
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mencari fakta
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Arumi sekarang sedang berada dirumahnya bertemu dengan tante Iren. “kamu ceroboh banget sampai ninggalin obat kamu dirumah, tapi gak kenapa-kenapa kan gak ada sesuatu yang buat kamu panik” tante Iren mendudukan dirinya disofa dengan segelas jus alpukat menyodorkannya pada Arumi. “tidak ada kok” Arumi menggelengkan kepalanya sambil meneguk segelas jus alpukat itu.
“tante, aku pamit” “kok cepat banget” “iya, ada yang harus aku kerjakan” Arumi menaruh tali tasnya dipundak dan melangkah pergi. “mampir lagi ya, sayang tante” seru tante Iren yang mengambil jus alpukat milik Arumi tadi.
^^^
Di apartement tidak ada Dafa, Arumi langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya Ia mencari tahu semua akun media sosial Dafa dan siapa saja yang berteman dengannya selama ini Arumi belum sama sekali pernah melihat wajah pacar Dafa, Clara gadis yang membuat Dafa tidak bisa berpaling ke lain hati.
“Dafa ini kenapa sih, akunnya Cuma foto-foto pemandangan saja” Arumi menggulir sosial medianya ke bawah-bawah dan tidak Ia temukan satu pun foto Clara. “bodoh, bodoh aku kan gak tau Foto Clara seperti Apa” Arumi memukul kepalanya sendiri Ia membaringkan tubuhnya diranjang. “kayanya aku harus buka ponsel Dafa biar tau seperti apa Clara itu” Arumi menghela Nafasnya kasar.
^^^^
Arumi menempelkan telinganya dipintu kamar Dafa dibukanya pelan dan dilihatnya Dafa tidak ada disana. Ia melirik ke sana kemari matanya tertuju pada ponsel Dafa yang ada di atas meja. “kenapa harus pakai kode” keluh Arumi ketika melihat layar ponsel Dafa. “kamu, ngapain ada disini” Arumi kaget mendengar suara Dafa yang datang dari arah belakangnya. Ia berusaha untuk tidak panik “hehe, Dafa aku cuma mau bilang makan malam sudah jadi” Dafa tidak terlalu percaya pada perkataan Arumi
“oh, terus kenapa kamu pegang ponselku”
“ini, tadi aku lihat ada dilantai jadi aku ambil dan mau menaruh diatas Kasur” Arumi menyodorkan ponsel Dafa sambil tersenyum. “Terus kenapa kamu masih disini, aku mau pasang baju” ucap Dafa yang tubuh bawahnya masih berbalut handuk. “ya, aku akan segera keluar”.
“hampir saja ketahuan” Arumi mengelus Dadanya ketika sudah berada diluar.
Arumi dan Dafa sekarang sedang berada di depan meja makan. “gimana enak gak?” Tanya Arumi melihat Dafa yang begitu Lahap memakan semua makanan itu. “em..lumayan” jawab Dafa yang sedang mengunyah makanan dimulutnya. “ Syukurlah, tadi aku beli direstoran” Arumi memasukan sesendok nasi kemulutnya. “oh benarkah” Dafa melihat Arumi dengan pipi yang penuh dengan makanan. “aku kira kamu yang masak sebenarnya Ini enak banget” Dafa sangat lahap. “jadi kamu bilang lumayan tadi karena kamu kira aku yang masak” kesal Arumi yang menaruh sendoknya. “iya” dengan entengnya Dafa menjawab Arumi yang sedikit kesal mengambil makanan-makanan dihadapan Dafa. “eh.. eh.. kenapa diambil” Dafa menahan tangan Arumi. “ini beli pakai uangku jadi beli sendiri sana” Arumi menarik tangannya dan mengangkat makanan itu. “aku bercanda” Dafa tertawa melihat tingkah Arumi yang seperti anak kecil itu. “masakan ini lumayan enak tapi sup ayam buatanmu waktu itu kesukaanku” Dafa tersenyum kearah Arumi yang membuat dia meletakan kembali piring makanan itu.
“kami gak pernah upload foto di media sosial” “kenapa?” “buat apa, hubungan itu dijalani oleh kami berdua bukan ramai-ramai gak udah banyak orang yang tau” jawab Dafa yang tidak merasa curiga.
“benar juga sih, tapi aku penasaran gimana wajah perempuan yang membuatmu tergila-gila”
“cantik” jawab Dafa dengan cepat. “oh, kalau gitu cantikan aku atau dia, aku pengen tau. Mana fotonya” Arumi memancing Dafa secara pelan-pelan untuk menunjukan foto Clara. “gak bisa, nanti kamu jatuh cinta kalau lihat fotonya” “yyyeee, gak lah aku kan perempuan, mana cepat”.
“gak, aku gak bakal tunjukin fotonya” “ayolah, jangan-jangan dia gak secantik aku lagi terus ada tompel besar di pipi” Arumi tertawa. “bagiku dia cantik” Dafa menunjukan ponselnya terlihat foto gadis tersenyum kearah kamera dengan memamerkan gigi putih dan rapinya. “kamu sampai terdiamkan saking cantiknya” Dafa bangga akan kecantikan pacarnya tapi Arumi kaget karena Clara adalah gadis yang waktu itu dia tolong ditengah hujan.
“kenapa Clara putusin Dafa ya” arumi bingung sendiri memikirkan kejadian waktu ia bertemu Clara kemarin ditengah hujan lebat dengan berjalan seperti orang putusasa. Ia tidak tau jika Clara cinta dengan Dafa mengapa memutuskan hubungan mereka. Arumi berniat untuk menemui Clara.
“untuk apa aku mencari Clara, menyatukan hubungan mereka berdua” Arumi bergumam sendiri. Dafa sekarang adalah suaminya. Jika itu ia lakukan berarti mendukung sebuah hubungan terlarang seorang pria yang memiliki istri. Tapi Arumi tidak tega jika tau hubungan seseorang yang sama-sama saling cinta tapi harus berpisah karena dirinya.
Ia benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. “baiklah aku akan cari tahu saja tanpa ikut campur” Arumi memutuskan mencari tau informasi tentang Clara dan juga hubungannya dengan Dafa.
Arumi adalah gadis tangguh yang berusaha untuk tidak membuat masalah untuk oranglain dan kini Ia harus berada ditengah-tengah hubungan oranglain dan itu membuatnya ikut terlibat cukup besar. Mungkin sekarang Ia mencintai Dafa tapi dia hanya ingin pria itu tau bahwa dia bukan wanita yang merusak hubungan oranglain. Ia hanya berharap Dafa sendiri yang akan mengakhiri hubungan tersebut.
“akanku putuskan mulai hari ini aku akan buat Dafa jatuh cinta padaku” Arumi memiliki tekat untuk membuat suaminya jatuh cinta pada dirinya.
^^^^^
“gawat, gawat bisa telat nih aku ke kampus” Arumi terburu-buru keluar dari kamarnya dengan rambut yang belum disisir “kamu mau kemana” Tanya Dafa yang sedang duduk di sofa menonton Televisi. “kuliahlah”. “hahahah, kamu kuliah dihari weekend, bodoh” Dafa menoleh melihat Arumi dan menertawakan Arumi sambil memegang perutnya karena tingkah Arumi begitu lucu.
“diam” Arumi tersadar dan menutup mulut Dafa dengan tangannya “puas ngetawain aku, hari ini weekendkan kamu harus temani aku jalan-jalan” “apa!! Gak mau” Dafa menolak permintaan Arumi. “tuan Dafa ini perintah, tidak bisa ditolak” Arumi mengancam sambil memamerkan ponselnya dengan maksud melaporkan pada tante Iren. “Nyonya Dafa, aku ini Suamimu hari ini aku Cuma ingin dirumah”. “oh kalau gitu kita kencan dirumah aja, Nyonya Dafa mu ini pasti bisa buat kamu senang” Arumi mengangkat alisnya sambil tersenyum lalu melangkah ke kamarnya.
“bersiaplah Tuan Dafa” seru Arumi dari kamar.