I NEED U

I NEED U
Clara: wanita misterius



Clara: wanita misterius


.


.


.


“Clara kemari, coba kamu pasang gaun ini di patung manekin itu” Aditya menunjuk patung Manekin yang berdiri ditengah ruangan lurus dengan pintu masuk. Acara pembukaan butik Aditya berjalan lancar dan yang paling membahagian banyak gaun dan baju-baju terjual di hari itu salah satunya ketika Gaun Merah yang kemarin digunakan Clara di beli oleh seorang laki-laki dengan harga yang cukup mahal setelah dia melihat foto Clara menggunakannya.


“terimakasih ya Clara, hari ini berjalan dengan lancar apalagi gaun itu terjual setelah dia melihat kamu mengenakannya” “ini bukan berkat saya tapi memangnya gaun itu sangat cantik” balas Clara sopan.


“ya sudah, untuk hari ini cukup kamu bisa pulang” “baik, terima kasih” Clara megambil tasnya dan berjalan untuk pulang. “em.. Clara tunggu, saya juga akan pulang mau kuantar” Clara menoleh ke arah Aditya dan menolak ajakan itu tapi sikap Aditya yang tidak suka ditolak itu memaksa dengnan cara yang lembut hingga dia setuju untuk diantar. Clara melirik jam yang melingkar ditangannya tak terasa sudah menunjukan pukul 9 malam.


Aditya berhenti di depan Clara dengan menggunakan mobil hitam “masuk” Clara membuka mobil dan masuk ke dalam. “Clara, bagaimana kalau kita makan dulu” ajak Aditya yang melirik ke arah Clara yang fokus ke jalan. “tidak usaha pak, merepotkan” tolak Clara hati-hati tapi perutnya berkata lain sampai berbunyi cukup nyaring terdengar oleh Aditya. “hahaha perutmu lebih jujur ya” Aditya terkekeh dan memberhentikan mobilnya disebuah restoran “ayo, keluar” Aditya melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil, Clara dengan ragu-ragu juga turun.


Mereka memesan makan dan menyantapnya bersama. Clara makan dengan baik sampai pipinya menjadi penuh dengan makanan “hahaha pelan-pelan Clara” Aditya memperhatikan Clara yang begitu lucu dengan kedua pipi yang mengembang terlihat seperti kelinci sangat manis.


“makasih Pak untuk makanannya” Clara sangat puas sambil mengusap perutnya. “kamu pasti lelah, sekarang aku antar pulang” mereka pergi dari tempat itu.


Didalam mobil entah kenapa Clara tertidur cukup pulas hingga Aditya tidak enak hati untuk membangunkannya setelah kejadian dia muntah saat perjalanan pulang.


.


.


“berhenti sebentar pak” Clara berusaha untuk menahan mulutnya agar tidak muntah di dalam mobil. Aditya memarkirkan mobilnya dipinggir jalan. Buru-buru Clara keluar dan memuntahkan makanan yang baru saja dia makan tadi. “apa kamu baik-baik saja, ayo ke rumah sakit” ajak Aditya. “Clara melambaikan tangannya untuk menolak ajakan itu “tidak apa-apa aku baik-baik saja sekarang, ayo pulang” Clara kembali masuk ke dalam mobil yang dilihat dengan ekspresi bingung Aditya. “beneran gak usah ke rumah sakit dulu” Tanya Aditya setelah masuk ke dalam mobil.


“iya”


.


.


Setengah jam sudah mereka tiba didepan rumah Clara. Laki-laki itu hanya duduk menatap Clara, didepannya sekarang gadis itu terlihat menawan dan cantik. Dilihatnya Clara bangun dan langsung memalingkan wajahnya ke depan pura-pura tidak memperhatikan. “sudah bangun” tanya Aditya.


“maaf pak, aku tertidur” Clara menggosok matanya. “makasih sekali lagi untuk taktirannya dan sudah mengantarku pulang” Clara pamit dan keluar dari mobil Ia melambaikan tangannya ke arah Aditya yang sudah melaju dengan mobilnya.


Aditya tiba dihotelnya dan membaringkan tubuh lelahnya ke atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamar “gadis itu manis juga” gumam Aditya mengingat sekilas Clara.


****


“clara” panggil Aditya “hari ini aku bakal balik” wajah Aditya sedikit sedih karena pertemuan singkatnya dengan Clara. “oh ya Pak, hati-hati” “aku bakal ke sini tiap akhir pekan” Aditya berharap bahwa bisa bertemu dengan Clara lagi.


.


.


“Dimana tempatnya tadi ya” Arumi mengemudi menggunakan mobil sambil memegang ponselnya melihat arah jalan yang akan dia tuju. Karena kecerobohannya itu dia hampir saja bertabrakan dengan mobil lain dari arah berlawanan.


“hati-hati dong” seorang laki-laki turun dari mobilnya “maaf pak, saya tidak sengaja” jawab Arumi sambil membuka kaca mobilnya “Arumi? Sedang apa disini” Aditya kaget ketika melihat orang yang berada di dalam mobil itu. “kakak, ngapain disini” Arumi balik bertanya pada Aditya.


“wah, selamat!! Gimana kalau aku taktir makan untuk perayaan pembukaan butik kakak” ajak Arumi.


Mereka sekarang berhenti di depan sebuah restoran dan memarkirkan mobil mereka masing-masing.


“oh ya, ada kerjaan apa disini?” Tanya Aditya setelah mereka masuk dan duduk. “ah, itu anu… lagi cari tempat stategis untuk pembangunan gedung baru lagi. “ untungnya Arumi diberitahu bahwa kakeknya akan mencari lokasi untuk pembangunan apartemen hingga bisa memberi alasan yang cocok.


“oh ya, bagaimana kabar pernikahan kalian?”


“baik-baik saja kak, kakak juga kapan nikah?” Tanya Arumi menggoda laki-laki yang seharusnya sudah matang untuk menikah itu. “tunggu seorang wanita yang sesuai dengan karakter wanita yang ku inginkan”


“ah, jika kakak selalu pemilih seperti itu, bisa jadi perjaka tua” Arumi terkekeh pelan “tapi sepertinya sudah ketemu ya wanita yang sesuai kriteria” ketika Arumi melihat ekspresi tersenyum Aditya walau sedang diejek olehnya. “iya” Arumi menggodanya lagi “pasti sangat cantik, mana aku pengen liat fotonya” paksa Arumi pada Aditya.


“tidak bisa, nanti saja kalau aku sudah pacaran dengannya”


“lihat, pelit amat” Arumi mengambil ponsel Aditya yang terletak di meja. “sandinya?” Clara melihat layar ponsel itu. Dengan pasrah Ia memberitahu sandinya, Arumi membuka galeri dan melihat foto seorang wanita yang menggunakan gaun merah yang indah tersenyum ke arah kamera “cantik banget, nemu dimana ini wanita” ejek Arumi setelah melihatnya. foto itu tidak asing baginya seperti mengenal wanita itu tapi tidak ingat siapa wanita yang dia kenal itu.


“kapan-kapan kakak harus mengenalkan padaku” makanan yang dipesan telah tiba dan dijejerkan diatas meja. Mereka berdua berhenti berbicara dan menyantap makanan itu.


.


.


“kakak sekarang mau pulang”


“iya, soalnya bakal ada banyak kerjaan”


“baiklah, kita bakal pisah disini” Arumi menaiki mobilnya dan mencari rumah Clara lagi. Cukup lama Ia mencari sampai Ia sudah berhenti didepan rumah berwarna putih kusam itu.


Tok…


Tok…


Tidak ada jawaban dari dalam rumah karena rumah itu kosong Clara sedang bekerja di Butik Arumi datang di siang hari. Ia akhirnya memutuskan untuk menunggu di dalam mobil sampai Clara pulang nanti sambil memperhatikan rumah itu.


baru saja Clara masuk ke rumahnya seseorang mengetuk pintu


“iya sebentar” teriak Clara


“siapa?” Clara bingung ketika melihat seorang wanita berdiri di depan rumahnya...


.


.


.


bersambung