
Happy Reading...
πππππππ
.
.
.
.
Criit...
Criit...
Criit...
" Eugh... " Seorang gadis yang terbaring diatas ranjang itu pun perlahan membuka mata nya.
Perlahan dia bangun dari tidur nya dan merenggangkan tubuh nya dengan olahraga kecil.
" Yn! "
" Ya buk bentar " Balas Yn dan berjalan mengambil handuk dan pakaian nya.
Dia keluar kamar dan menemui langsung ibu nya yang berada di dapur.
" Ada apa buk? " Tanya Yn.
" Kau sudah bangun, pergi mandi dan ke meja makan " Kata ibu nya yang sibuk dengan wajan dan spatula di tangannya.
" Iya " Yn pun masuk ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Yn keluar dengan keadaan yang sudah segar. Dia pun segera ke mendekati meja makan yang sudah ada kedua orang tua nya.
" Yn makan " Ibu nya memberikan sepiring nasi dengan lauk yang menurut Yn terasa berbeda dari sebelumnya. Dia pun kebingungan namun tetap menurut karena tak bisa menolak menu baru kali ini.
Mereka pun makan dengan khidmat.
" Yn, ayah mau bicara sama kamu " Saat ini mereka sedang berada di ruang tengah.
Ibu nya datang dengan cangkir teh di tangannya.
" Apa itu ayah? " Tanya Yn setelah melihat sang ibu sudah duduk anteng disebelah sang ayah.
" Apa kamu beasiswa online dibelakang kami " Ucap sang ayah mengintimidasi. Yn mematung Dan berusaha mengingat, dia pun menjadi gugup.
" I-iya, " Mata orang tua nya pun semakin menatap Yn tajam menuntut penjelasan dari anak gadis mereka itu.
" Maaf tapi Yn hanya iseng waktu itu, kakak Mila kasih pinjam laptopnya. Awalnya Yn kira game teka-teki pendidikan tapi Yn liat lagi ternyata untuk beasiswa " Gugup Yn.
Sedangkan Orang tua Yn terlihat diam membuat Yn semakin gugup.
" Kami bangga " Kata mereka sambil tersenyum membuat Yn bingung.
" Kenapa tersenyum? " Heran Yn.
" Kamu lulus seleksi " Mata Yn terbelalak.
" Ta-tapi kenapa bisa, padahal Yn baru kelas 2 SMP? Tidak mungkin " Gagap Yn.
" Mila tadi menunjukkan buktinya, beasiswa itu ingin mencari siswa yang berpotensi lewat jalur beasiswa. Nak kamu lulus, kami merasa sangat bangga dan ingin mendengar jawabanmu " Kata sang ibu dengan lembut.
Yn mengerti pun termerenung, menatap kedua orang tua nya dengan mata berkaca-kaca.
" Yn tidak bisa berbohong, Yn pengen juga merasakan rasa nya keluar negeri " Ucap Yn dengan sedih.
" Tak apa nak, pergi lah! Kami disini menunggu kelulusanmu dengan seragam toga yang melekat pada dirimu " Tulus sang orang tua. Yn yang terharu pun berdiri dan mendekati orang tua nya, mereka pun saling memeluk.
" Maaf in Yn, Yn sayang kalian " Untuk pertama kali nya Yn mengucapkan sayang pada sang orang tuanya.
Biasanya orang-orang pada gensi jika mengatakan hal itu. Namun orang tua pun akan merasa sangat senang jika anak nya mengungkapkan rasa sayang kepada mereka, orang tua Yn pun merasakan hal tersebut.
" Halo kak "
" Jadi kau kau sudah mengetahuinya, bagus lah " Acuh Mila disebelah sana.
" Tapi kak, kenapa nggak bilang sama Yn. Yn kan enggak enak sama ayah dan ibu "
" Tak apa, orang tuamu pasti ngizinin anak nya bersekolah disekolah unggul apa lagi semua nya gratis " Kata Mila.
" Jangan lupa nanti satu negara sama anggota boyband Korea yang cakep itu " Goda Mila sambil cekikian.
" Ish, Yn mungkin hanya mau belajar disana " Gerutu Yn.
" Haha... Yaudah kakak kasih tahu sesuatu "
" Apa itu kak? "
" ... "