Idol And Ordinary Girls

Idol And Ordinary Girls
Kedua!



Happy Reading...


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


.


.


.


" Yn apa kau sudah siap "


" Iya Bu! "


" Kami akan mengantarmu ke bandara "


" Tunggu! " Mereka mengalihkan pandangan nya ke arah seseorang yang berlari kearah mereka.


" Ini " Yn menatap Mila yang memberikan nya sebuah buku kecil tetapi panjang itu.


" Aku membuatkan passport untukmu "


" Makasih kak " Senang Yn sambil memeluk Mila.


" Hem... sama-sama " Mila membalas dengan senyuman simpulnya.


" Oh ya, apa berkas-berkas nya sudah siap semua nya? Awas aja ada yang ketinggalan mampus kau "


" Nggak ada kak, udah lengkap itupun gara-gara ibu yang sangat peka "


" Eleh... kamu nya itu pelupa,mana masih muda lagi " Galak sang ibu.


" Ampun buk! "


" Hahaha... "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Bu ayah, Yn pergi dulu " Lembut Yn ketika sudah berada di bandara.


" ... "


" Oi Yn, kalau sudah sampe disana hubungin gw " Kaya gaul itu pun muncul untuk pertama kali nya.


" Yo i " Angguk Yn dan berjalan memeluk orang tua nya yang hanya diam saja.


" Yn sayang kalian "


Suara pengumuman penerbangan ke Korea Selatan pun membuat mereka sedikit tidak rela melepaskan sang anak nya yang akan menempuh pendidikannya di tanah air orang.


" Kami juga sayang kamu nak "


" Mila jaga ibu sama ayah " Mila mengangguk dan memeluk erat Yn.


" Mungkin aku akan merindukanmu kawan " Bisik Mila.


" Sama " Yn tersenyum dan melepaskan pelukan nya, dia mulai berjalan menjauh.


" Hati-hati " Teriak mereka dan Yn hanya mengacungkan jempolnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bandar Udara International Incheon...


Yn pun turun dan sudah mengambil barangnya di bagasi. Dia berjalan ke Lobby dan menunggu taxi yang lewat.


" Taxi! " Mobil itu pun meminggir.


" agassi, eodi gago sip-eoyo? "


Arti : Halo nona, anda ingin pergi kemana?


" Emm... sorry sir, I don't understand your language " Kikuk Yn.


Arti : Emm.. maaf pak, saya tidak mengerti bahasa anda.


" Ah Oh... S-sorry " Pak supir itu pun juga kikuk.


" Ah begini aja " Yn merogoh tasnya dan mengotak-atik ponselnya.


πŸ—£: seonsaengnim, jeoleul Gangnamhaggyo gisugsalo delyeoda jusigess-eoyo?.


Arti : Pak, bisakah kamu mengantarkan aku ke asrama Gangnam School


" Aa~, Mullon "


Arti : Ah, tentu saja.


S


K


I


P


.


.


.


" gamsahabnida "


" Ne, naneun dangsin-ui eon-eoleul ihaehaneun de doum-eul jusyeoseo gamsahabnida "


Arti: Iya, seharusnya saya berterima kasih karena membantu mengerti bahasa anda.


πŸ—£:Hehe... geuleom itta boja.


Arti : Hehe... kalau begitu sampai jumpa lagi.


Yn melambaikan tangannya dengan mobil itu pun melaju.


" Hah... " Yn membalikkan badannya.


" Wah... aku tidak tahu kalau begini perasaan keluar negeri " Yn pun berjalan masuk dengan koper yang dia tarik.


Anggap pake bhs. Inggris...


" Permisi "


" Ya? " Kata resepsionis.


" Saya ini murid beasiswa, bisa kah kamu memberitahu saya apa yang harus saya lakukan selanjutnya? " Kata Yn sedikit canggung sambil memberikan berkas yang membuktikan dirinya adalah seorang beasiswa.


" Ah kamu murid beasiswa dari Indonesia, silahkan... kamar asrama mu sudah di siapkan dengan fasilitas yang sudah lengkap dengan atas nama Yn " Sopan resepsionis itu gembira.


" Terima kasih " Yn membungkuk sopan.


" Ah sama-sama " Senyum resepsionis tersebut.


Sesampai di kamar...


" Ini kartu kamar mu, jangan di kasih hilang yah nanti kamu nggak bisa keluar masuk lagi "


" Terima kasih, telah mengantarku "


" Iya sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu "


" Hah, wanita yang sopan " Gumam Yn sambil tersenyum simpul.


Tit...


Gelap, satu kata yang di terapkan di hadapannya sekarang.


Yn berusaha mencari saklar lampu itu...


Cklek...


Glek...


APA-APAAN KAMAR INI!!!...