" Sudah, mereka lumayan banyak yah" Ucap Yn sambil menghela napas.


" Ah... maaf saya merepotkan anda " Ucap pria itu tidak enak.


" Eh.. tidak apa " Kata Yn sedikit panik.


" Hehe... "


" Emm... tuan boleh keluar dari sini "


" Ah baiklah "


Keluar pun sosok ber hoodie itu...


" Ah... akhirnya keluar dengan nyaman " Leganya.


" Wah... " Sedangkan Yn sedang mengagumi tempat ini.


" Emm..? " Pria itu tersenyum simpul dibalik masker hitamnya ketika tau ia berada dimana.


" Permisi nona " Cegat pria itu ketika melihat seseorang yang berlalu dihadapan nya.


" Ya, ada yang bisa saya bantu? " Ramah nona itu.


" Saya... " Membuka masker nya diam-diam.


" Eh tuan! "


" Tolong siapkan pakaian ganti untukku "


" Baik tuan " Nona itupun pergi dengan perasaan bahagia.


" Ini apa? " Gumam Yn sembari memegang sebuah benda berbentuk permen yang sayang sekali tidak bisa dimakan, apa lagi harganya sangat fantastis untuk hanya dua permen seperti itu.


" Itu lollipop Mikrokosmos, benda berbentuk permen. Wajar tidak bisa dimakan dan harganya mahal karena ini official " Bisik Pria itu ditelinga Yn.


" Ah, kkamjjagia! "


" Hehe... " Kekeh pria itu lucu.


" Official? "


" Ini permen buatan dari sebuah 'bintang besar' loh " Bangga dirinya.


" Oww... benarkah? "


" Oh iya, tuan ganti pakaian? " Yn memerhatikan pria itu dari atas dan bawah secara bergantian.



" Apa aku tampan? "


" ... "


" Permisi tuan Jungkook, ini pesanan anda tadi "


Jungkook?!


" ? "


" Haha... jangan bercanda nuuna " Kekeh nya merasa lucu.


" Good luck tuan "


" Nih " Pria yang bernama Jungkook itu memberikan sebuah paper bag.


" Ini apa tuan? "


" Panggil Jungkook saja "


" Ta-tapi... "


" Kita seumuran kan? " Jungkook melihat tinggi Yn yang tinggi sebahu dengan nya dan mencap Yn sebagai teman yang sebaya dengan nya.


" Umurku ti-tiga belas "


" ... "


" M-MWOO!? " Tidak bisa berkata-kata.


" Hehe.. tinggi saya 167, 9 diumur 13 tahun, tidak wajar yah " Kikuk nya.


" Y-yaa... i-itu " Jungkook speechless.


" Gen keluargamu sangat luar biasa yah " Dengan senyuman sedikit tertekan.


Aku dikalah oleh anak gadis😭...


" Emm... saya ingin pergi dulu, ini sudah malam "


" Mau kemana? " Ucap Jungkook sedikit enggan melepaskan Yn begitu saja.


" Beli tteokboki di pasar malam dan kembali ke asrama "


Kini mereka berada di luar toko tersebut, Jungkook kembali memasang topi dan masker nya.


" Asrama? "


" Saya murid beasiswa "


" Dimana sekolah anda? "


" Gangnam Hight School " Jungkook diam-diam terkejut.


Bukan kah Gangnam Hight School adalah milik paman nya Namjoon-hyeong...


" Berarti, kamu berasal dari luar negeri? "


" Ya, saya berasal dari Indonesia "


" Wah, Indonesia "


" Dan Gangnam! Apa kamu naik kereta sejauh itu hanya untuk pergi ke Seoul? " Terkejut Jungkook.


" Iya hehe... saya kerja "


Anak ini...


" Ah iya, Yn mau pergi dulu yah. Nanti waktu nya cepat berlalu "


" Biar saya temani "


" Baiklah kalau begitu " Yn menyeringai tipis.


" Kita bertanding siapa yang duluan sampai "


" ... "


" Baiklah " Jungkook menerbitkan seringainya.


Seperti nya kakak ini meremehkanku...


Mereka pun berposisi bagai atlet pelari...


" Hana... "


" Dul... "


" Set!.. "


Mereka pun berlari secepat kilat, mengabaikan tatapan orang-orang disekitar.