
Happy Reading...
πππππππ
.
.
.
" Wah, ternyata enak sekali "
" Bibi dulu penasaran rasa tempe seperti apa, ternyata enak sekali seperti yang dikatakan rumor apalagi di campur dengan saus sambal ini "
" Hehe... kalau Bibi suka Yn nanti berikan 1 papan tempe buat Bibi makan sama Amber "
" Wah, terima kasih banyak Yn "
" Bay The Way Yn, kapan kau memiliki waktu luang? " Tanya Amber sembari mencelupkan tempe nya ke sambal tarasi yang dibuat oleh Yn sendiri.
" Emm... hari ini Yn kosong jadwal. Amber mau mengajak Yn jalan-jalan? " Tanya Yn.
" Tepat sekali, sudah hampir 2 bulan kita berkenalan tapi belum pernah jalan-jalan berdua "
" Hehe... nanti kita pergi "
" Bukan nanti tapi sebentar " Mereka pun tertawa sambil memakan tempe dengan selingan saling berbincang satu sama lain.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
" YN! APA KAU SUDAH SIAP?! " Teriak Amber sambil memperbaiki tas selempangnya.
" Yn sudah siap " Amber berbalik dan menatap Yn dari atas sampai bawah.
" Ayo " Yn menatap bingung dengan raut Amber yang berubah.
" Ke-kenapa? "
" Yn, kamu memang sangat cantik tapi... "
" Bisakah jangan menggunakan pakaian sederhana. Kita hari ini harus tampil sedikit modis untuk awalan kita jalan bersama " Yn jadi tidak enak.
" M-maafkan- "
" Hei Yn kenapa kau selalu meminta maaf, padahal kamu tak mempunyai salah apa pun? " Kesal Amber.
" I-itu "
" Sudahlah, biarkan aku mendandanimu "
" Kau mempunyai banyak pakaian yang bagus. Tapi kenapa kau mengenakan yang sederhana saja? "
" I-itu... " Yn tak bisa ber kata apa-apa lagi. Sungguh ia merasa bersalah karena tidak menggunakan pakaian yang layak untuk jalan-jalan bersama Amber.
" Jangan terus merasa bersalah Yn, jangan terlalu baik " Amber menggandeng tangan Yn.
" Let's go " Amber tersenyum menenangkan dan Yn membalas nya.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
" ...KALIAN SUDAH BEKERJA KERAS! "
Srak...
" Hah, sungguh hari yang melelahkan " Ucap seorang pria menghela napas lelah.
" Kook "
" Ya hyung? "
" Kenapa belakangan ini kamu melamun terus? " Tanya Namjoon dengan serius.
" Yang di katakan Namjoon hyung benar adanya, Kook apa kau... memikirkan ' teman ' mu itu? " Tanya Seokjin mengintimidasi.
" ... " Ruangan menjadi hening.
" Tidak hyung " Elak Jungkook secara halus.
" Siapa namanya? " Tanya Taehyung.
" Aku bilang bukan memikirkan- " Elakan Jungkook terpotong.
" Aku hanya ingin mengetahuinya Jungkook " Ucap Taehyung dengan nada penekanan.
" Kami juga " Keenam itu menatap Jungkook dengan serius membuat Jungkook merasa tertekan.
" Y-yn "
" ... "
" Apa kau tak berkenalan dengan nya? " Jungkook tersentak ketika melihat Taehyung mengotak atik ponsel pribadi nya.
" H-hyung kemari kan ponselku! "
" Tahan dia "
Tap...
" Hyung! " Jungkook sedikit memberontak dan matanya membulat ketika melihat Taehyung menaruh benda pipih itu ke telingannya.
Tut...
Disisi lain...
Tut...
" Hm?... "
" Amber, Yn angkat telepon dulu yah "
" Ne... "
Tut...
Halo...
" Halo bu, kalian apa kabar? " Riang Yn.
" Ohoho... kami baik-baik saja, kalau kamu disana bagaimana? Apa kau belajar dan makan dengan baik? "
" Tentu saja Yn baik, eh ibu kemarin Yn buat tempe loh " Semangat Yn, ia merindukan lingkungan tanah airnya.
" Oh benar kah!? Anak ibu sudah mandiri ya... "
" Ish... Yn kan emang udah mandiri sendiri " Cemberut Yn membuat sang ibu terkekeh dibalik telepon nya.
Mereka pun bercerita...
Kembali ke keadaan tegang sebelumnya.
Tut...
" Cari kan identitas ' teman ' yang menolong Jungkook tempo hari " Ucap Taehyung dengan suara berat nya.
" Baik tuan Kim! "
" Baiklah, terima kasih "
Tut...
" Tenang saja Kook, kami tak mau mengganggu privasi mu tetapi... " Menatap serius manik Jungkook yang indah itu.
" Beritahu kami kapan-kapan ya? " Lembut nya membuat kelima pria itu tersenyum.
" Baiklah Hyung "