
Happy Reading...
πππππππ
.
.
.
" Permisi dik, apa kau melihat seseorang menggunakan hoodie overzise dan celana cargo berantai seperti ini? " Seseorang bertanya kepada Yn didepan sebuah toko.
" Emm... siapa ya? Saya tidak pernah melihat ia berada disekitar sini " Dengan raut wajah bingung yang ia buat di wajah polosnya.
" Ah, ne... kalau begitu saya permisi dulu "
" Ne... "
Yn menatap punggung seseorang itu yang mulai menghilang dari pandangannya.
**Tok...
Tok**...
" Permisi tuan " Cicit Yn.
Cklek...
" Apa mereka sudah pergi " Pelan pria itu.
" Sudah, mereka lumayan banyak yah" Ucap Yn sambil menghela napas.
" Ah... maaf saya merepotkan anda " Ucap pria itu tidak enak.
" Eh.. tidak apa " Kata Yn sedikit panik.
" Hehe... "
" Emm... tuan boleh keluar dari sini "
" Ah baiklah "
Keluar pun sosok ber hoodie itu...
" Ah... akhirnya keluar dengan nyaman " Leganya.
" Wah... " Sedangkan Yn sedang mengagumi tempat ini.
" Emm..? " Pria itu tersenyum simpul dibalik masker hitamnya ketika tau ia berada dimana.
" Permisi nona " Cegat pria itu ketika melihat seseorang yang berlalu dihadapan nya.
" Ya, ada yang bisa saya bantu? " Ramah nona itu.
" Saya... " Membuka masker nya diam-diam.
" Eh tuan! "
" Tolong siapkan pakaian ganti untukku "
" Baik tuan " Nona itupun pergi dengan perasaan bahagia.
" Ini apa? " Gumam Yn sembari memegang sebuah benda berbentuk permen yang sayang sekali tidak bisa dimakan, apa lagi harganya sangat fantastis untuk hanya dua permen seperti itu.
" Itu lollipop Mikrokosmos, benda berbentuk permen. Wajar tidak bisa dimakan dan harganya mahal karena ini official " Bisik Pria itu ditelinga Yn.
" Ah, kkamjjagia! "
" Hehe... " Kekeh pria itu lucu.
" Official? "
" Ini permen buatan dari sebuah 'bintang besar' loh " Bangga dirinya.
" Oww... benarkah? "
" Oh iya, tuan ganti pakaian? " Yn memerhatikan pria itu dari atas dan bawah secara bergantian.
" Apa aku tampan? "
" ... "
" Permisi tuan Jungkook, ini pesanan anda tadi "
Jungkook?!
" ? "
" Haha... jangan bercanda nuuna " Kekeh nya merasa lucu.
" Good luck tuan "
" Nih " Pria yang bernama Jungkook itu memberikan sebuah paper bag.
" Ini apa tuan? "
" Panggil Jungkook saja "
" Ta-tapi... "
" Kita seumuran kan? " Jungkook melihat tinggi Yn yang tinggi sebahu dengan nya dan mencap Yn sebagai teman yang sebaya dengan nya.
" Umurku ti-tiga belas "
" ... "
" M-MWOO!? " Tidak bisa berkata-kata.
" Hehe.. tinggi saya 167, 9 diumur 13 tahun, tidak wajar yah " Kikuk nya.
" Y-yaa... i-itu " Jungkook speechless.
" Gen keluargamu sangat luar biasa yah " Dengan senyuman sedikit tertekan.
Aku dikalah oleh anak gadisπ...
" Emm... saya ingin pergi dulu, ini sudah malam "
" Mau kemana? " Ucap Jungkook sedikit enggan melepaskan Yn begitu saja.
" Beli tteokboki di pasar malam dan kembali ke asrama "
Kini mereka berada di luar toko tersebut, Jungkook kembali memasang topi dan masker nya.
" Asrama? "
" Saya murid beasiswa "
" Dimana sekolah anda? "
" Gangnam Hight School " Jungkook diam-diam terkejut.
Bukan kah Gangnam Hight School adalah milik paman nya Namjoon-hyeong...
" Berarti, kamu berasal dari luar negeri? "
" Ya, saya berasal dari Indonesia "
" Wah, Indonesia "
" Dan Gangnam! Apa kamu naik kereta sejauh itu hanya untuk pergi ke Seoul? " Terkejut Jungkook.
" Iya hehe... saya kerja "
Anak ini...
" Ah iya, Yn mau pergi dulu yah. Nanti waktu nya cepat berlalu "
" Biar saya temani "
" Baiklah kalau begitu " Yn menyeringai tipis.
" Kita bertanding siapa yang duluan sampai "
" ... "
" Baiklah " Jungkook menerbitkan seringainya.
Seperti nya kakak ini meremehkanku...
Mereka pun berposisi bagai atlet pelari...
" Hana... "
" Dul... "
" Set!.. "
Mereka pun berlari secepat kilat, mengabaikan tatapan orang-orang disekitar.