I NEED U

I NEED U
DIPAKSA DIET





"Nona, bangun ini sudah jam sembilan pagi" ucap seorang pelayan padanya.



"Uh, sebentar lagi hari ini weekend aku gak punya kegiatan" Arumi masih menggeliat didalam selimutnya.



"Nona, hari ini punya jadwal buat fitting baju pengantin jam 11" pelayan memberitahu jadwal Arumi yang membuatnya sedikit membuka mata lalu menutup matanya lagi.



"Aa, itu telepon kak Adit saja aku tidak mau pergi" jawabnya singkat.



"Maaf Nona tidak bisa nyonya Iren yang menyuruh nona untuk pergi"



"Iya, iya aku tidur sebentar lagi" pelayan kemudian keluar dari kamar Arumi.



"Menyebalkan harus ketemu orang itu" ungkapnya dengan malas keluar dari tempat tidur dan bersiap\-siap.



"Bi Minah, selamat pagi" ucap Arumi mengagetkan Juru masak dirumahnya.


"Bi masak apa hari ini?" Arumi bersandar pada meja sambil melihat bi Minah memasak.



"Non, duduk saja masakan sudah hampir siap" ucap Bi minah dengan sopan.



"Wah hari ini menunya enak banget kesukaan ku semua, Bibi memang tau apa yang ku suka" wajah Arumi terlihat bahagia makanan dihadapannya begitu membuatnya girang



"Kamu, cuma boleh makan sedikit" tante Iren tiba\-tiba datang menghampiri nya mengambil piring Nasi dan menyendokan makanan untuk Arumi lalu menyodorkannya.



"Hah, gak salah aku cuma makan sedikit ini" ucap Arumi melihat makan yang diberikan tante Arumi.



"Mulai besok Tante mau kamu diet, dan olahraga, selama ini seperti nya tante terlalu membiarkan kamu seenaknya makan" ucap Iren dengan wajah serius.



"Gak salah te, aku diet, gak mau nanti aku mati kelaparan" ucapnya kaget tiba\-tiba diminta untuk mengontrol makanan.



"Heh, gak makan sehari gak mati kali lagian kamu tetap makan tapi yang bergizi aja, gak ada makan daging dan makan berlemak" Iren menegaskan semuanya pada Arumi



"Tante jahat, Arumi jadi malas makan" Arumi berdiri meninggalkan meja makan sambil kesal.



"Kamu mau kemana?" Tanya Iren



"Ke kamarlah" jawabnya ketus.



"Bukannya hari ini fitting baju, sana berangkat" Arumi hanya menggerutu dalam hati dan pergi keluar pintu.



\*\*\*\*



"Uh dimana si laki\-laki itu, selalu membuatku menunggu" gumamnya sambil memperhatikan pintu masuk.




"Gara\-gara tante nih aku jadi lapar begini, suruh pak Delta pesan makanan aja lah..



"Hallo, pak boleh pesankan aku nasi goreng tidak sama burger dan juga air minum Jus Alpukat dan air mineral" ucap Arumi sambil memegang perutnya.



"Maaf non, tidak bisa katanya Nona harus diet" pak Delta menolak permintaan Arumi..



"Pak untuk kali ini saja lah, aku lapar"


"Maaf gak bisa non"



Arumi mematikan teleponnya sambil menunggu Dafa. "Ah menyebalkan itu laki\-laki" menggerutu dengan kesal.



"Maaf aku telat" ucap dafa menghampiri Arumi.



"Sudahlah masuk, lama\-lama aku emosi" ucapnya berjalan masuk menemui Aditya.



"Wah Arumi tampak cantik aja yang mau menikah" ucap Aditya menyambut kedatangan mereka.



"Ini desain baju pengantin yang baru aku rancang bagus gak ini khusus untuk Arumi" Aditya membawa Arumi kedepan baju yang indah sekali.



"Wah bagus banget bajunya, aku suka"


Arumi terkagum dengan gaun pengantin itu terlihat begitu cantik.



"Iya, kata Iren kamu bakal diet jadi aku buat dua nanti, satu size agak besar sesuai tubuhmu sekarang dan satu yang ini kalau kamu bisa nurunin berat badan mu"



"Aku pengen pakai yang ini, aku bakal diet" wajah Arumi sangat senang membayangkan dirinya menggunakan gaun yang indah itu tapi ekspresinya berubah setelah mengingat satu hal fakta tentang Dafa.



"Dafa, kamu suka baju yang ini" tanya Arumi



"Iya terserah, kamu suka toh pakai uangmu" ucapnya tanpa melihat Arumi.



"Oh, baiklah". Dafa tidak bicara banyak hanya menjawab singkat apa yang dikatakan arumi dan sibuk dengan ponselnya.



"Hari ini sudah cukup, kita pisah disini saja aku akan tunggu pak Delta menjemputku" jawab Arumi sambil tersenyum ..



"Baiklah, aku pergi duluan" ucap dafa.



"Uh, apa ini perutku sakit Arumi tersungkur kelantai tiba\-tiba perutnya seperti ditusuk\-tusuk karena tidak makan sampai siang. Dafa yang mau keluar pintu berbalik untuk menolong Arumi ..



"Kamu gak kenapa\-kenapa kan" Dafa membantu Arumi berdiri dan duduk di kursi


"Aku lapar, belum makan dari pagi" ucap Arumi lemas.



"Hah,, ya udah kita makan diseberang jalan ini ada restoran" Dafa menarik nafasnya sesaat setelah itu memegang tangan Arumi dan membawanya ke restoran.