Idol And Ordinary Girls

Idol And Ordinary Girls
Kesepuluh...



Happy Reading...


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


.


.


.


" Ah, Finally... " Amber menjatuhkan dirinya di sofa empuk yang berada di ruang asrama milik Yn.


" Ternyata Amber pandai Shoping yah " Yn menghela napas, ia merasa letih telah kesana kemari namun meninggalkan kesan yang baik untuknya.


" Hahaha... lain kali aku akan mengajarkanmu Yn " Kekehnya geli.


" Haha... "


" Oh iya Yn, besok ulangan harian nih. Apa kau tak belajar? " Tanya Amber mengingatkan.


" Tenang saja, Yn pintar kok " Amber mendelik ketika mendengar jawaban yang terlontar kan dari mulut cantik itu secara tak berdosa.


Memang pintar sih...


" Amber, Yn mau mandi dulu ya " Ucap Yn sambil beranjak.


" Aku kesamping dulu, aku juga mau bersihkan diri " Amber tersenyum dan beranjak juga.


" Baiklah " Senyum Yn.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" ... "


" Hanya itu yang saya sampaikan "


" Wah aku tidak menyangka " Celetuk salah satu pria yang sedang duduk disofa disana.


" Ternyata ia seorang gadis yang masih berumur belia "


" Dan ia juga bersekolah di sekolah milik kakek Kim, kakekku sendiri "


" Hyung, apa kau mau melihatnya? " Kekeh Hoseok jahil.


" Hm... sepertinya nanti aku akan berkunjung, karena bertepatan kita cuti besok " Ucap Namjoon yang jahilnya.


" Jungkook apa kau mau ikut? " Jahil Taehyung sembari menaik-turunkan alisnya, berniat menggoda adiknya ini.


Jungkook hanya terdiam dan pasrah digoda oleh para hyung-hyungnya yang lucknut ini.


" Hahaha!... "


Benar-benar menyebalkan...


Esok hari...


Sebuah mobil Hyundai terparkir disalah satu parkiran yang sudah ada tertera disana yang hanya untuk para petinggi sekolah


Bugh...


Tap...


**Tap...


" Woah, sekolah ini semakin menakjubkan. Kakek Kim sangat luar biasa " Kagum Hoseok ketika melihat arsitektur yang menarik dari sekolah tersebut.


Mereka keluar dengan penampilan tertutup yang sederhana dan tak terlalu mencolok. Dengan masker, topi, maupun kaca mata hitam sebagai pelengkapnya.


Mereka berjalan sambil mengagumi sekitarnya, tiba-tiba...


Brukh...


" Aduh... " Semua mengalihkan pandangan mereka ke satu titik yang dimana Taehyung yang berdiri dengan seorang gadis yang terjatuh.


" Tali sepatu yang merepotkan! " Gerutunya dan melihat Taehyung yang juga menatapnya.


" Dia... " Gumam mereka ketika melihat gadis itu.


" Apa anda tak apa nona? Mari saya bantu! " Taehyung mengulurkan tangannya ingin membantu gadis itu berdiri.


" Ah, saya bisa sendiri tuan. Terima kasih, tak usah khawatir " Gadis itu tersenyum dan berdiri dari jatuhnya.


" Emm... maaf saya permisi ikat tali sepatu dulu hehe... " Ia menggaruk kan kepalanya sambil tertawa kikuk. Taehyung terkekeh dan menyilahkannya.


" Emm... maafkan saya karena terjatuh di hadapan tuan dengan tidak sopannya " Ucap gadis itu tak enak.


" Tak apa "


" Maaf tapi saya mau masuk kelas hehe..., have a nice day! " Gadis itu membungkukkan badannya sopan dan berlalu.


" Gadis yang sopan, aku tertarik dengan bahasa dan aksennya dalam berbicara " Ucap Namjoon terkagum.


" Ia murid perpindahan dari luar negri Hyung " Ucap Taehyung.


" Pantas saja "


Jungkook sedari tadi terdiam dan hanya melihat interaksi mereka.


" Umurnya berapa Hyung? " Tanya Jimin.


" 13 tahun untuk umur internasional "


" Tidak mungkin... " Mereka terkejut.


" Dia tinggi sekali! " Histeris Jimin mengingat tinggi badan gadis itu yang hampir sama tinggi dengannya, begitupun dengan Yoongi.


" Yn benar-benar gadis luar biasa " Taehyung menatap Jungkook meminta pendapat.


" Benar sekali Hyung " Jungkook mengangguk kaku.


" Akhirnya sampai "


**Tok...


Tok...


Tok**...


" Masuk! " Terdengar suara seseorang dari dalam sana yang mengintropeksi mereka untuk masuk.


Cklek...


" Kakek! "