
Pertanyaan tentang siapa diriku, bahkan bagaimana aku meninggal masih saja melekat di dalam pikiranku. Karena itu, aku akhirnya memberanikan diri untuk bertanya lagi kepadanya.
Namun sebelum aku bertanya apapun kepadanya, Lucy menyelaku.
"Eits, jangan senang dulu. Memang aku tahu siapa kamu dan kenapa kamu meninggal!"
"Tapi kalau kamu tahu duluan, bukannya jadi tidak menyenangkan lagi,bukan!?" ungkap Lucy dengan seenaknya
Sudah kuduga, Lucy sang penguasa neraka sendiri tidak akan seenaknya memberitahu aku tentang indetitas diriku bahkan kematianku. Namun, kalau begitu kenapa dia memanggilku langsung kehadapannya. Seperti tahu akan isi pikiranku, ia langsung menjawab.
"Tentu saja kamu dipanggil karena alasan khusus, kalau bukan ya, kamu langsung dihukum dineraka!"
"Karena diantara semua orang yang berdosa, kamu yang paling spesial, makanya aku menarikmu dari pengadilan tadi untuk memberikan pekerjaan spesial untukmu."
"(Pekerjaan macam apa yang berhubungan dengan neraka!?") tanyaku dalam batin
"Kamu secara resmi akan menjadi pembantuku, dalam mengumpulkan jiwa-jiwa yang sudah terkorupsi dosa!" jawabnya dengan senyum
masih dalam keadaan kaget, karena tidak disangka dari ribua..bukan jutaan jiwa disini yang sedang diadili, hanya aku yang terpilih untuk membantunya, aku bingung memang apa yang kulakukan selama hidup hingga berakhir seperti ini.
Masih dengan keadaan bingung, aku hanya bisa cengo menatapnya sebentar. Seperti tahu akan kebingunganku, tiba-tiba ia mengangkat sabit besar disampingnya lalu melemparkannya kearahku. Saat itu aku terbuyar dari lamunanku dan menagkap sabit besar itu. Nyaris saja benda dengan panjang lebih dari 2 meter membelahku menjadi dua, saat itu tiba-tiba aku malah membeku ketakutan setelah menangkap benda itu.
Setelah sadar, dipikir-pikir aku familier dengan benda yang dilempar Lucy kepadaku.Bentuknya seperti sabit raksasa dan biasanya dibawa disampingnya, tunggu bukannya ini senjata yang selalu dibawa malaikat maut, berarti aku ini......
"Betul sekali, kamu akan menjadi malaikat maut pertama yang membantuku!" jawab Lucy, seperti tahu isi pikiranku pada waktu itu.
"Kalau bertanya, benda itu bisa disesuaikan dengan keadaannya, jadi tidak perlu khawatir jika hilang, karena bisa diselipkan dalam kantung baju!" ucapnya
kembali.
Setelah mendengar itu, aku malah menjadi tambah kebingungan dengan semua hal yang terjadi.
"Tu..tu..tunggu, berarti aku harus menjadi......"
"Benar, kamu akan menjadi malaikat maut, dan itu bersifat abadi, jadi jangan mengeluh ya!" tiba-tiba jawabnya dengan nada mengancam.
Aku hanya menutup mulut, berarti ini hanyalah satu-satunya cara agar aku tidak disiksa didalam neraka, aku harus bekerja untuknya selamanya. Meskipun hal tersebut lebih melegakan daripada harus masuk penyiksaan abadi.
"Jadi kita sepakat bekerja sama!" tiba-tiba Lucy bertanya dan membuka lebar tangannya guna menjabat tanganku
dengan tangan yang masih gemetar, akhirnya dengan keputusan bulat aku akan mulai bekerja sekarang, ketika aku menyentuh tangannya. Saat kedua tangan kami bertemu, tiba-tiba terjadi sesuatu, pakaianku yang awalnya hitam berubah menjadi hoodie yang sangat panjang berwarna merah dengan tudung berwarna hitam. Rambutku yang awalnya semula hitam kemudian seliruhnya memutih, dan di aa
tanganku tiba-tiba tertulis suatu huruf yang tidak kumengerti.
"Ini...apa?" tanyaku kepadanya
......
"Jadi.....kenapa diam saja, sekarang waktunya kamu bekerja!" tiba-tiba Lucy berkata untuk memecah keheningan diantara kami.
"Hah, se....se..sekarang!" tanyaku
"Ya terus kapan lagi, tahun depan emangnya!?" sergap Lucy
"Oh kamu nggak tahu caranya balik ke dunia manusia, yaudah hari ini aku yang akan menunjukannya, tapi besok kamu belajar sendiri!"
Seketika itu, ia turun dari takhtanya, dengan tubuh anggun dari wujud perempuan cantik yang dia pakai, ia kemudian mengucapkan suatu mantra dan menciptakan sebuah lubang hitam di bawah kakiku, seketika itu aku kaget karena aku langsung tertarik kedalam lubang tersebut.
"Selamat menikmati, perjalananmu V!" jawab Lucy tersenyum ketika kepalaku sudah masuk ke dalam lubang tersebut.
"(Tunggu dia bilang V, maksudnya siapa, namakukah?!)" tanyaku dalam hati
Saat itu aku tidak menyadari bahwa sekarang aku akan jatuh ke bumi, sekarang bagaimana caranya mendarat, aku bisa saja mati untuk kedua kalinya. Masih saja dengan keadaan panik, tiba-tiba terlintas dari benakku sebuah cerita yang sepertinya pernah kudengar. Sebuah cerita tentang sebuah kepercayaan bahwa malaikat maut memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa.
Setelah melihat cerita tersebut, seketika ada suara yang menyuruhku untuk melayang. Tunggu kenapa tidak terpikirkan olehku dari tadi.
Saat itu aku mencoba menggerakkan tubuhku diudara sambil mengendalikan gravitasi sekitar, ternyata sungguh sulit untuk melayang. Awalnya aku masih susah mengendalikan gravitasi tubuhku, namun karena semakin terbiasa akhirnya aku bisa melayang di udara.
Saat sampai di di Bumi, hal pertama yang harus kulakukan hanya mendarat menggunakan kakiku. Ini dia masalah keduanya, aku harus menyesuaikan diri dengan menggerakkan tubuhku lagi, maka ketika pijakan kaki di tanah sudah mulai mendekat aku hanya melompat, kemudian menjejakan kedua kakiku untuk kedua kalinya di Bumi ( Note : sebelum mati dan setelah mati).
Akhirnya, aku sampai di Bumi. Saat melihat sekitar, aku hanya melihat hutan, maka sekarang aku akan menjelajah sedikit ke arah depan, masih menggenggam senjata sabit yang diberikan Lucy (dalam keadaan menyusut), aku tidak perlu khawatir jika bertemu dengan hewan atau binatang buas.
Masih mencari jalan kusempatkan diri untuk merogoh sesuatu di dalam kantung jubah panjangku. Ketika, mendapati sesuatu yang besar di kantungku, maka dari itu segera kuambil dan berusaha mencerna alat tersebut. Ternyata itu sebuah papan raksasa dengan layar di depannya, kalau tidak salah ini banyak digunakan manusia di dunia ini.
Itu sebuah tablet dilengkapi dengan pena sentuh, ketika mengetuk layar dengan pena tersebut, kulihat beberapa daftar nama di dalamnya, kurasa inilah beberapa nama yang Lucy perintahkan untuk aku jemput. Sepertinya aku akan mulai terbiasa dengan pekerjaan yang diberikan Lucy ini, daripada harus menderita di dalam neraka selamanya.
Saat itu, entah mengapa aku malah kembali bertanya-tanya di dalam pikiranku tentang kehidupanku dulu bahkan bagaimana aku meninggal, juga berakhir di neraka. Sebelum terlalu dalam dengan lamunanku tersebut, kusempatkan diri untuk melihat nama-nama yang akan kujemput pada hari ini. Kulihat di layar ada 3 perempuan dan 5 pria yang harus kubunuh hari ini. Kemudian aku malah terlanjur melihat hal-hal lain yang ada di tablet, kulihat ada permainan seru, maka untuk menghilangkan kebosananku akhirnya aku berakhir dengan berjalan sambil bermain.
Saking asiknya melihat layar tablet pemberian Lucy, aku tidak sadar bahwa aku sudah sampai pada sebuah kota besar di samping hutan tersebut.
Maka pada hari ini dan mulai sekarang aku akan bekerja pada Lucy, petualanganku dimulai hari ini.
......
Tunggu dulu.....aku tidak kelihatankan dengan mata telanjang. ( aku takut jika orang melihatku menggunakan jas aneh)
Note from Author : Meskipun V, tidak ingat dengan kehidupannya yang dulu dan bahkan dengan kematiannya, ia masih ingat dengan beberapa kegunaan benda yang dulu ia gunakan di bumi (Asal dulu digunakan)