
"PLAAAKK" suara tamparan menggema diruang tamu,terlihat sepasang suami istri sedang bertengakar hebat.Dan terlihat juga dua orang anak kecil yang tengah melihat pertengkaran mereka,kedua anak tersebut terlihat ketakutan melihat pertengkaran kedua orang tua nya.
Sang suami emosi dan berkata,"kamu berani-berani nya selingkuh dibelakang ku! apa kamu sudah bosan dengan ku?sehingga kau mencari lelaki lain" kata sang suami dengan nada tinggi.
Sang istri menangis sejadi-jadinya,entah menyesal atau tidak dengan perbuatannya,"bukan begitu mas,aku tidak selingkuh mas,tolong maafin aku!"jawab sang istri.
Suaminya tambah emosi dan,"Plaaaak".Suara tamparan kembali menggema,wanita tersebut mendapat tamparan lagi dari sang suami.Wanita tersebut memegang pipinya yang merah karena tamparan dari sang suami.
"Aku sudah muak dengan wanita rendahan seperti kamu,mulai sekarang aku jatuhkan kamu talak tiga" kata sang suami.
Sang istri mulai menyeka air matanya dan mendongak menatap sang suami,"aku mengaku salah Aku khilaf,aku minta maaf tapi tolong jangan ceraikan aku,inget Aji juga Andi bagaimana nasib mereka kalau kita berpisah?" sahut sang istri terdengar suaranya gemetar.
Sang suami tersenyum kecut,"setelah melakukan perbuatan bejat kamu baru inget mereka berdua,ibu macam apa kamu?apa kamu ingat mereka saat melakukan perselingkuhan itu".
"Maaf mas aku khilaf,beri aku satu kesempatan lagi" ujar sang istri memohon.
"Tidak bisa,aku sudah menjatuhkan talak tiga pada mu,secara agama kita sudah bukan suami istri lagi" ucap sang suami,"aku akan pergi dari sini,andi ikut dengan ku,setelah kita resmi bercerai,kamu bebas melakukan apa pun sesuka mu".
Sang suami melangkah menuju kamarnya,meninggalkan istrinya yang masih terisak.Setelah kepergian sang suami,kedua anaknya menghampiri dan memeluk nya.
"Mama kenapa nangis?juga kenapa tadi papa mukul mama?" tanya salah seorang anaknya yang bernama andi.
Wanita itu dengan cepat mehapus air matanya,"mama tidak apa-apa nak" Jawab sang mama.
"Aji takut ma,liat kalian seperti tadi" kata anak satu nya lagi.
"Maafin mama nak,karna mama kalian jadi begini-.." ucap nya lirih.
Wanita itu memeluk kedua putranya bersamaan dan terisak,beberapa saat kemudian terilihat sang suami menarik sebuah koper besar dari dalam kamar.
Laki-laki tersebut berjongkok didepan dua anaknya,"Aji papa minta maaf,karna mulai sekarang papa akan jarang main sama kamu nak!" ujar sang papa.
"Papa mau kemana?Aji ikut pa" jawab anak tersebut dengan polos.
"Papa sama bang Andi akan tinggal dirumah kakek,Aji disini jagain mama yah,juga Aji harus nurut sama mama" kata sang papa,sambil mengelus kepala anaknya.
"Tapi Aji mau nya kita semua tinggal bersama,seperti sebelumnya" rengek sang anak.
Kini sang papa berdiri dan menarik anak pertamanya,"Aji anak baik kan,Aji harus nurut kata papa" kata laki-laki itu,"Andi ayo pergi ikut papa!".
Laki-laki itu membawa anak pertama nya pergi,sang istri hanya bisa menangis melihat kepergian sang suami juga putra sulungnya.Sedangkan Aji mengejar papa juga kakaknya,apalah daya hanya seorang anak kecil yang masih berumur delapan tahun,berlari mengejar mobil yang melaju dengan cepat,anak itu pun terjatuh diatas aspal dan lutut nya terluka.
Melihat anak keduanya jatuh di atas aspal,wanita itu pergi dan memghampiri anak nya,"untuk apa kamu mengejar mereka,mereka sudah tidak membutuhkan kita,jadi mulai sekarang kamu harus kuat tidak boleh cengeng,ayo mama obati luka mu".
Wanita itu membawa putranya kedalam rumah,dan mengobati luka nya.
_____***_____
Hari-hari berlalu dengan cepat,kini tiba dimana sang mama juga papanya menghadiri sidang perceraiannya,sidang berjalan dengan lancar,status keduanya kini sudah bukan suami istri lagi,melainkan hanya mantan.
Juga sidang itu memutuskan hak asuh anak,iya sang suami mendapatkan anak pertamanya,sedangkan sang istri mendapat tanggung jawab mengurus anak kedua nya.
Setelah resmi bercerai,orang tua Aji menjalani hidup masing-masing,mamanya sudah menikah lagi dengan selingkuhannya.Juga papanya sudah memiliki keluarga baru.
Hari-hari ia jalani meskipun berat,tanpa adanya keluarga yang utuh,di sekolah juga dia sering mendapat bullying karna berasal dari keluarga broken home.miris sekali,coba bayangkan anak yang masih berumur delapan tahun harus menerima kenyataan bahwa dia berasal dari keluarga broken home,sungguh kasihan.
Karna dia tinggal dengan sang mama yang sudah memiliki suami baru,otomatis perhatian mama nya berkurang,sang mama hanya mementingkan kehidupannya saja,tanpa memikir kan bagaimana kondisi mental sang anak.
Aji ini sering menghabiskan waktu bersama kakek nya ayah dari sang ibu,karna merasa kasian dengan cucunya,Aji sering ditemani oleh sang kakek.
Sampai disaat Aji melihat sang kakek berlatih ilmu kanuraga di halaman belakang rumah nya,dia merasa tertarik dengan apa yang kakeknya lakukan,Setelah selesai kakeknya berlatih,Aji langsung menanyakan pada sang kakek.
"Kek tadi kakek lagi apa?kayak nya seru!" tanya Aji pada sang kakek.
Sang kakek tersenyum kecil pada Aji,"nanti kalau sudah waktunya kakek akan mengajarkan pada mu cucu ku" jawab sang kakek.
"Tapi kapan kek?Aji pengennya secepatnya" Kata dia lagi.
"Iya nanti kalau Aji sudah sedikit lebih besar,kakek akan menurunkan semua yang kakek punya" tambah sang kakek.
"Baik lah kek,Aji akan segera tumbuh dengan cepat,dengan begitu Aji bisa belajar seperti yang kakek lakukan" sahut nya polos.
"Baik lah, cucu kakek harus tumbuh lebih cepat,supaya bisa menjaga diri sendiri,dan tidak mengandalkan orang lain" sahutnya lagi.
Saat sedang asyik bermain dengan sang kakek,tiba-tiba sang mama memanggil dengan wajah sedikit kesal,"Aji dimana kamu?cepat kesini!" teriak sang mama dari dalam rumah.
"Aji dibelakang ma,sebentar" sahut nya juga berteriak.
Aji langsung bergegas menghampiri sang mama,yang tengah memanggil nya dari dalam rumah,saat sampai Aji langsung mendapatkan perlakuan buruk dari sang mama.
"Dasar anak kurang ajar,kenapa kamu belum membersihkan kamar mu?juga kenapa hasil ulangan kamu hanya 70?bisa nya cuman bikin orang tua malu saja!" ujar sang mama sambil memukul nya.
Aji hanya bisa menangis menerima perlakuan mamanya,"maaf mah,Aji janji gak bakal ngulangin lagi,maaf ma" kata Aji didalam tangis nya.
Sang mama menghembuskan nafasnya kasar,"sudah cepat bereskan kamar mu,jangan lupa bersihkan juga dapur nya" kata sang mama,setelah itu pergi meninggalkan Aji kecil yang masih menangis.
Karna takut sang mama marah lagi,dia langsung bergegas menuju kamarnya dan membersih kan nya,tak lupa juga dia juga membersihkan dapur juga kamar mandi.
AUTOR MINTA MAAF KALAU CERITANYA GAK NYAMBUNG,BARU KALI INI AUTOR BUAT CERITA YANG SEPERTI INI,BIASANYA AUTHOR BUAT CERITA ROMANCE YANG BIKIN HATI MELELEH 😂😂.
SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA KASIH LIKE JUGA VOTE NYA YA,AUTHOR SAYANG KALIAN 😘😘😘