Idol And Ordinary Girls

Idol And Ordinary Girls
Kesembilan...



Happy Reading...


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


.


.


.


" Wah, ternyata enak sekali "


" Bibi dulu penasaran rasa tempe seperti apa, ternyata enak sekali seperti yang dikatakan rumor apalagi di campur dengan saus sambal ini "


" Hehe... kalau Bibi suka Yn nanti berikan 1 papan tempe buat Bibi makan sama Amber "


" Wah, terima kasih banyak Yn "


" Bay The Way Yn, kapan kau memiliki waktu luang? " Tanya Amber sembari mencelupkan tempe nya ke sambal tarasi yang dibuat oleh Yn sendiri.


" Emm... hari ini Yn kosong jadwal. Amber mau mengajak Yn jalan-jalan? " Tanya Yn.


" Tepat sekali, sudah hampir 2 bulan kita berkenalan tapi belum pernah jalan-jalan berdua "


" Hehe... nanti kita pergi "


" Bukan nanti tapi sebentar " Mereka pun tertawa sambil memakan tempe dengan selingan saling berbincang satu sama lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" YN! APA KAU SUDAH SIAP?! " Teriak Amber sambil memperbaiki tas selempangnya.


" Yn sudah siap " Amber berbalik dan menatap Yn dari atas sampai bawah.



" Ayo " Yn menatap bingung dengan raut Amber yang berubah.


" Ke-kenapa? "


" Yn, kamu memang sangat cantik tapi... "


" Bisakah jangan menggunakan pakaian sederhana. Kita hari ini harus tampil sedikit modis untuk awalan kita jalan bersama " Yn jadi tidak enak.


" M-maafkan- "


" Hei Yn kenapa kau selalu meminta maaf, padahal kamu tak mempunyai salah apa pun? " Kesal Amber.


" I-itu "


" Sudahlah, biarkan aku mendandanimu "



" Kau mempunyai banyak pakaian yang bagus. Tapi kenapa kau mengenakan yang sederhana saja? "


" I-itu... " Yn tak bisa ber kata apa-apa lagi. Sungguh ia merasa bersalah karena tidak menggunakan pakaian yang layak untuk jalan-jalan bersama Amber.


" Jangan terus merasa bersalah Yn, jangan terlalu baik " Amber menggandeng tangan Yn.


" Let's go " Amber tersenyum menenangkan dan Yn membalas nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" ...KALIAN SUDAH BEKERJA KERAS! "


Srak...


" Hah, sungguh hari yang melelahkan " Ucap seorang pria menghela napas lelah.


" Kook "


" Ya hyung? "


" Kenapa belakangan ini kamu melamun terus? " Tanya Namjoon dengan serius.


" Yang di katakan Namjoon hyung benar adanya, Kook apa kau... memikirkan ' teman ' mu itu? " Tanya Seokjin mengintimidasi.


" ... " Ruangan menjadi hening.


" Tidak hyung " Elak Jungkook secara halus.


" Siapa namanya? " Tanya Taehyung.


" Aku bilang bukan memikirkan- " Elakan Jungkook terpotong.


" Aku hanya ingin mengetahuinya Jungkook " Ucap Taehyung dengan nada penekanan.


" Kami juga " Keenam itu menatap Jungkook dengan serius membuat Jungkook merasa tertekan.


" Y-yn "


" ... "


" Apa kau tak berkenalan dengan nya? " Jungkook tersentak ketika melihat Taehyung mengotak atik ponsel pribadi nya.


" H-hyung kemari kan ponselku! "


" Tahan dia "


Tap...


" Hyung! " Jungkook sedikit memberontak dan matanya membulat ketika melihat Taehyung menaruh benda pipih itu ke telingannya.


Tut...


Disisi lain...


Tut...


" Hm?... "


" Amber, Yn angkat telepon dulu yah "


" Ne... "


Tut...


Halo...


" Halo bu, kalian apa kabar? " Riang Yn.


" Ohoho... kami baik-baik saja, kalau kamu disana bagaimana? Apa kau belajar dan makan dengan baik? "


" Tentu saja Yn baik, eh ibu kemarin Yn buat tempe loh " Semangat Yn, ia merindukan lingkungan tanah airnya.


" Oh benar kah!? Anak ibu sudah mandiri ya... "


" Ish... Yn kan emang udah mandiri sendiri " Cemberut Yn membuat sang ibu terkekeh dibalik telepon nya.


Mereka pun bercerita...


Kembali ke keadaan tegang sebelumnya.


Tut...


" Cari kan identitas ' teman ' yang menolong Jungkook tempo hari " Ucap Taehyung dengan suara berat nya.


" Baik tuan Kim! "


" Baiklah, terima kasih "


Tut...


" Tenang saja Kook, kami tak mau mengganggu privasi mu tetapi... " Menatap serius manik Jungkook yang indah itu.


" Beritahu kami kapan-kapan ya? " Lembut nya membuat kelima pria itu tersenyum.


" Baiklah Hyung "