
Karena diepisode sebelumnya Author ngasih liat visual mereka, jadi ambyarkan Authornya. Jadi kebayang-bayang sama wajahnya bebeb😍😍😍. Yap siapa lagi kalau bukan My husband bebeb SUGA. Gaje ya?, entahlah yang penting Author bahagia 😂😂😂. Ok back to story.
•••
Setelah setengah hari pulang bersama menggunakan sepeda motor. Saat diperjalanan, tanpa disengaja motor yang dikendarai Arif, dan Rizal menyenggol motor milik salah satu anak sekolah lain.
"Hey, berani lo sama kita? turun sekarang!!" bentak salah sorang anak, yang motornya tadi kena senggol.
"Eh!! maaf, kita gak sengaja kok," jawab Rizal sopan.
"Udah buruan turun!!" bentak yang lainnya.
Arif dan Rizal segera turun dari motornya. Aji dan Sabdo juga berhenti, dan menghampiri kedua temannya.
"Ada apa Zal? kok kalian dicegat sama mereka?" tanya Sabdo penasaran.
Belum sempat Rizal menjawab, anak itu menghampiri Sabdo dengan kesalnya. "Temen lo udah nyenggol motor gue, hampir aja gue celaka!!" jawab anak itu.
"Kan tadi udah minta maaf," cletuk Arif.
"Maaf aja gak ada gunanya, mending kita duel aja," tambah yang lainnya.
"Udah sikat aja!!" kini teman-teman anak tadi datang langsung menyerang Aji dan lainnya.
"Sikat!!!" perkelahian tak bisa dielakkan. Mau tidak mau, Aji dan yang lainnya harus melawan untuk melindungi diri masing.
'Gedebrrrruuuuaak, gubrrrraaaak, degbrrrruuuaakk'(suara pukulan ya gaes, anggep aja kayak gitu 😂😂).
Teman-teman anak itu semakin banyak, Arif, Rizal, dan Sabdo mulai kewalahan. Tapi tidak dengan Aji, dia masih bersemangat meneruskan perkelahiannya.(tau sendiri lah dia kan jawara 😂😂).
Singkat cerita, Aji sudah membereskan semua musuhnya. Semuanya sudah tepar, karna jurus andalan yang dia gunakan. Begitu juga dengan teman Aji, mereka sudah ngos-ngosan. Saking banyaknya anak-anak yang mereka lawan.
Karena sudah dikalahkan oleh Aji, ketua gank dari kumpulan anak-anak itu berdiri dan mengancam Aji. "Sekarang lo menang dari gue, lain kali gue bakal bales dendam sama lo juga temen-temen lo, camkan itu!!" ujar anak itu. Setelah mengatakan itu, anak itu menyuruh semua temannya untuk pergi, dari tempat tersebut.
Setelah gank anak-anak nakal itu pergi, Aji segera menghampiri ketiga temannya, "Kalian gak pa-apa, kan?" tanya Aji, sambil membantu satu persatu temannya berdiri.
"Gak pa-apa kok Ji, Lo tadi hebat banget bro. Ikut karate lo Ji?" tanya Sabdo.
"Enggak kok, aku cuman latian dirumah saja. Mana ada ikut karete?" jawab Aji jujur.
"Tapi, lo hebat banget tau gak, pan-kap" an gue ajarin ya Ji? kan enak kalo gue bisa hebat kayak lo," bujuk Rizal juga.
"Iya, tapi gak janji yah!!" jawab Aji lalu mengambil tasnya, "Udah, ayok pulang!!" Aji pun melangkah menuju motor Sabdo, dan diikuti juga oleh pemiliknya.
Mereka pun naik motor, dan melaju menuju Aji terlebih dahulu.
°
°
°
"Kalian hati-hati dijalan!!, dan makasih udah mau nganterin," ucap Aji pada teman-temannya, terutama Sabdo.
"Sans aja Bro, kayak sama siapa lo. Ini gue Sabdo, temen lo. Lain kali kalau lo butuh bantuan jangan lupa hubungi gue, atau mereka berdua," sahut Sabdo sambil menepuk pundak Aji.
"Makasih yah semua. Baru kali, ini gue punya temen yang emang bener-bener peduli. Makasih yah," sahut Aji.
"Sama-sama Ji," jawab ketiganya kompak.
Mereka bertiga pun kembali menaiki motor, "Kita pulang dulu Ji, nanti kalau ada waktu main sama kita," pamit Sabdo.
"Ok, nanti kalau ada waktu luang gue main deh," jawab Aji, "Kalian hati-hati dijalan!!" tambahnya lagi.
Rizal, Arif juga Sabdo melajukan motor mereka, dan pergi dari rumah Aji.
Setelah taman-temannya pergi, Aji bwrgegas masuk kedalam rumah yang selama ini dua tempati.
"Assalamualaikum," kata Aji saat sudah masuk kedalam rumahnya.
Rumah tersebut sepi seperti tak ada penghuninya, Dia langsung bergegas kekamar kakeknya, untuk melihat apa beliau ada dikamar atau tidak. Aji segera mengetok pintu kamar kakeknya,"Kek, kakek ada didalam?" tanya Aji sambil memgetuk pintu.
"Masuk saja cu, pintunya tidak dikunci!!" jawab sang kakek dari dalam kamar.
Karena mendapat ijin, Dia langsung masuk kedalam kamar kakeknya.
Aji melihat sang kakek sedang berbaring diatas ranjangnya, dia pun menghamiri dan salim pada kakeknya.
"Sudah pulang, cu?" tanya kakeknya lembut.
"Sudah kek, kakek kenapa? kakek sakit?" tanya Aji khawatir.
"Kakek baik-baik saja kok nak, cuman badan kakek sakit semua. Maklum lah, kakek sudah tua nak," jawab sang kakek dengan suara pelan.
"Aji anter kerumah sakit ya kek?" ucap Aji.
"Tak usah nak, kakek cuman butuh istirahat saja. Kamu jangan khawatir sama kakek. Dan ini kenapa kok lebam semua wajahnya?" sang kakek menyadari keadaan cucunya yang berantakan, dan lebam dimana-mana.
"Tadi dijalan, Aji sama yang lain digangguin sama anak-anak sekolah lain. Terus kita berantem deh," jawab Aji jujur.
"Bagus, kamu harus melawan demi melindungi diri kamu. Dan ingat, kamu jangan sekali-kali membuat masalah terlebih dahulu, Paham!!" kata sang sang kakek.
"Paham kek, lebih baik kakek istirahat dulu. Aji juga mau kekamar buat ganti baju," sahut Aji.
"Baiklah nak, kamu jangan lupa makan," tambah sang kakek.
"Baik kek, aku kekamar dulu kek," Aji pun bergegas pergi menuju kamarnya.