I'M The Grim Reaper

I'M The Grim Reaper
Episode 4 (The Little Red Riding Hood)



Setelah mendengar kalimat Lucifer, akhirnya aku pergi ke dunia manusia kembali, untuk memenuhi syarat tersebut.


Kembali lagi ke Bumi, untuk kedua kalinya. Setelah mendarat di hutan seperti awalnya, aku segera mengecek kembali tablet dan melihat daftar penjem....pembunuhan yang akan kulakukan. Masih dengan nada lemas, karena mengetahui kebenaran yang harus kulakukan. Namun, tekadku masih bulat karena aku ingin mengetahui siapa diriku.


Setelah termenung untuk beberapa saat, akhirnya aku segera fokus kembali. Aku segera membuka kembali tablet tersebut dan mengetuk layarnya, seketika itu muncul nama yang akan kujemput.


Nama : Benjamin. F


Umur : 20


Waktu penjemputan : Hari ini


Dosa : -


Kriteria : ???


Lagi-lagi dengan dosa tidak diketahui dari orang tersebut, aku harus lebih hati-hati sekarang, mungkin saja orang akan kutemui merupakan orang dengan wajahnya seram sama seperti wanita gila yang tadi pagi kubunuh, dan memiliki tubuh kekar sehingga ia bisa menculikku. (*menjudge) Mendengar hal itu, semakin membuat nyaliku menciut untuk mengerjakan tugas ini.


Sebenarnya Lucifer memberikanku waktu istirahat selama 1 hari ini. Namun aku sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui siapa diriku dan kematianku, sehingga akhirnya aku bekerja ekstra untuk hari ini dan besok.


* Flashback 1 jam ya lalu


.


.


.


"Jadi menurut kamu gimana?" tanya Luci kepadaku


"Bagaimana apa maksudmu? tanyaku heran kepadanya


"Ya.....dengan pakaianmu, apa nyaman digunakan atau semacamnya" katanya sekarang perhatian


Sejak kapan sang Iblis sendiri, bertanya soal penampilanku. Biasanya kalo di film-film gitu, bajunya malaikat mautkan semuanya hitam-hitam gitu, yang kukenakan sekarang terlihat er.... modis dan trendi kurasa.


Karena bingung jadi kujawab saja sesuai sengan pikiranku.


.


.


.


"Nggak!" seketika jawabku dengan jujur


Seperti dugaanku dia langsung kaget, lalu berdiri dan mendekat


" Kenapa tidak nyaman ya?!" jawabnya masih memendam amarah


"Hem, gimana ya, menurutku ini mirip banget kaya baju gadis bertudung merah gitu, yang berakhir dimakan oleh serigala?!" tanyaku sekarang dengan tatapan menghakimi


("Sial, meskipun aku menghapus ingatannya, semua hal seperti benda duniawi sepertinya tidak mempan?!") kata Luci gelisah dalam hati


Lalu kulihat ia malah menghembuskan nafas dan memasang wajah seperti orang menjengkelkan dan berkata...


"Terus kenapa, aku memang suka dengan cerita anak tersebut." katanya dengan percaya diri meskipun aslinya sangat malu


"Oh enggak kamu kan iblis, ternyata seleramu, erm.... ya gitulah." jawabku dengan nada merendah mengetahui seleranya rendah sekali


"Tunggu biar kujelaskan sebentar!" katanya supaya aku tidak salah paham


.


.


.


.


.


"Kamu tahukan akhiran dari si gadis kerudung merah tersebut?"


"Ya jelas saja aku tahu, akhirnya dia dimakan oleh si serigala karena tidak bisa membedakan neneknya sendiri." kataku menjelaskan


Aku kebingungan dengan pertanyaannya tersebut, jadi aku hanya mengangkat bahu, menandakan aku tidak mengerti sama sekali.


"Di dunia tidak pernah diceritakan bukan, bahwa gadis tersebut masih mempunyai kedua orang tua." kata Luci seketika


Seketika itu aku kaget dengan fakta tersebut, mengingat sepertinya kata 'orangtua' tersebut terdengar familier olehku.


"Orang tuanya tidak pernah membiarkannya keluar, bahkan untuk bermain dengan temannya, apalagi bertemu dengan neneknya."


"**Waktu itu neneknya sedang sakit, orang tua gadis itu melarang gadis tersebut pergi, dan gadis tersebut tahu hutan tempat tinggal nenek tersebut sangat berbahaya jika dibilang."


"Namun, karena gadis tersebut tetap penasaran dengan sosok sang nenek, sehingga ia tetap nekat pergi ke hutan itu**."


"Sesampainya di rumah neneknya, ia tidak tahu bahwa neneknya sudah tiada, sebagai gantinya berdirilah sesosok serigala menyamar yang siap menyantapnya."


"Akhirnya gadis tersebut melakukan hal bodoh, menurutmu apa?" tiba-tiba tanya Luci sekarang menghadap kearahku


"Erm.... gadis itu malah mendekat kearahnya!?" kataku masih bingung


"Kurang tepat sih, tapi alasannya karena ia buta, ia tidak bisa mengenali neneknya sama sekali!"


Aku baru sadar, alasan mengapa orang tuanya tidak pernah mengizinkannya bermain dengan orang lain, alasan mengapa ia selalu dikunci ke kamarnya, alasan mengapa orang tuanya melarangnya pergi ke tempat neneknya. Karena dari awal gadis tersebut buta, itu sebabnya ia tidak mengenal neneknya, dan itu sebabnya dia berakhir diterkam serigala tersebut dan mati secara mengenaskan.


"Menurutku, orang tuanya perlambangan dari keterbatasan yang menahan manusia akan keingintahuan mereka."


"Sementara gadis bertudung merah tersebut melambangkan seluruh umat manusia didunia ini."


" Neneknya melambangkan godaan duniawi, yang membuat gadis tersebut 'penasaran' dengannya. Sehingga, nenek tersebut bisa saja dosa yang selalu menggoda manusia untuk selalu penasaran dengannya."


"Terakhir, serigala tersebut melambangkan penyesalan, karena ketika sudah mati, kita baru menyesal pada saat itu. Seperti gadis itu, yang terlambat menyadari bahaya di depannya."


Kata Luci menjelaskan panjang lebar


"Sekarang kamu tahu mengapa kamu mengenakan jubah panjang tersebut?!" tanya Luci setelah menjelaskan cerita tersebut


"Maksudmu aku menggunakan perlambangan jubah gadis tersebut sebagai....."


"Tentu saja lambang manusia yang jatuh ke dalam dosa ! ^v^"


katanya dengan senyum yang membuatku seketika mual didepannya


Setelah mengetahui soal informasi yang tidak berguna sama sekali, seperti tadi Luci menyeretku dan mengucapkan bahasa aneh. Seketika itu juga aku terhisap ke dalam lubang yang tadi, dan kembali mengambang di udara seperti awalnya aku pergi ke Bumi.


Dan sekarang akhirnya aku berakhir lagi, di Bumi ini dengan menggunakan jubah panjang tadi dan membawa tablet dan segera mengikuti jalur merah supaya aku mengarah ke arah yang tepat.


Sekarang jalur itu mengarahkanku kearah sebuah gedung besar yang sepertinya sebuah 'Mall' atau tempat perbelanjaan menurut manusia. Dengan jubahku yang dapat menghilang aku jadi mudah menemukan orang tersebut tanpa dilihat aneh oleh orang-orang sekitar.


"Mmm....tanda merahnya berhenti di sekitar bar ini, maka dari itu aku segera masuk ke dalam bar itu.


Aku hanya duduk menunggu, tanpa orang lain sadari jika aku sedang mengintai mereka. Seperti biasa aku hanya asik dengan tabletku dan tidak melihat sekitarku, hingga seseorang menepuk bahuku dan berkata...


"Hei, tidak keberatan aku duduk didekatmu?" tanya pria muda, kulihat dia memiliki wajah yang lumayan memikat dan tubuhnya atletis juga.


Setelah orang ini duduk disampingku sinar merah dari tablet menyala, berarti dia adalah orang yang harus kubunuh hari ini.


"Erm.....silahkan saja" kataku untuk mendekatinya


Kenapa orang ini ada di daftar dia terlihat baik-baik saja menurutku tidak seperti yang tadi pagi kutangani, bahkan dia berani menantang maut.


Meskipun tampak tidak berdosa, aku harus tetap berhati-hati dengannya.


"Nama anda siapa ya?" tanyaku kepadanya untuk memastikan jika dia adalah orang yang harus kujemput sekarang.


"Oh untuk wanita cantik sepertimu tentu saja aku akan memberitahumu."


"Namaku Benjamin panggil saja Ben." katanya dengan polos


Sebenarnya dia itu terlalu bodoh atau apa sih, kenapa dia ada didaftar pencarian Luci ya?


Bersambung....


*Perhatian: kisah 'Gadis Bertudung Merah' hanya digunakan author sebagai perantara saja, bukan bermaksud menyinggung pemiliknya atau orang lain.