I NEED U

I NEED U
Clara : kembali ke kota kelahiran



Clara : kembali ke kota kelahiran


.


.


.


Clara merapikan semua pakaiannya ke dalam koper ia duduk di pinggiran kasur memindahkan pakaiannya dari lemari kayu tua itu. Hari ini dia bakal pulang kampung ke kota kelahirannya. Tidak lupa Ia juga menyimpan foto mereka berdua Dafa di dalam koper. Dipandangnya sesaat dan mengelus bingkai foto itu sambil tersenyum “semoga kamu baik-baik saja tanpa aku, Dafa” diletakannya foto diatas baju-baju itu.


 


 


Clara keluar dengan membawa satu koper saja dan juga beberapa uang ditangannya. sebelum ia benar-benar pergi Ia mengembalikan kunci rumah itu kepada pemiliknya.


“permisi Bu, ini saya mau mengembalikan kunci kontrakannya”


“oh nak Clara, makasih saya harap Nak Clara bisa sukses disana”


“iya Bu, saya pamit pulang dulu ya”


“hati-hati ya”


 


 


Clara melangkahkan kakinya menyusuri jalan-jalan yang ramai akan kendaran dan orang yang berlalu lalang. Ia berjalan menyusuri trotoar dan duduk untuk menunggu bus yang dapat mengantarnya jauh dari kota ini. Sebuah bus berhenti di depannya Ia melangkahkan kaki dengan berat menaiki bus itu dan duduk disamping seseorang laki-laki yang menutup wajahnya dengan hoodie.


 


 


Clara mendorong kepala laki-laki yang tertidur disampingnya dan bersandar pada pundaknya berulangkali. Clara jadi sedikit tidak nyaman Ia membangunkan laki-laki itu “maaf mas, tolong jangan bersandar pada saya” laki-laki itu terbangun dan membuka hoodienya. “maaf, saya tidak sengaja” “iya” Clara merasa sedikit bisa bersantai dan mendengarkan musik dari ponselnya.


 


 


Clara tertidur dan kepalanya hampir terjatuh tapi laki-laki yang ada disebelahnya memegang kepalanya dan Clara sekarang bersandar pada laki-laki itu. “hampir saja, ngomong-ngomong gadis ini cantik juga ya” Aditya melihat wajah gadis itu sekilas.


 


 


“hallo”-Aditya


“iya aku sekarang sedang naik bus ke sana”


“bajunya sudah tibakan” “oke baiklah, secepanya aku datang sekitar 2 jam lagi”


 


 


Aditya mengalami masalah pada mobilnya ketika hendak menuju ke kota B. sedangkan mobil-mobil lain sudah berangkat mengantar baju-baju untuk persiapan pembukaan butik baju miliknya disana besok. Aditya merasakan tangannya basah ia melihatnya dan memperhatikan gadis disampingnya menangis sambil menutup mata.“hey, hey bangun” Aditya menepuk wajah wanita itu pelan hingga menyadarkan Clara.


 


 


Clara merasakan pipinya basah dan mengusapnya buru-buru dengan tangannya “pakai ini” Aditya memberikan Sapu tangan yang diambilnya dari saku hoodie. “ada apa?” Tanya laki-laki itu pada Clara. “tidak hanya mimpi saja” Clara mengembalikan sapu tangan itu “makasih”.


 


 


“tidak apa-apa untukmu saja” Aditya menolak untuk mengambilnya kembali supaya Clara bisa menggunakannya lagi nanti. “namaku Aditya, dan kamu?” “saya Clara” jawabnya singkat.


 


 


“kamu ngapain ke kota B, kalau aku sedang ingin membuka butik baruku di sana”


 


 


“jadi kamu berasal dari sana” Clara mengangguk. Sekarang bus sudah tiba di kota B, Clara mengangkat kopernya di ikuti Aditya dari belakangnya.. mereka turun bersamaan dari Bus itu.


 


 


“maaf Clara, begini kamu sudah punya pekerjaan atau belum” –Aditya


“memangnya kenapa” Clara menghentikan langkahnya.


“jika kamu mau aku ingin kamu kerja di butik baru yang ada disini” Clara memikirkan tawaran Aditya.


“tidak” Clara menggelengkan kepalanya. “ayolah, ini kesempatan kamu dapat kerjaan di hari pertama pindah dari kota J”


 


 


Clara memikirkannya cukup lama “baiklah” Aditya tersenyum lebar “oke, kalau gitu ikut aku sekarang kita pergi ke sana, aku ingin kamu mencoba satu baju rancangan terbaruku” Aditya menghentikan taksi untuk mereka berdua dan mempersilakan Clara untuk masuk lebih dulu.


 


 


Mereka berhenti di depan sebuah toko yang cukup besar “ayo masuk” ajak Aditya padanya.


Ini tempatnya beberapa rancanganku dari kota J dibawa ke sini.


 


 


Clara terkagum melihat baju-baju yang ada di dalam butik itu tersusun rapi berjejer dan beberapa gaun dipasangkan pada patung manekin. “ini baju yang baru saja aku rancang” Clara memperhatikan Gau yang berwarna merah dengan rajuta yang mendetil disetiap bagiannya. Panjang gaun yang lebih menyapu kelantai. Gaun itu memiliki bagian yang mengkar dari pinggang sampai menutupi mata kaki begitu cocok untuk acara pesta mewah.


 


 


“mau mencobanya?”


“tidak-tidak ini tidak cocok padaku” Clara menolak permintaan Aditya yang menyuruhnya mencoba gaun itu. “aku lihat kamu tertarik,untuk kali ini kamu coba sebagai model pertama yang menggunakannya” Aditya membawa Clara ke ruang ganti dia dibantu oleh karyawan Aditya.


 


 


Clara mengganti gaun itu, rambutnya yang terikat dibiarkan terurai gadis yang mempunyai tinggi 165 cm itu sangat terlihat cantik dengan gaun itu kulitnya yang putih dan bentuk tubuh yang bagus membuat Aditya terkagum ketika melihat Clara. “wah, kamu membuat gaun ini terlihat lebih elegan” puji Aditya “ini bukan karena aku, tapi gaun ini benar-benar bagus” Clara tersipu malu untuk pertama kalinya dia menggunakan gaun yang begitu cantik Ia memperhatikan dirinya dari cermin besar yang ada diruang ganti. “lihat kamu luar biasa cantik” Aditya berdiri dibelakang Clara dan memandanginya dari cermin terlihat senyuman Clara yang begitu suka terhadap gaun itu. Aditya meminta Clara bergaya dan memfotonya.


 


 


“makasih sudah memintaku untuk mencobanya” Clara pergi mendatangi salah satu karyawan wanita untuk membantunya melepas baju itu.


 


 


“besok kamu bisa datang ya untuk pembukaan butik ini dan langsung bekerja” Aditya mengantar Clara sampai didepan pintu toko “ya aku pasti datang ke sini tepat waktu”


 


 


Clara pergi ke tempat rumah kontrak yang sudah dia cari sebelum pindah. Ia mendudukan dirinya disofa tua yang ada diruang tamu sambil mengelus perutnya yang sedikit memuncit. Usia kandungannya baru saja menginjak 2 bulan. Ia senang mendapatkan pekerjaan karena akan bisa menabung untuk biaya kelahirannya nanti dan biaya hidup sehari-harinya. Clara menghela nafas kasar jika suatu saat orang-orang yang ada disekitarnya tau kalau dihamil dan tidak melihat seorang suami di dalam rumahnya. Bagaimanapun juga Clara akan menerima semuanya dengan lapang dada yang terpenting baginya anak Dafa dan dirinya jauh dari Anggara kakek kandung si cabang bayi.


 


 


Beberapa hari yang lalu setelah memutuskan hubungan dengan Dafa. Clara menangis semalaman sampai matanya bengkak sekarang dia bertekat untuk sukses dan menghancurkan Anggara dan dengan bekerja seperti ini masih permulaan baginya. Clara dimasa sekolah mengambil jurusan Tata busana bekerja di butik membantunya mengumpulkan uang sambil belajar lagi dan suatu saat membuka butiknya sendiri.