I Will Change My Life

I Will Change My Life
SEKOLAH



MAAF AUTHOR BARU UP SEKARANG,KEMAREN AUTHOR SIBUK,MAAF YA SEMUA 🙏🙏🙏.


OK AUTHOR YANG IMUT INI BAKAL LANJUTIN CERITANYA 😂😂😗😗.


_______--______


Hari ini, hari dimana Aji pertama masuk sekolah menengah pertama, dia kesekolah diantar oleh sang kakek, Iya hanya sang kakek yang Selalu ada untuk dia, bagaimana dengan orang tuanya? mereka sudah tak mempedulikannya.


Setelah sang kakek selesai mendaftar,dan bertemu Kepsek,sang kakek hendak pulang dan berpesan pada cucunya, "nak, waktunya kamu menunjukan pada semua orang yang telah meremeh kan mu, jadilah siswa yang berprestasi, dan tetap menjadi kebanggaan kakek, juga, kamu harus bisa mengontrol emosi, jangan gampang terpancing oleh hinaan orang!" kata sang kakek a


Sambil menepuk pundak Aji.


Dengan semangat Aji menjawab, "siap kek, aku akan selalu mengingat pesan kakek,".


Sebelum pergi kakeknya juga berkata, "satu hal lagi nak,kamu juga jangan mempergunakan ilmu yang kakek ajar kan untuk hal-hal buruk, pergunakanlah untuk melindungi diri, juga membantu yang memerlukan bantuan," tambah sang kakek.


Dia hanya menganggukkan kepala dan tersenyum pada sang kakek, melihat cucu kesayangannya tersenyum lepas, kakeknya merasa bahagia, mengingat bagaimana setiap hari dia diperlakukan tidak baik oleh sang mama juga papa tirinya.


_____***_____


Triiiiiiiiiiiiing...bel berbunyi, menandakan pelajaran akan segera dimulai, para siswa masuk kelas secara berbondong-bondong, tapi tidak dengan Aji, karna masih baru dia masih belum memiliki teman.


Setelah semua murid masuk kelas masing-masing, seorang guru masuk kelas dan memberi salam, "selamat pagi anak-anak, kita sekrang kedatangan murid baru, perkenalkan nama mu dulu nak!" kata guru tersebut.


Aji pun maju kedepan dan memperkenalkan diri, "nama saya Aji Pangestu,biasa dipanggil Aji, semoga saya bisa jadi teman yang baik untuk kalian," ujar nya.


"Halo Aji," kata semua murid kelas VII.


"Berhubung hanya ada satu bangku kosong, Aji duduk di samping Sabdo," kata guru, "Sabdo angkat tangan mu!".


Anak yang bernama Sabdo menganangkat tangan nya, "iya saya pak," jawabnya.


"Silahkan duduk di tempat mu Aji!" perintah sang guru.


"Baik pak," Aji pun berjalan menuju tempat duduk nya.


skip


Pelajaran pertama dan kedua pun sudah usai, kini tiba waktunya istirahat, semua murid keluar dari kelas, tapi masih ada juga yang belum keluar termasuk Aji, dua orang anak laki-laki menghampiri meja Aji juga Sabdo.


"Do, gak kekantin?" tanya salah satu dari mereka.


Sabdo yang tadinya merapikan buku, sontak menoleh, "iya bentar lagi," jawabnya.


"Hay, nama kamu Aji yah? kenalin aku Rizal, dan ini Arif," tutur anak yang bernama Rizal.


"Hay aku Arif," tambah yang lain.


"Hy juga, senang bisa berkenalan dengan kalian," jawab nya sedikit sungkan.


"Gak usah sungkan gitu Ji, mulai sekarang kita berteman. jadi, gak usah sungkan," timpal Sabdo yang sudah selesai berkemas.


"Iya terimakasih, kalian sudah mau menjadi teman ku," kata Aji.


"Sama-sama, udah yuk kekantin, udah laper banget nih!" seru Arif.


"Kuy lah, lets go!!" sahut Rizal.


Mereka berempat pergi menuju kantin sekolah, ternyata di kantin sudah banyak anak-anak, untung masih belum penuh tempat duduknya.


Setelah selesai memesan makanan, mereka duduk disalah satu kursi yang masih kosong, sambil makan mereka berbincang satu sama lain.


"Nanti sore kita main ya!" kata Sabdo.


"Gak bisa Do, kita nanti sore masih ngaji, iya gak Zal?" sahut Arif dan menyikut Rizal yang tengah fokus makan.


"Eh iya, nanti kita ngaji sore, kalian ikut kita ngaji gimana?" tanya Rizal antusias.


"Yah itung-itung nambah ilmu Do," kata Arif, "kalok kamu ikut gak Ji?" kini Arif beetanya pada Aji.


"Kalok aku harus ijin dulu sama mama, takut mama marah, " jawab Aji.


"Ok, nanti kabarin ya," tambah Arif.


Mereka pun melanjutkan makan,dan setelai selesai makan mereka kembali kekelas mereka, kini Aji sudah mempunyai teman yang tak memandang status sosial nya, melainkan tulus menjalin hubungan pertemanan.


 


\\\\*


 


Setelah pulang sekolah, Aji pulang dengan teman-temannya,yaitu Rizal, Arif, juga Sabdo.Setelah sekian lama baru kali ini dia mempunyai teman, dan temannya tidak eduli akan status sosialnya, mereka benar-benar murni berteman dengan tulus.


Karna tadi Aji di antar oleh sang kakek, jadi kini dia di bonceng oleh Sabdo, sedangkan Rizal di bonceng sama Arif.


Ternyata rumah mereka tak terlalu jauh, hanya jarak beberapa meteran saja.


Setelah sampai depan rumah Aji, teman-teman Aji berhenti dan melongo melihat rumah nya, "ini rumah kamu Ji?" tanya Arif yang masih melongo.


Dia menghembuskan nafas panjang, "iya,lebih tepatnya rumah nyokab," jawabnya.


"Wahhh, keren lo bro, anak orang kaya ternyata!" kata Sabdo sambil menepuk pundak nya.


"Enggak juga, lebih tepatnya rumah ini seperti neraka buat ku," ujar Aji.


"Lahhh kenapa? Rumah bagus kayak gini juga, lo masih kurang bahagia, why?" timpal Rizal.


Sabdo yang kini disamping Rizal pun langsung menjitak kepala nya, "Sok-sok an ngomong inggris, bahasa indonesia aja remedi, ini sok kayak bule," kata Sabdo.


Rizal yang kena jitak Sabdo, meringis sambil memegang kening nya, "suek bener orang satu ini, malah main jitak kepala orang!" ujar Rizal kesal.


"Mangap..Mangap bro, tadi cuman becanda," sahut Sabdo sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Mangap..Mangap maaf kali, bukan mangap" jawab Rizal.


"Itu maksudnya hehehe," ucap Sabdo sambil menyeringai.


"Udah ah, aku masuk dulu, nanti mama ku marah lagi!" sahut Aji.


"Ok, kita pulang dulu yah broo, nanti kalau perlu apa-apa hubungi kita-kita," kata Sabdo.


"Iya, nanti kalok aku gak sibuk, pasti ngontak kalian" ujar Aji.


"Kita pulang dulu, Assalamualaikum" kata Rizal juga Arif.


"Waalikumsalam".


Setelah kepergian teman barunya, Aji langsung masuk kedalam rumah nya, terlihat di ruang keluarga, duduk seorang anak laki-laki yang kira-kira umurnya lebih tua dari Aji, Karna merasa penasaran, Aji semakin mendekat kearah anak laki-laki tersebut dan, "Ji, kamu sudah pulang" sapa nya.


"Iya aku sudah pulang, sejak kapan ada disini?" tanya Aji.


"Yaelah Ji, abang sendiri dateng bukan disambut, malah disuguhin respon datar" ternyata anak laki-laki itu kakak nya yang bernama Andi.


"Baru inget, kalok disini masih punya adek" kata Aji dengan tatapan sinis.


"Kamu tau sendiri kan, aku sekarang sibuk, sekolah juga bantuin papa, kamu mah enak" jawab Andi.


"Enak apa nya bang? setiap hari Aji tertekan, bukan hanya tekanan fisik, juga tekanan batin" jawab Aji sedikit lantang, "papa juga, sekarang udah gak pernah jengukin Aji, apa emang kalian sudah tak menginginkan aku lagi?.


"Bukan begitu Ji, papa sibuk jadi gak punya waktu" kata Andi.


"Sibuk sama istri barunya,sedangkan anaknya diterlantarkan?" ucap Aji, "sudah lah bang gak usah bahas itu lagi, aku capek mau kekamar dulu" kini dia melangkah menuju kamar Nya.