I'M The Grim Reaper

I'M The Grim Reaper
Prolog



....


("Hah....aku dimana, kenapa gelap dan pengap sekali....,tu..tunggu siapa mereka, dan kenapa mereka semua berbaris, lalu kenapa aku disini!?")


Entah mengapa yang kurasakan sekarang hanyalah kehampaan dan tidak lebih, aku hanya bingung sekarang, karena aku tidak tahu berada dimana, dan kenapa mereka semua terlihat aneh. Kenapa mereka semua memakai baju hitam, dan mengapa disini sangat panas sekali, rasanya seperti terbakar.


Dengan ekspresi yang masih kebingungan, kuputuskan untuk bertanya dengan wanita didepanku. Awalnya aku ragu, karena mereka semua terlihat diam saja, seperti seolah-olah mereka pasrah akan situasi mereka. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya.


"Uhm.......anu bisa tanya, sekarang kita dimana ya?" tanyaku masih kebingungan


Ketika dia memalingkan wajahnya, bukan hanya jawaban yang kuterima saat itu, ketika aku melihat wajahnya, aku lihat ia tertusuk oleh ratusan kaca dan matanya.....


"Oh, kau mati karena apa?"


jawabnya dengan muka antusias tanpa memedulikan ekspresi takutku karena harus bertatapan dengan wajahnya yang bahkan sudah hancur.


Tunggu,kenapa sekarang dia mempertanyakan kematianku, yang aku inginkan sekarang hanya jawaban dimana kita sekarang. Maka aku hanya balik bertanya kepadanya meskipun masih ketakutan.


"Uhm, maksudnya apa ya?" tanyaku polos


Ketika perempuan itu hendak menjawab, seorang pria dibelakangku mengerutkan dahinya dan menunjukkan ekspresi seperti aku ini orang yang bodoh. Kemudian ia malah mendengus kesal kepadaku dan menjawab dengan ketus.


"Sudah jelaskan sekarang kita di neraka,sebentar lagi kita akan diadili!" jawab seorang pria dibelakang


Apa maksudnya dengan neraka, tunggu apa berarti sekarang aku mati, kenapa bisa bahkan aku tidak ingat kenapa aku bisa mati dan dosa apa yang telah aku perbuat sehingga sekarang aku berada di tempat ini. Meskipun tahu sebentar lagi akan masuk ke neraka aku hanya bertanya sekali lagi kepadanya, agar memastikan dia tidak berbohong kepadaku.


"Jadi, kenapa kamu bisa berakhir disini?" tanyaku memastikan


Entah mengapa itu membuatnya lebih marah lagi kepadaku, seperti yang kuduga dia tidak bisa melakukan apapun(karena ini di neraka dan dia tidak bisa melakukan apapun selain berbaris dan maju kedepan) dan hanya bisa membisu. Namun perempuan didepanku malah bersedia menjawab rasa penasaranku.


"Seingatku, aku mati ditusuk berkali-kali oleh pacarku karena ketahuan selingkuh dengan pacar orang lain."


jawabnya dengan santai


Entah mengapa setelah mendengar jawabannya, aku malah bergidik ngeri, orang macam apa yang masih percaya diri dengan keadaannya yang sekarang sudah diujung penderitaannya sendiri. Dan sekarang aku mulai percaya bahwa diriku sudah mati, hal yang paling membuatku penasaran adalah kenapa mereka bisa mengingat kejadian sebelum mereka mati, dan kenapa aku tidak bisa. Apa ada kesalahan dalam kematianku ini atau apa.


Masih dengan wajah penasaran, aku hanya bisa menunggu hingga tiba giliranku.


Saat sampai diujung antrian kulihat wanita yang didepanku diadili, kulihat wanita itu dengan percaya diri mengerahkan seluruh pernyataan tentang kebaikan hatinya saat masih hidup. Namun,meskipun dengan seluruh kebaikannya di dunia, karena perbuatannya yang melanggar dosa terberat kelima (hawa nafsu) ia akan selamanya berada di neraka. Saat itu, kulihat badannya dibelenggu oleh kawat berduri dan badannya diterjerumuskan ke bawah tanah dimana kulihat banyak binatang buas yang siap melahapnya. Yang paling mengerikan lagi, hal itu bersifat permanen. Perempuan itu berusaha meronta-ronta dan menangis, namun nihil justru perbuatannya malah mempercepat hukumannya.


Masih dengan bergidik ngeri, aku lupa bahwa sekarang giliranku yang akan diadili, meski dalam keadaan tidak percaya, aku hanya bisa pasrah dengan keadaanku yang sekarang. Toh, aku sudah berbuat dosa, sekarang aku tidak dapat menyesal sama sekali. Saat maju kedepan, ada satu hal yang sangat kusayangkan yaitu kematianku sendiri, jika semua orang dapat mengingat kejadian mereka sebelum mati, kenapa aku tidak apakah selamanya disini aku tidak diperlakukan adil. Atau jangan-jangan aku memiliki dosa yang sangat berat sehingga tanggunganku untuk menyeberang alam kematian adalah memoriku sendiri.


"Salam manusia, kupikir aku bakal kehilanganmu ketika sampai dipengadilan tadi." saat itu ia menjawab yang membuatku spontan kaget.


"Mungkin sekarang banyak sekali yang ingin kautanyakan bukan?" tanyanya dengan santai


"Mulai dari siapa kamu, dan bahkan............. kematianmu juga bukan?" tanyanya dengan tepat.


("Tunggu apa dia tahu tentang diriku dan siapa aku, bahkan kematianku sendiri. Mungkin saja bukan, kalau tidak mana mungkin dia bertanya seperti itu.")


tanyaku dalam hati masih menciutkan nyali


Awalnya aku takut bertanya dengannya karena aku masih takut mempercayainya. Namun kukembalikan keberanianku dan berani bertanya kepadanya. Sekedar bertanya tentang bahkan siapa dia sampai tahu siapa aku.


"Uhm, kalau tidak keberatan kamu siapa?" jawabku penasaran


Entah mengapa ia malah tertawa dan memberikan senyum mengejek ini kepadaku seperti aku ini orang yang bodoh. Namun ia tetap menjawabku namun dengan ekspresi orang yang jijik kepadaku.


"Hah, orang yang dihukum binasa oleh dosanya saja disini tahu siapa aku, mosok gitu aja nggak kenal aku sih!?!" tanya masih tidak percaya bahwa aku tidak tahu siapa dia.


"Khusus untukmu karena kita sekarang akan bekerja sama seterusnya, aku akan memberi tahu namaku plus jawaban lain yang ingin kautanyakan!"


"Namaku Lucifer, panggil aku Lucy, karena sekarang aku berkelamin perempuan !" jawabnya kembali


Tunggu dia bilang Lucifer, entah mengapa nama itu terdengar tidak asing dariku. I...it.itu adalah Lucifer yang selalu diceritakan oleh semua orang, dialah penguasa seluruh daerah neraka .Dan sekarang aku berbicara langsung dengannya empat mata. Namun, saat itu aku masih bingung dengan apa yang dimaksud dengan sekarang kelaminnya seorang perempuan.


Namun tampak dari matanya, dia seakan tahu apa yang akan kutanyakan lagi kepadanya.


"Jika kamu tahu, iblis sepertiku ini tidak memiliki kelamin sama sekali, sehingga aku bisa mengambil wujud apa saja yang aku inginkan."


"Mungkin sekarang aku mengambil wujud seorang wanita yang melakukan dosa-dosa terberat yang paling banyak selama masa hidupnya tanpa penyesalan sama sekali."


"Bukankah sungguh miris, manusia diciptakan untuk melengkapi kebersamaan justru masuk kedalam dosa dan racunnya?!


"Namun aku malah justru berterima kasih dengan adanya dosa didunia, dengan begitu setiap hari aku bisa mendengar suara jeritan para manusia yang meronta-ronta minta ampun untuk dibebaskan."


"Bukankah suara itu menarik untuk didengar olehmu?! tanyanya sekarang balik kepadaku.


Saat itu aku hanya bisa terdiam, dengan seluruh perbuatan kejinya kepada kita, kaum manusia. Namun sekarang yang di dalam kepalaku hanya terdapat pertanyaan-pertanyaan tentang siapa diriku dan mengapa aku dipanggil langsung oleh sang penguasanya.