
Pagi berikutnya dan seterusnya, Aji selalu mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari sang mama juga ayah tirinya, dia hanya mempunyai Sang kakek sebagai pelindungnya. Kakek Aji sangat menyayanginya, kakek nya merasa iba melihat perlakuan sang anak yang kurang baik terhadap sang cucu. Bagaimana bisa perlakuan seorang ibu pada anak kandung nya sendiri, jauh dari kata pantas,apa memang ini sudah takdir yang harus Aji jalankan? Waallahuwa'lam.
Hari-hari berlalu begitu cepat, Aji kecil kini sudah memasuki usia 12 tahun, karna tekanan batin juga fisik dari orang sekitarnya,emosi nya sedikit kurang terkontrol, juga perangai nya sedikit kasar juga mudah tersinggung.
Bertepatan dengan acara perpisahan di sekolah Aji, semua murid datang dengan kedua orang tua nya, tidak dengan nya, kedua orang tua nya sibuk dengan urusan masing, mereka tidak meperdulikan tentang kehidupan Aji.
Tak bisa terbantah kan, banyak anak juga orang tua mereka terlihat seperti memandang dirinya sebelah mata karna berasal dari keluarga broken home, ada juga yang sampai menghinanya secara lansung, "hey ji kemana orang tua kamu? apa ayah mu sudah membuang mu? atau jangan-jangan ibu mu sudah memiliki selingkuhan baru?" ejek salah satu temannya.
Aji yang di dampingi sang kakek,emosinya sudah mencapai ubun-ubun, tapi masih ditahan oleh sang kakek, "yang sabar cucu ku, jangan sesekali kamu termakan oleh omongan orang, karna mereka tidak tau rasanya hidup sabagai diri mu, jadi tenang kan diri mu!" sang kakek berusaha menenangkan nya.
Karna ucapan sang kakek, Aji bisa menahan emosi nya sesaat, acara tersebut berjalan dengan lancar, Aji yang selalu dipandang sebelah mata, ternyata dia anak yang berprestasi dan mendapat kan ranking kedua di kelas nya, Meskipun bukan Juara pertama, tapi tetap saja sang kakek sangat bangga terhadap nya.
Setelah selesai acara Aji juga sang kakek meninggal kan tempat acara, saat sedang berada di parkiran,sang kakek menyuruh nya menunggu, untuk mengambil sepeda motor yang terparkir sedikit jauh dari pintu keluar.
Saat sedang menunggu sang kakek, tiba-tiba beberapa temannya menghampiri nya, "kasian sekali dia, di saat acara penting seperti ini, cuman dia saja orang tua nya yang gak ada" kata salah seorang dari mereka.
"Dia kan anak buangan, mana mungkin orang tuanya peduli sama dia" timpal yang lainnya.
Yang lainnya juga membuka suara, "ya iyalah bokab dia gak peduli lagi, orang nyokab nya duluan yang selingkuh, pasti bokab nya juga udah gak peduli sama dia" tambah yang lain.
Aji yang dari tadi menahan emosi,kini sudah tak bisa di bendung lagi, dia mengepalkan tangan nya dan, "brrruuuaaakk,gdebrruuukk", sebuah pukulan mendarat pada wajah di salah satu anak tersebut. Sontak saja teman-temannya membalas pukulan Aji, kini Aji dikeroyok oleh beberapa teman nya, mana bisa dia melawan? satu lawan empat,Aji tersungkur di tanah.
"Makanya jangan banyak gaya lo,tau rasakan sok jagoan sih!," ejek anak yang memukul nya.
Dari kejauhan sang kakek melihat cucu kesangan nya sedang di bully teman-temannya, dengan cepat dia menghampiri Aji yang sudah tersungkur di tanah.
"Hey kalian! apa yang kalian sama cucu ku?" teriak sang kakek dari kejauhan.
Melihat kedatangan sang kakek,keempat bocah nakal tersebut lari terbirit-birit,layaknya maling yang sedang lari dari kejaran massa.
Sang kakek melihat kondisi cucu kesayangan nya,wajah juga tangan Aji memar, karna pukulan anak-anak nakal tadi.
"Ayo pulang nanti kakek obatin luka nya" kata sang kakek sambil membantu Aji berdiri.
Aji hanya mengangguk menjawab ucapan sang kakek, Mereka berdua pulang kerumah dengan mengendarai motor, beberapa menit mereka mengendari motor, kini mereka sudah sampai di rumah.
Saat sampai dirumah, Aji kini berubah menjadi senang, dia berlari kedalam rumah dan mencari sang mama, "mah..mah liat ini! aku membawa kejutan pada mama" kata nya antusias.
Saat dia melihat sang mama, menyerahkan raport juga Ijazah nya pada sang mama,
niat hati ingin dipuji sang mama, tapi apa yang dia dapat kan, reaksi sang mama tak sama seperti ekspetasi Aji, Sang mama malah marah-marah kepada nya.
"Jangan terlalu keras sama anak mu sendiri, dia sudah berusaha setidak nya beri dia Sedikit pujian,bukan malah dimarah-marahi seperti ini" timpal sang kakek yang baru datang.
"Ayah tak usah ikut campur, kalau dia selalu di puji bisa jadi manja" sanggah mama Aji.
"Bukan begitu ndok, kamu terlalu keras kepada nya, setidak nya hargai usaha anak mu ini, dia sudah berusaha semampu nya" ujar kakek nya.
"Sudah lah ayah aku pergi kekamar dulu, ayah urus saja cucu kesayangan ayah ini" mama Aji meninggalkan kakek juga Aji yang masih diruang tv.
Sang kakek menepuk pundak Aji, sebagai tanda kalau kakek mendukung nya, dia pergi menuju kamar nya dan berganti pakaian, setelah berganti baju dia langsung pergi mencari kakeknya,seperti biasa sang kakek sedang berlatih di belakan rumah, dia menghampiri nya.
"Cucu kakek sudah datang, sini kakek obatin luka nya" ucap sang kakek saat melihat Aji.
Bukan diobatin dengan salep atau obat merah, melainkan sang kakek hanya membacakan beberapa mantra dan meniup pada setiap luka yang ada ditubuh Aji.
Ajaibnya, rasa sakit yang tadi dia rasakan kini sudah berkurang, meskipun bekasnya masih terlihat, "besok sudah sembuh sepenuh nya" ujar sang kakek.
Dia merasa penasaran dengan apa yang kakeknya lakukan, "tadi diapain sama kakek? kok sekarang udah tak sakit?" tanya nya.
"Itu mantra penyembuh" jawab kakek singkat.
"Kek boleh tidak kakek ajarkan ilmu bela dari pada Aji?" kata dia semangat.
"Boleh,mungkin sekarang saatnya kakek mewariskan semua ilmu yang kakek punya" tutur sang kakek.
Dia mempelajari nya dengan serius, dalam sehari dia bisa menguasa beberapa ilmu yang kakek nya ajarkan.
"Ingat cu, kekuatan yang kamu punya jangan di pergunakan untuk keburukan, pergunakan lah dengan sebaik mungkin, terlebih untuk menjaga diri dari orang jahat" tutur sang kakek.
"Baik kek" jawabnya singkat.
Dia belajar dengan serius juga giat, bukan hanya ilmu bela diri saja yang dia tekuni sungguh-sungguh, tapi pelajaran sekolah juga dia tekuni dengan giat.
HAY READERS SEMUA,AUTHOR MINTA MAAF KALAU BANYAK TYPO ATAU SALAH DALAM MENEMPATKAN TANDA BACA,SILAHKAN KOMENT SUPAYA AUTHOR BISA MEMPERBAIKI KESALAHAN AUTHOR KEDEPANNYA .JANGAN LUPA LIKE JUGA VOTE JUGA KASIH BINTANG LIMANYA!,SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGAT.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI UMAT ISLAM..
AUTHOR SAYANG KALIAN 😘😘😘