I NEED U

I NEED U
Truth or dare



Truth or dare


 


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


 


 


 


 


 


 


Arumi sudah diganti bajunya dengan kaos neck V putih dan celana pendek ketat dengan rambut terurai. Gadis itu berdiri dengan berkacak pinggang di depan Rio sambil menaikan alisnya. Arumi mengambil alih televisi jarak jauh dan duduk disamping Dafa. “Aku udah pesan makanan dari luar kami pesta makanan sampai puas. Aku juga mau main Truth or Dare bareng kamu ”Dafa memandangnya dengan heran“ Kenapa melihat-lihat, cantik ya? ”Dafa mendengus kesal dan memasukan cemilan keripik kentang ke mulutnya. Ia tidak dapat melakukan apa-apa hanya berdasarkan kemauan Arumi.


 


 


"Tara ~ sebelumnya aku suruh pak Delta beli ini semua buat kita, dan menyuruh orang untuk mengantarnya" Arumi memamerkan semua makanan yang di bawa dari suruhan pak Delta. “Gilaa !! banyak banget, kamu mau bikin aku gemuk ”Dafa kaget kompilasi melihat makanan enak tersedia di sana, ada beberapa makanan manis, es krim plus dua botol bir.


 


 


“Jadi ayo kita mulai main TODnya” Arumi mengubah posisi duduknya menghadap Dafa dan mulai permainan mereka. Arumi mengambil botol kosong dan memutarnya botol berputar dan berhenti di hadapan Dafa "Sejati atau Berani?" Tanya Arumi pada Dafa. “Kebenaran” “gimana kesan pertama kamu terhadapku” Arumi menunggu jawaban Dafa dengan sedikit gugup dan penasaran. “Gadis kaya dan manja, egois dan gemuk” sahut Dafa membuat Arumi mengerutkan bibirnya “iih dasar bisa sekarang gimana?” “Maaf, sekali memutar untuk satu kali jawaban jujur” Dafa mengambil botol dan memutarnya Arumi hanya mendengus kesal “ya, cepat jawab pertanyaanku yang tadi. Bagaimana kesanmu setelah kenal denganku "Arumi naik kedua memutuskan girang kompilasi botol berhenti menuju Dafa" aku belum menjawab Kebenaran atau Berani "" gak mau sekarang kebenaran aja,


 


 


“Sedikit suka mencoba, cerewet, suka marah-marah” “apa gak ada yang setuju” Tanya Arumi mendengarkan ucapan Dafa yang hanya melihat sisi buruk dirinya. “Ada, kamu itu cantik, pengertian, dan mudah memaafkan” Dafa menjelaskan semua sikap yang dia mengerti setelah mengakui Arumi karena ini perempuan itu tidak perlu dan mengerti bagaimana Dafa sekarang bahkan Ia orang yang selalu melampiaskan amarahnya pada Arumi tapi gadis itu dengan lapang dada memaafkan. Mereka berpandangan sesaat "oh Dafa sekarang sedang memuji aku ya" Arumi mohon Dafa dan juga tersipu malu.


 


 


Arumi memutar botol dan mengikuti dirinya sendiri “truth or Dare” “Dare”


 


 


Sekarang, mereka berdua duduk sambil duduk di sebelah kanan, dan duduk di sebelah kanan. Arumi “cup, cupp jangan nangis lagi” Arumi meminta Dafa sambil menepuk-nepuk pipi Dafa, anak-anak kecil yang ia suka meminum satu gelas bir tadi.


 


 


Dafa memandang bibir Arumi yang tanpa dipoles lipstik itu. Dafa mendekatkan ke arah Arumi tanpa sedikitpun bergeming, Dafa membuka bibir lembut Arumi dan tanpa bergerak sedikitpun mengecup dengan waktu yang cukup lama dengan mata yang tertutup.


 


 


Arumi melihat mata Dafa lekat kecupan itu terasa hampa tanpa cinta sama sekali hanya pelampiasan Dafa yang begitu merindukan Clara. “Maaf” ucapan Dafa dengan lembut. Arumi berdiri menuju kamarnya tetapi langkahnya sedikit goyah sampai naik lebih sedikit dengan sigap Dafa berdiri dan membantunya, tetapi Arumi dan Dafa jatuh di atas sofa dengan posisi yang ia dapat Dafa. “Ah maaf” Arumi berusaha untuk berdiri tetapi mengangkat dipegang Dafa. Ditariknya Arumi berbaring di atas sofa dengan menindih Dafa mata mereka saling bertemu. Sekarang tatapan Dafa berbeda seperti ada sedikit Nafsu yang ada di dalam dirinya sekarang. “Aku harus ke kamar” Arumi bangun dan pergi ke kamarnya. Ia melempar di wastafel. “Mendorong banget” Arumi menghentak-hentakan menerima menggunakan telapak setuju.


 


 


^^^


 


 


Arumi keluar kamar bertemu Dafa di ruang tamu. Dilihatnya laki-laki itu menekuk diambil dan tertidur. Arumi membangunkan Dafa sejak hari mulai sakit untuk menyuruh laki-laki mandi. "Dafa ayo bangun, udah sakit mandi dulu" panggil Arumi membuat Dafa membuka mata. Ia berjalan ke kamarnya di Arumi yang menyiapkan baju tidur dan memberikan handuk ke Dafa. "Dafa ini handukmu" Arumi mengetuk pintu kamar mandi Dafa sambil mengalihkan pandangannya. Tangan Dafa menjulur keluar dan memegang Arumi yang memegang handuk


 


 


Arumi kembali ke kamarnya berbunyi telepon dari ponselnya. “Iya gimana kamu sudah menemukan alamat gadis yang aku minta kemarin” “iya, aku sudah setuju” “baiklah mengirimkan persetujuan segera” beberapa hari ini Arumi mencari tahu tentang Clara dan juga mendatangi rumah yang waktunya tiba dia mengantar Clara ke kota lain. Beberapa hari sebelumnya juga Dafa terlihat lebih pendiam dan bengong sambil mmenggeser layar ponselnya mungkin saja laki-laki itu tidak bisa menghubungi Clara. Beberapa hari ini dan beberapa kesal karena Clara mencampakannya begitu saja.


 


 


“Baiklah besok aku akan pergi ke sana” Arumi melihat pesan yang baru saja di terima. Dia begitu sibuk dengan percintaan Dafa dan Clara yang begitu Dramatis yang juga percaya diri. Walau awalnya dia tidak ingin terlibat tetapi dia hanya ingin memastikan bahwa Dafa senang menerima apa yang merelakan Dafa dan Clara bersama jika mereka saling cinta Setiap amarah akan dia atasi yang terpenting dia melihat Dafa bahagia. Jika dia egois itu hanya akan memperburuk keadaan suatu saat nanti.