I Will Change My Life

I Will Change My Life
KAKAK



Setelah beberapa saat Aji pergi ke kamarnya, sang kakak menyusulnya, seperti ada hal penting yang ingin disampaikan kepada Aji,


"Tok..Tok..Tok," suara ketukan pintu, sang pemilik kamar langsung membukanya.


"Apa lagi bang, Aji kan udah bilang, Aji capek mau istirahat!" Iya orang yang mengetuk pintu tersebut adalah Andi.


Tanpa di suruh masuk, Andi langsung nyelonong masuk tanpa ijin dahulu dari sang adik, "Aiisshh main nylonong aja," pekik Aji, "Mau ngapain kesini? pasti ada maksud tertentu kan?" tanya Aji curiga.


Sang kakak tak langsung menjawab pertanyaan Aji, dia merebahkan tubuhnya diatas kasur milik Aji, "Abang kesini disuruh papa," jawab Andi, "Papa nyuruh kamu buat datang ke rumah, katanya kangen sama kamu," tutur Andi.


Aji menaikan satu alisnya, seperti dia tidak percaya dengan apa yang Andi katakan, "Tumben banget papa kangen sama Aji!! baru inget kalo Aji masih idup, atau baru inget kalo Aji ini juga anaknya!" sahut Aji.


Andi bangun dari posisi nya yang tadinya tiduran kini duduk menetap lekat sang adik dihadapannya, "Ji, kok kamu berubah gitu sekarang! apa mama memperlakukan kamu dengan tidak baik?" tanya Andi.


Yang hanya dibalas sinis oleh Aji, "Cihh baru sekarang nanya kaya gitu, dari dulu kamu kemana bang? udah ah mending Aji keluar, mau ketemu kakek," dia pun meninggalkan Andi sendiri didalam kamarnya.


Andi tak habis pikir dengan sikap sang adik, dulunya Aji anak yang periang, ceria, juga mudah bergaul kini menurut pandangannya, sang Adik berubah 180 derajat, entah apa yang telah terjadi pada sang adik setelah perceraian kedua orang tuanya, lebih baik aku tanya aja sama kakek, kenapa Aji jadi seperti ini, gumam Andi dalam hati.


Dia pun melangkah keluar dari kamar sang Adik, Ternyata pas dibawah dia berpapasan dengan sang mama, sang mama menyambut Andi dengan hangat dan memperlakukan dia dengan baik, berbeda dengan cara memperlakukan Aji.


"Wahh! kapan abang datang? kok tak mengabari mama dulu?" tanya sang mama yang kini baru saja pulang bersama suaminya.


"Udah dari tadi ma Andi disini, mama dari mana kok baru pulang?" Andi menyalimi mama juga ayah tirinya, "Bagaimana kabarnya om?" tanya pada sang ayah tiri.


"Om baik, bagaimana sekolah mu? lancar?" kini sang ayah tiri balik bertanya.


"Lancar om, kalian tadi dari mana?" tanya Andi lagi.


"Ini mama sama om mu habis dari luar ada urusan," kata sang mama, "kamu sudah makan?".


"Belum mah, kayaknya Aji juga belum makan mah..." sahut Andi.


Setelah mendengar nama kedua pertamanya, raut wajah sang mama berubah seakan tak suka mendengar nama tersebut, "Sudah lah, nanti anak itu juga makan sendiri, ayok kita makan aja dulu," kata sang mama.


Andi terkejut dengan apa yang mamanya katakan, dia tak habis pikir, kenapa sekarang sang mama bersikap seperti itu, kenapa sekarang mama seperti ini pada Aji? apa setiap hari mama memperlakukan Aji kurang baik?, gumam Andi dalam hati.


Sementara Andi ngedumel dalam hati, sang mama juga ayah tiri sudah berada di ruang makan, "Ndi, ayo makan sini! malah melamun," teriak sang mama, yang membuyarkan lamunan Andi.


Saat mendengar panggilan mamanya, dia pun beranjak dari duduknya menuju ruang makan.


****************


"Cucu kakek sudah pulang! sini duduk, bagaimana sekolahnya tadi? lancar?" tanya sang kakek.


Ekspresi wajah Aji sedikit berbeda dengan biasanya, kini dia sedikit bahagia, "Lancar dong kek, kakek tau tidak? tadi di sekolah Aji langsung diterima dengan baik sama teman-teman lohh!" tuturnya senang.


"Iya kah? bagus kalau begitu, jadi sudah punya temen atau sudah dapat pacar?" goda sang kakek.


"Aiisshh, kakek ini, baru pertama masuk sekolah udah nanyain pacar, dapet temen aja Aji sudah seneng banget," sahutnya.


"Siapa tau langsung ada yang srek," tambah sang kakek.


"Gak ada lah kek, lagian Aji mau fokus belajar dulu, gak mau pacaran dulu kek," kata Aji.


Sang kakek tersenyum mendengar penuturan cucunya tersebut, "Bagus cucu kakek memang paling rajin, kamu harus membuktikan pada semua orang, terlebih mama kamu, kamu itu anak yang berprestasi, dan membanggakan," ucap sang kakek.


"Iya kek, Aji janji pasti bisa membanggakan kakek," .


"Bagus, bang Andi tadi datang, apa kamu sudah menemuinya?" tanya kakek Aji.


Ekspresi yang tadinya bahagia, kini berubah menjadi sedikit sedih atau kesal, hanya Aji yang tau, "Sudah kek, tadi pas baru nyampe rumah Aji langsung berpapasan sama bang Andi," jawab Aji.


Sang kakek yang tau betul sifat Aji, mengerti perasaannya, "Jangan marah sama abang, dia tak tau apa-apa, dia sama seperti mu, hanya korban dari keegoisan mama juga papa mu!" kata sang kakek.


Aji menatap kakeknya, dia mungkin sudah tidak kuat dengan apa yang telah menimpa dirinya selama ini, dia meneteskan air mata, "Kek, kenapa kehidupan Aji jadi seperti ini? Aji mau keluarga yang utuh seperti dulu, mama yang sayang sama Aji, bang Andi yang selalu bersama Aji setiap saat, juga papa yang selalu menceritakan dongen saat Aji mau tidur, Aji mau keluarga yang seperti itu kek!" tutur nya dengan suara serak karena menangis.


Sang kakek mengelus pundak cucu kesayangannya, "Kakek tau sangat perasaan Aji, tapi itu mustahil terjadi nak, karena nasi sudah jadi bubur, kita tak bisa berbuat apa-apa. yang bisa Aji lakukan hanya bisa kuat dan bersabar, semua ujian dan cobaan pasti akan berakhir, dan kakek yakin Aji bisa melewatinya," ujar sang kakek.


"Iya kek, Aji akan berusaha jadi anak yang kuat," ucapnya.


"Bagus, sekarang waktunya kamu latihan, latihan yang serius!!" kata kakeknya.


"Baik kek," ucapanya singkat.


Aji pun mulai latihan dengan serius, sampai sore menjelang.


MAAF YA KALAU UPNYA LAMA,KARNA AUTHOR MOODNYA KURANG BAGUS,JADI IDENYA BUNTU,SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF,JANGAN LUPA LIKE JUGA VOTE YANG BANYAK,JUGA JANGAN LUPA KASIH BINTANG LIMANYA,TERIMAKSIH😘😘


SELAMAT MENUNAIKAN IBADA PUASA,BAGI YANG MENJALANKAN


AUTHOR SAYANG KALIAN SEMUA