I Will Change My Life

I Will Change My Life
BAHAGIA



Yuhuuuu... Setelah lama hiatus, akhirnya Auhor back lagi. Ada yang kangen gak? pastinya, gak ada. Ya udah kalau gak ada yang kangen, mending Author lanjut lagi. Meskipun gak ada yang kangen, kalian harus like juga kasih Vote yang banyak, awas aja kalok gak Vote yang banyak, Author cium loh!!. tapi boong 😜😜😜.


Akhir pekan pun tiba, Kini aji sudah menyelesai kan semua pekerjaan rumah, tiba- tiba sang kakak mengirimkan pesan padanya, supaya dia bersiap, karna sebentar lagi Andi akan menjemputnya untuk menemui papanya.


Dengan langkah gontai dia melangkah menuju kamarnya dan langsung bersiap. setelah selesai bersiap, dia meminta ijin pada sang mama, Yang kini tengah santai diruang keluarga sambil menonton TV.


"mah, Aji mau ijin ikut bang Andi," kata Aji pada sang mama.


"Iya terserah, sekalian gak usah pulang saja." jawab sang mama.


Mendengar perkataan sang anak, kakek Aji pun menghampiri, "Jangan seperti itu pada Aji, bagaimana pun dia anakmu," timpal Kakeknya.


Mamanya tak menggubris perkataan sang ayah.


"Sudah lah kek, Aji pamit dulu, Assalamulaikum," dia berpamitan pada sang kakek, dan pergi meninggalkan ruang keluarga.


Didepan Andi sudah menunggu Aji diatas motor sport miliknya, Aji langsung memghampiri kakaknya, "Aku udah siap, ayok jalan!!" kata Aji.


"Pakek dulu helmnya, ini!!" Andi menyerahkan sebuah helm pada Aji. Dia pun mengambil helm yang diberikan Andi, dan langsung memakainya. Setelah memakai helmnya, dia langsung menaiki motor Andi. Dan andipun melajukan motornya, menuju rumah Papanya, yang selama ini jarang iya kunjungi.


SKIP


Mereka pun sampai dirumah sang Papa, Aji merasa gugup untuk bertemu Papa juga Mama tirinya. Andi tau kalau sang adik sedang gugup, "Udah gak usah gugup gitu, cuman ketemu Papa doang. Ayok masuk!!" Andi pun menggandeng tangan adik kesayangannya, supaya adiknya tak gugup lagi.


"Assalamualaikum, Andi pulang pah!!" kata Andi sambil mengucapkan salam.


Dari dalam terdengar suara seseorang menjawab salam Andi, "Waalaikumsalam, kalian sudah sampai?" suara perempuan yang menjawab.


"Iya mah, Andi sama Aji udah sampai," sahut Andi, "Dimana papa, mah?" tanya Andi.


Mereka berdua pun langsung menyalami tangan perempuan yang Andi panggil mama itu.


"Papa kalian ada ruang kerjanya," jawab sang mama tiri. "Ajak dulu adikmu kekamar, mungkin capek. Istirahat dulu, nanti temuin papa kalian," tambah mamanya.


"Baik tante," jawab Aji singkat.


"Tak usah sungkan nak, anggep saja Aku ini mama mu sendiri. Jangan manggil tante, ok." kata sang mama.


"Bagus, kalau kalian lapar mama buatin makanan mau?" tanya sang mama.


"Emm, boleh? kebetulan Aji lapar," jawabnya Polos.


"Baiklah, kalau begitu mama buatin kalian makanan dulu. Kalian istirahat dulu, nanti kalau makanannya udah siap, mama panggil kalian," ujar sang mama.


"Siap mah, Ayok Ji ke kamar dulu. Kamu bisa istirahat di sana," kata Andi.


"Baiklah," Aji pun mengikuti langkah sang kakak, menuju kamar yang berada dilantai atas.


Setelah beberapa saat, sang mama tiripun selesai membuat makanan untuk mereka berdua, "Anak-anak ... makanan udah siap, Ayok turun?" kata sang mama dari arah dapur.


Mendengar teriakan sang mama, Andi mengajak Aji untuk turun. Mereka berdua pun turun untuk makan, "Udah jadi mah?" tanya Andi.


"Udah dong, ayok dimakan!!" kata sang mama. "Mama panggil papa dulu, kita makan bersama. Jarang-jarang lohh kita bisa ngumpul seperti ini!!".


"Ok mah, kita tungguin papa Juga mama," ujar Andi.


"Kalian makan saja dulu, nanti mama sama papa nyusul," jawab Wanita yang notabene nya ibu sambung kedua anak laki-laki tersebut.


Sang mama pun pergi untuk memanggil suaminya, sedangkan kedua anaknya melanjutakan makan. Keduanya makan dengan lahap, terlebih Aji. Dia makan sudah seperti orang yang tak makan beberapa hari.


Dia bisa merasakan hangatnya, kasih sayang seorang Ibu, walaupun bukan dari Ibu kandungnya sendiri. Seperti yang kalian ketahui, selama ini Mamanya sendiri sudah tak meperdulikannya. Dia merasa lebih berharga dengan kehadiran Mama tirinya yang perhatian terhadapnya, entah itu hanya gimik atau tulus hanya dia dan tuhan yang tau.


Setelah beberapa saat, sang Mama kembali bersama seorang laki-laki paruh baya. Iya beliau Papa Aji juga Andi. Dilihat dari ekspresinya, beliau sangat senang melihat sang anak yang selama ini dirindukan.


"Adek kapan datangnya?" tanya sang Papa, "Kok tak langsung keruangan papa?".


Aji hanya tersenyum kearah papanya, "Tadi mama yang nyuruh dia istirahat dikamar abang, pah" sahut sang mama.


"Oww, kalau begitu lanjutin makannya. Papa juga mau makan," jawab sang Papa.


Mereka pun makan bersama, suasana haru juga bahagia, terpancar diruang makan tetsebut. Bagaimana tidak? momen yang seperti ini adalah yang paling Aji inginkan, setelah orang tuanya berpisah. Dia biasanya hanya berdua dengan sang kakek, sekarang dia bisa merasakan lengkapnya kebahagiaan yang selama ini dia impikan. Meskipun wanita yang didepannya itu bukan Ibu kandungnya sendiri, Tapi dia merasakan ketulusan dari wanita tersebut. Awalnya Aji tajut juga gugup untuk bertemu papa juga mama tirinya, didalam pikirannya, pasti Mama tirinya akan lebih kejam dari Mamanya sendiri. Tapi, semua perkiraannya salah, ternyata Mama tirinya lebih baik dari Mama kandungnya sendiri.